Advertisement
Indonesia Positif

UNIPMA Buka Peluang Studi dan Karier di Taiwan lewat Program Beasiswa Penuh

UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) memperluas akses pendidikan dan karier internasional bagi mahasiswa serta alumninya melalui sosialisasi Program Beasiswa Intact Taiwan.

TIMES Indonesia,
UNIPMA Buka Peluang Studi dan Karier di Taiwan lewat Program Beasiswa Penuh
Wakil Rektor 3 Unipma Madiun, narasumber dan peserta sosialisasi foto bersama sebelum acara. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) memperluas akses pendidikan dan karier internasional bagi mahasiswa serta alumninya melalui sosialisasi Program Beasiswa Intact Taiwan. Kegiatan yang digelar Biro Kerja Sama dan Humas (BKH) UNIPMA bersama International Talent Circulation Base (Intact) Taiwan di Laboratorium Terpadu UNIPMA, Jumat (26/6/2026), diikuti sekitar 80 mahasiswa tingkat akhir, calon alumni, dan alumni.

Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin antara UNIPMA Madiun dan Intact Taiwan melalui nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA). Kolaborasi itu sebelumnya telah menghasilkan satu penerima beasiswa, yakni alumni Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UNIPMA Madiun, Adhika Dwiki Pratama, yang dinyatakan lolos sebagai peserta Program Beasiswa Intact Taiwan.

Advertisement

Kegiatan sosialisasi dihadiri Wakil Rektor 3 UNIPMA Madiun, Dr. Jeffry Handhika, M.Pd., M.Si., Kepala BKH Dr. Sri Lestari, M.Pd., jajaran BKH, perwakilan Ikatan Alumni UNIPMA, serta delegasi Intact Taiwan yang dipimpin Andre So bersama Dody Hendarto dan Roqib Yanuarinda Purnama.

 

unipma
Perwakilan Intact Taiwan, Andre So memberikan materi sosialisasi Program Beasiswa Intact Taiwan. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Kepala BKH UNIPMA Madiun, Dr. Sri Lestari, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas dalam membuka peluang pendidikan sekaligus karier di tingkat internasional bagi sivitas akademika.

"Harapannya peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin selama proses seleksi," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak aktif menggali informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, hingga prospek pendidikan dan pekerjaan setelah menyelesaikan studi di Taiwan.

Advertisement

Perwakilan Intact Taiwan, Andre So, menjelaskan bahwa program yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga dirancang untuk menghubungkan lulusan dengan dunia kerja profesional di Taiwan.

"Masih banyak masyarakat yang menganggap ke Taiwan hanya untuk bekerja sebagai tenaga kerja kasar. Padahal, program ini mengutamakan pendidikan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penempatan kerja profesional sesuai bidang keahlian peserta," kata Andre.

 

Unipma
Foto bersama peserta sosialisasi Program Beasiswa Intact Taiwan. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Taiwan saat ini didominasi bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Meski demikian, lulusan dari disiplin ilmu non-STEM tetap memiliki kesempatan mengikuti Program Sarjana Profesional yang menggabungkan satu tahun masa perkuliahan dan satu tahun magang di industri.

Peserta program memperoleh beasiswa penuh yang mencakup biaya kuliah, biaya hidup, pelatihan bahasa, pemeriksaan kesehatan, tiket pesawat, hingga uang saku sekitar Rp5,5 juta per bulan. Setelah lulus, peserta diwajibkan bekerja selama dua tahun di perusahaan mitra di Taiwan dengan gaji mengikuti standar upah setempat.

Andre menambahkan, UNIPMA Madiun menjadi salah satu dari 322 perguruan tinggi di Indonesia yang diakui Kementerian Pendidikan Taiwan sehingga berhak mengikuti program tersebut. Setelah sosialisasi, proses penjaringan peserta akan segera dibuka. Seleksi wawancara dijadwalkan berlangsung pada November untuk keberangkatan studi pada Februari. Program beasiswa ini menerima pendaftaran dua kali setiap tahun, yakni untuk perkuliahan yang dimulai pada Februari dan September. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSuciati (CR-219) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia