Pemkab Jember Terjunkan 101 Bus dan Fasilitasi 16 Titik Penurunan untuk Kepulangan 2.949 Jemaah Haji
Suasana haru dan bahagia menyelimuti Kabupaten Jember seiring dengan dimulainya gelombang kepulangan jemaah haji asal daerah setempat dari tanah suci Mekkah.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JEMBER – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Kabupaten Jember seiring dengan dimulainya gelombang kepulangan jemaah haji asal daerah setempat dari tanah suci Mekkah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember berkomitmen memberikan pelayanan terbaik hingga tetes keringat terakhir dengan menyiapkan skema penjemputan yang matang, aman, dan humanis bagi ribuan jemaah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Jember, Nurul Hafid Yasin, mengonfirmasi bahwa total jemaah haji Kabupaten Jember yang dijadwalkan kembali ke tanah air mencapai 2.949 jemaah.
Namun, di tengah kebahagiaan ini, Pemkab Jember juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya empat jemaah haji asal Jember di tanah suci selama pelaksanaan ibadah.
"Dari total jemaah yang berangkat, ada empat saudara kita yang wafat di tanah suci. Kita doakan semoga ibadah mereka mabrur dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Sehingga, total jemaah yang kami fasilitasi kepulangannya hingga ke Jember adalah 2.949 orang," ujar Nurul Hafid Yasin dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Proses pemulangan jemaah haji asal Jember sejatinya telah bergulir secara bertahap sejak pertengahan Juni, dimulai dari Kloter 37 yang mendarat pada 10 Juni 2026.
Nurul Hafid menjelaskan bahwa jemaah Jember terbagi menjadi dua kategori, yaitu jemaah yang tergabung dalam kloter campuran (kabupaten lain) dan kloter murni Jember.
Untuk kloter campuran, jemaah Jember tersebar di Kloter 37, 71, 85, 86, 100, 104, 107, dan 116 dengan jumlah bervariasi antara 2 hingga 8 orang, dan maksimal 17 orang per kloter.
Sementara untuk jemaah murni, pergerakan dimulai dari Kloter 90 hingga Kloter 98.
"Alhamdulillah, Kloter 95 tadi pagi subuh sudah bergerak menuju Jember. Nanti malam, setelah Isya, giliran Kloter 96 yang akan diberangkatkan dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Proses ini akan terus berjalan maraton hingga Kloter 98 dan sisa kloter gabungan selesai seluruhnya pada 29 Juni mendatang," tambahnya.
Ada hal yang berbeda dalam penanganan kepulangan kali ini.
Pemkab Jember menerjunkan armada yang jauh lebih besar dibanding saat pemberangkatan, yaitu 101 unit bus besar serta sejumlah armada kendaraan jenis Elf untuk kloter gabungan berkuota kecil.
Hafid membeberkan bahwa perubahan strategi ini didasarkan pada evaluasi teknis demi kenyamanan jemaah.
Jika saat keberangkatan koper jemaah dikirim terpisah menggunakan jasa ekspedisi truk, maka pada arus kepulangan ini, barang bawaan jemaah langsung diletakkan dalam bus yang sama.
"Satu bus sekarang diisi oleh jemaah bersamaan dengan koper besar mereka dari Mekkah serta air zam-zam. Mengapa kita buat begini? Tujuannya agar begitu bus sampai di titik penurunan di Jember, jemaah tidak perlu menunggu truk logistik lagi. Mereka bisa langsung membawa pulang koper dan air zam-zam bersama keluarga yang menjemput," jelas Kabag Kesra.
Untuk mengantisipasi kemacetan parah dan penumpukan massa penjemput, Pemkab Jember enggan memusatkan pemulangan di satu titik.
Sebagai gantinya, telah disiapkan 16 titik penurunan jemaah yang tersebar di berbagai wilayah berdasarkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) masing-masing, seperti KBIHU Al-Ghazali, As-Sunniyyah, Al-Khairat, dan lainnya.
Langkah ini diklaim efektif membuat proses kepulangan menjadi lebih tertib dan sakral.
Seluruh stakeholder di lingkungan Pemkab Jember dipastikan bersinergi penuh.
Dinas Kesehatan telah menyiagakan ambulans dan tim medis di sepanjang jalur kepulangan maupun di 16 lokasi penurunan.
Di tingkat kewilayahan, para Camat juga bergerak cepat membangun tenda-tenda penjemputan yang nyaman bagi keluarga jemaah.
"Semua lini, mulai dari tim kesehatan, perhubungan, aparat keamanan, hingga jajaran kecamatan berkolaborasi penuh. Ini adalah bentuk penghormatan kami dalam melayani para tamu Allah yang baru saja pulang dari tanah suci," pungkas Nurul Hafid. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


