Advertisement
Indonesia Positif

Angkat Tema Pelestarian Budaya, Siswa SMA Dempo Raih Juara Harapan Lomba Film Pendek FLS3N 2026

Kreativitas siswa SMAK St. Albertus (SMA Dempo) Malang kembali membuahkan prestasi.

TIMES Indonesia,
Angkat Tema Pelestarian Budaya, Siswa SMA Dempo Raih Juara Harapan Lomba Film Pendek FLS3N 2026
Br. Antonius Sumardi, O.Carm. Kepala SMA Katolik St. Albertus (SMA Dempo) Malang saat foto bersama dengan peserta didiknya yang menjuara FLS3N Tahun 2026.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Kreativitas siswa SMAK St. Albertus (SMA Dempo) Malang kembali membuahkan prestasi.

Dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 cabang film pendek, tim SMA Dempo berhasil meraih Juara Harapan I melalui karya yang mengangkat pesan tentang pentingnya melestarikan budaya Indonesia.

Advertisement

Owen Evandaru, siswa kelas XI-S.4/24 yang menjadi penulis naskah sekaligus sutradara film, menjelaskan bahwa film tersebut mengisahkan seorang penulis muda yang mengalami kebuntuan ide dalam berkarya.

Untuk mencari ketenangan sekaligus inspirasi baru, tokoh utama berjalan menyusuri kota hingga tiba di sebuah perpustakaan tua,

Di perpustakaan tersebut, ia menemukan sebuah pesan dari masa lalu yang mengingatkan pentingnya menjaga dan meneruskan warisan budaya bangsa.

Pesan itu kemudian mengubah cara pandangnya hingga menginspirasi dirinya untuk menulis sebuah buku mengenai kebudayaan di era modern.

Buku yang ditulis tokoh utama akhirnya mampu menginspirasi generasi muda dan menumbuhkan kembali kesadaran bahwa budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Advertisement

Owen mengungkapkan, ide film tersebut lahir karena timnya mengikuti FLS3N 2026 yang mengusung tema kebudayaan.

"Menurut saya, tema ini sangat penting untuk diangkat karena banyak film saat ini lebih menonjolkan hal-hal yang kurang sesuai dengan norma sosial yang berkembang di Indonesia.

Padahal, kebudayaan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan," ujarnya.

Ia berharap film yang dibuat bersama timnya dapat menggugah kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus melestarikan budaya sebagai identitas bangsa.

Tim produksi film terdiri dari Owen Evandaru sebagai penulis naskah, sutradara, editor, penata pencahayaan, serta penanggung jawab penyewaan dan perizinan peralatan. Alexandria Lofendicta Geraldine bertugas sebagai pembuat storyboard, kamerawan, dan penyedia properti.

Sementara Fransiskus Sebastyan Sulistyo berperan sebagai kamerawan, penata pencahayaan, editor, sekaligus mengurus penyewaan dan perizinan alat.

Sementara itu, Koordinator Lomba SMA Dempo, Juwi Ramadhan, mengakui bahwa persiapan menghadapi FLS3N tahun ini berlangsung dalam waktu yang cukup singkat.

Hal itu karena bertepatan dengan berbagai agenda sekolah, seperti perayaan Paskah, lomba paduan suara antarkelas, dan kegiatan lainnya.

"Persiapan kami memang belum maksimal sehingga hasilnya belum sepenuhnya memuaskan. Namun secara keseluruhan, prestasi tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.

Juwi menjelaskan, pada tahun lalu SMA Dempo baru kembali mengikuti FLS3N setelah cukup lama tidak berpartisipasi.

Saat itu sekolah berhasil meraih Juara II Solo Vokal Putra dan Juara Harapan II Gitar Solo.

Pada FLS3N 2026, jumlah prestasi yang diraih meningkat menjadi empat penghargaan, yakni Juara II Solo Vokal Putra, Juara III Solo Vokal Putra, Juara II Gitar Solo, dan Juara Harapan I Film Pendek.

"Secara kuantitas prestasi mengalami peningkatan. Ke depan kami akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas latihan agar hasil yang diraih semakin baik," tegasnya.

Ia berharap semakin banyak siswa yang tertarik mengikuti berbagai cabang lomba pada FLS3N di tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, tingginya partisipasi peserta didik yang didukung dengan persiapan yang matang akan menjadi modal penting untuk meraih prestasi yang lebih membanggakan.

"Semoga animo siswa terus meningkat. Dengan persiapan yang lebih baik, kami optimistis prestasi yang diraih juga akan semakin baik," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAjeng Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia