Giatkan Digitalisasi: Dosen Unipma Madiun dan Guru SDN 02 Manisrejo Integrasikan AI dalam Modul Ajar
Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus menunjukkan akselerasi signifikan seiring meningkatnya kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi. SDN 02 Manisrejo Kota Madiun bersama Unipma Madiun.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MADIUN – Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus menunjukkan akselerasi signifikan seiring meningkatnya kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi. SDN 02 Manisrejo Kota Madiun bersama Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) menggelar In House Training (IHT). Kegiatan ini berfokus pada pengembangan modul ajar inovatif berbasis pembelajaran mendalam yang terintegrasi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar.
Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada 19–21 Mei 2026, dan terus dikembangkan sampai saat ini. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pendidik menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan literasi digital, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Narasumber dari Unipma Madiun, Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi guru di lapangan, khususnya dalam menyusun perangkat pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, integrasi AI dalam modul ajar bukan hanya sekadar inovasi, tetapi menjadi kebutuhan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, personal, dan interaktif.
Kegiatan IHT di SDN 02 Manisrejo Kota Madiun tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menekankan praktik langsung. Guru dilatih memahami konsep pembelajaran mendalam (deep learning), kemudian diarahkan untuk mengimplementasikan teknologi Artificial Intelligence dalam penyusunan modul ajar sesuai kurikulum sekolah dasar.
Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk langsung mengaplikasikan materi pelatihan ke dalam konteks pembelajaran nyata di kelas.
“Konsep acara ini adalah diskusi interaktif terkait pemahaman konsep pembelajaran mendalam, pengenalan pemanfaatan AI dalam pendidikan, hingga praktik penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan teknologi digital,” ungkap Dr. Linda.
Guru juga didorong untuk mengembangkan strategi evaluasi pembelajaran berbasis teknologi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Tingkat pemahaman guru terhadap kerangka pembelajaran mendalam mencapai 92 persen, sementara pemahaman penggunaan AI dalam penyusunan modul ajar mencapai 90 persen. Selain itu, 90 persen peserta mampu mempraktikkan penyusunan modul ajar berbasis AI secara langsung, dengan tingkat kepuasan terhadap kegiatan mencapai 94 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa program IHT tidak hanya berhasil meningkatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis teknologi. Hal ini menjadi indikator bahwa transformasi digital di lingkungan sekolah dasar mulai berjalan secara progresif dan terarah.
“Setelah pelatihan ini, akan dilanjutkan pendampingan berkelanjutan bagi guru, pembentukan tim pengembang modul ajar di sekolah, implementasi modul dalam pembelajaran, serta monitoring dan evaluasi berkala” ungkap Tunjung Dwi Untari, kepala SDN 02 Manisrejo.
Langkah ini bertujuan memastikan bahwa hasil pelatihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses belajar mengajar. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Guru tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi yang sebelumnya belum banyak diterapkan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi pendidikan dasar. UNIPMA Madiun melalui kegiatan pengabdian ini menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi, khususnya dalam pengembangan kompetensi guru di era digital. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

