Selami Dunia Nyata Pengelolaan Limbah: Mahasiswa Biologi UNISMA Gelar Kunjungan Lapang ke UPT PALD dan PT Usaha Loka Malang
Rabu, 17 Juni 2026 menjadi hari yang sarat makna bagi 17 mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Islam Malang (UNISMA).

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Rabu, 17 Juni 2026 menjadi hari yang sarat makna bagi 17 mahasiswa Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Islam Malang (UNISMA).
Pada hari itu, mereka menuntaskan serangkaian kunjungan lapang ke dua lokasi yang sama-sama berkaitan erat dengan isu pengelolaan limbah: Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik (UPT PALD) di bawah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, serta PT. Usaha Loka Malang, sebuah perusahaan penyamakan kulit yang telah berdiri kokoh sejak 1934.
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa melainkan upaya sistematis untuk menjembatani pengetahuan akademis dengan realitas pengelolaan lingkungan di lapangan.
Program kunjungan lapang ini merupakan bagian integral dari agenda perkuliahan, dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.
Dengan mengunjungi dua tempat yang berbeda yakni yang pertama lembaga pemerintah dan yang kedua merupakan perusahaan swasta.
Di sana para mahasiswa mendapatkan perspektif yang beragam tentang pendekatan, tantangan, dan solusi dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
UPT PALD DPUPRPKP Kota Malang: Daur Ulang Limbah Tinja Menjadi Air Aman
Kunjungan pertama dilaksanakan di UPT PALD, sebuah instalasi pengolahan air limbah domestik yang dikelola oleh pemerintah Kota Malang.
Di sini, mahasiswa mendapat kesempatan yang jarang tersedia: menyaksikan langsung bagaimana limbah tinja yang dikumpulkan dari permukiman warga diolah secara bertahap hingga menjadi efluen yang aman bagi lingkungan.
Para petugas UPT PALD menyambut kunjungan ini dengan antusias dan memberikan penjelasan terperinci mengenai setiap tahapan proses pengolahan.
Proses pengolahan diawali dengan masuknya limbah ke dalam kolam Solid Separation Chamber (SSC), yang berfungsi sebagai titik pertama pemisahan antara fraksi padatan dan cairan.
Tahap ini sangat krusial karena menentukan kualitas limbah yang akan masuk ke proses pengolahan selanjutnya. Limbah cair yang telah dipisahkan kemudian melewati serangkaian media filtrasi alami secara berurutan, yakni pasir halus, ijuk, dan koral.
Setelah melalui tahap filtrasi, air limbah ditampung di kolam pengumpul sebelum menjalani proses biologis anaerobik, sebuah mekanisme penguraian senyawa organik oleh komunitas mikroorganisme dalam kondisi bebas oksigen.
Proses anaerobik ini terbukti efektif dalam menurunkan kadar bahan organik terlarut yang masih terkandung dalam limbah domestik.
Limbah yang telah menjalani proses anaerobik selanjutnya dialirkan ke kolam fluktuatif untuk stabilisasi lanjutan, kemudian diteruskan ke kolam maturasi yang berfungsi sebagai tahap pematangan akhir sekaligus mekanisme alami penekanan populasi mikroorganisme patogen melalui paparan sinar ultraviolet dan aktivitas biologis.
Sebagai tahap penutup sebelum efluen dibuang ke lingkungan, dilakukan proses desinfeksi menggunakan klorin. Langkah ini merupakan garis pertahanan terakhir untuk memastikan seluruh mikroorganisme berbahaya yang mungkin masih tersisa dalam air telah dilenyapkan.
Dengan demikian, air yang dikeluarkan dari instalasi UPT PALD telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh regulasi lingkungan yang berlaku di Indonesia, dan aman bagi badan air penerima.
PT Usaha Loka Malang: Industri Kulit Bertahan Lewat Inovasi Pengelolaan Limbah
Kunjungan kedua membawa mahasiswa ke lingkungan yang sama sekali berbeda: dunia industri penyamakan kulit.
PT Usaha Loka Malang yang merupakan salah satu perusahaan penyamakan kulit tertua dan masih aktif beroperasi di Indonesia.
Berdiri sejak 1934, perusahaan ini telah melewati berbagai era perubahan regulasi dan tantangan industri.
Produk utamanya berupa kulit jadi yang diolah dari bahan baku kulit mentah, dan dipasarkan kepada berbagai segmen industri hilir seperti produsen sepatu, jaket, sandal, serta aksesori berbahan kulit lainnya.
Salah satu faktor kunci yang memungkinkan PT. Usaha Loka tetap bertahan ketika banyak perusahaan sejenis terpaksa menutup operasionalnya karena kemampuan mereka dalam mengelola limbah produksi secara efektif.
Tiga komponen utama yang digunakan dalam proses pengolahan limbah adalah Poly Aluminium Chloride (PAC), kapur, dan ecoenzim.
PAC berfungsi sebagai koagulan yang membantu menggumpalkan dan mengendapkan partikel-partikel halus serta zat pencemar yang tersuspensi dalam air limbah.
Kapur berperan dalam menetralkan dan menstabilkan pH limbah agar berada pada rentang yang aman bagi lingkungan.
Sementara itu, ecoenzim yang merupakan produk fermentasi organik yang kaya akan enzim dan mikroorganisme aktif berperan mengurai senyawa organik kompleks sekaligus mereduksi bau yang biasanya menjadi masalah utama dalam industri ini.
Campuran bahan pengolah tersebut kemudian diaduk secara intensif selama sekitar 24 jam untuk memaksimalkan efektivitas reaksi koagulasi dan degradasi biologis.
Endapan lumpur yang dihasilkan dari proses ini tidak dibuang, melainkan diserahkan kepada pihak ketiga untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik.
Refleksi dan Harapan: Dari Lapangan ke Perubahan Nyata
Rangkaian kunjungan lapang ke dua lokasi yang berbeda dalam satu hari ini memberikan pengalaman akademis yang kaya dan bermakna.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan teknis, tetapi juga diberi kesempatan untuk merefleksikan peran mereka sebagai calon ilmuwan dan pemangku kepentingan lingkungan di masa depan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Diharapkan program kunjungan lapang seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai sarana vital dalam membangun jembatan antara dunia akademis dan dunia praktis, demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka dan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi yang akan datang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

