FIKES UB Perkuat Smart Green Campus, Mahasiswa Baru Diajak Bangun Budaya Peduli Lingkungan
FIKES Universitas Brawijaya memperkuat implementasi Smart Green Campus melalui digitalisasi, efisiensi energi, pengelolaan limbah, serta kampanye penggunaan tumbler untuk membangun budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat implementasi Smart Green Campus sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya mengedepankan pemanfaatan teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan di kalangan sivitas akademika, terutama mahasiswa.
Komitmen tersebut akan mulai diperkenalkan kepada mahasiswa baru melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Salah satu fokusnya adalah mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dengan mengajak mahasiswa membiasakan membawa tumbler sebagai wadah minum yang dapat digunakan berulang kali.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIKES UB, Dr. Nia Novita Wirawan, mengatakan Smart Green Campus merupakan bagian dari transformasi kampus menuju lingkungan akademik yang lebih sehat, efisien, dan berwawasan lingkungan.
Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berbicara mengenai penerapan teknologi modern, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh warga kampus agar menerapkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai bentuk implementasi, FIKES UB telah mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya. Salah satunya melalui pemasangan sistem sensor otomatis di sejumlah gedung yang mampu mengatur penggunaan lampu dan air sesuai kebutuhan.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu mengurangi pemborosan energi sekaligus membangun kebiasaan warga kampus untuk menggunakan sumber daya secara lebih bijaksana.
Program Smart Green Campus di FIKES UB sendiri mengintegrasikan teknologi digital dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Konsep ini diarahkan untuk menciptakan ekosistem akademik yang hemat energi, minim limbah, serta mendukung terwujudnya kampus berkonsep zero waste.
Dr. Nia Novita Wirawan mengatakan, implementasinya dijalankan melalui tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah Smart System dan Digitalisasi, yang mencakup pengembangan sistem administrasi tanpa kertas (paperless), digitalisasi layanan akademik, serta otomatisasi berbagai fasilitas kampus guna meningkatkan efisiensi operasional.
Pilar kedua adalah Konservasi Energi dan Air. Program ini diwujudkan melalui penggunaan lampu hemat energi, pemasangan sensor otomatis, pemanfaatan energi terbarukan, pembangunan lubang biopori, hingga penerapan sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting) sebagai upaya menjaga ketersediaan sumber daya air.
Sementara itu, pilar ketiga berfokus pada Pengelolaan Limbah dan Ekologi. Berbagai langkah yang dilakukan antara lain mengurangi sampah plastik melalui kampanye penggunaan tumbler, mengolah sampah organik menjadi kompos maupun biogas, serta memperluas ruang terbuka hijau di kawasan kampus.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, FIKES UB berharap budaya peduli lingkungan tidak hanya tumbuh di lingkungan kampus, tetapi juga menjadi bagian dari karakter mahasiswa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun di tengah masyarakat.
"Dengan memadukan inovasi teknologi dan kesadaran ekologis, Smart Green Campus diharapkan menjadi kontribusi nyata FIKES UB dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang," ujar Dr. Nia Novita Wirawan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


