Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa Program Doktor UNJ Dampingi Mahasiswa Calon Guru Malaysia Kembangkan Promosi Kesehatan Digital

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), tantangan terbesar promosi kesehatan bukan lagi sekadar menyediakan informasi, tetapi memastikan masyarakat mampu me

TIMES Indonesia,
Mahasiswa Program Doktor UNJ Dampingi Mahasiswa Calon Guru Malaysia Kembangkan Promosi Kesehatan Digital
Tim 6 Program Doktor Ilmu Manajemen FEB Universitas Negeri Jakarta bersama mahasiswa Institute of Teacher Education Malaysia (IPGM).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Jakarta Timur Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), tantangan terbesar promosi kesehatan bukan lagi sekadar menyediakan informasi, tetapi memastikan masyarakat mampu memahami, memilah dan memanfaatkan informasi kesehatan secara benar.

Berangkat dari tantangan tersebut, mahasiswa rogram Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama mahasiswa Institute of Teacher Education Malaysia (IPGM) dengan mengusung pendekatan partisipatif berbasismasalah.

Advertisement

Tim PKM terdiri atas dr. Sofia, M.K.M., Rima Kusumah Dewi, S.ST., M.Keb., M.I.Kom., Malahayati, S.E., M.Ak., dan Sudarlin Yusuf, S.H., M.I.Kom.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJ secara langsung yaitu Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Umi Widyastuti, SE, ME.

Yang juga merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu ManajemenFEB UNJ. Kegiatan ini juga didukung oleh para fasilitator dari Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNJ, yaitu Rizaldi Mumin, MBA, Rissa Hanny, Fismayatni Cholifah, Doni Sihotang, dan Fera Nelfianti, yang memberikan pendampingan, serta berbagi pengalaman selama implementasi kegiatan.

Berbeda dengan pelatihan yang umumnya langsung menyampaikan materi, kegiatan ini diawali dengan mengajak peserta mengidentifikasi sendiri berbagai persoalan yang mereka hadapi terkait kesehatan, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi.

Proses identifikasi dilakukanmenggunakan teknik Metaplan, yaitu metode fasilitasi partisipatif yang mendorong seluruh peserta menyampaikan gagasan melalui sticky notes, kemudianmengelompokkannya menjadi tema-tema prioritas untuk didiskusikan bersama.

Advertisement

Melalui proses tersebut, peserta mengemukakan berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari maraknya informasi kesehatan yang belum tentu benar di media digital, keterbatasan kemampuan memverifikasi informasi, meningkatnya penggunaan AI tanpapemahaman yang memadai, hingga kebutuhan akan media promosi kesehatan yang menarik namun tetap mudah dibuat dengan sumber daya yang terbatas.

Hasil identifikasi masalah menjadi dasar dalam menyusul materi pendampingan. Dengan demikian, solusi yang diberikan benar-benar berangkat dari kebutuhan peserta, bukan semata-mata berdasarkan asumsi penyelenggara.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, tim kemudian memberikan pendampingan melalui penguatan health literacy, digital health literacy, serta pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Peserta juga dibimbing memanfaatkan berbagai platform digital yang mudah diakses untuk menghasilkan materi promosi kesehatan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat digital saat ini.

Selama proses pendampingan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh supervision dalam mengembangkan ide, menyusun pesan kesehatan, mendesain media edukasi digital, serta mengevakuasi kesesuaian konten dengan kebutuhan sasaran.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan materi promosi kesehatan yang lebih relevan dan aplikatif.

Menurut Tim, penggunaan AI dalam kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat bantu yang dapat mempercepat proses pengembangan media edukasi kesehatan.

Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis, memahami bukti ilmiah, serta mempertimbangkan aspek etika tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses penyusunan konten.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta didorong untuk Bertransformasi dari sekadar penerima informasi menjadi Health Ambassador, yaitu individu yang mampu mengidentifikasi persoalan kesehatan di lingkungannya, menyusun solusi komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana untuk menyebarluaskan informasi kesehatan yang benar.

Selain meningkatkan kompetensi peserta, kegiatan ini juga memperkenalkan sebuah pendekatan promosi kesehatan digital yang dapat direplikasi oleh berbagai institusi pendidikan.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa pengembangan program promosi kesehatan sebaiknya diawali dengan identifikasi kebutuhan peserta, dilanjutkan dengan pendampingan dan supervisi yang berkesinambungan, sebelum memanfaatkan teknologi digital sebagai media implementasi.

Tim berharap pengalaman kolaborasi antara UNJ dan Institute of Teacher Education Malaysia ini dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan promosi kesehatan yang lebih partisipatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di era transformasi digital. (*)

***

*) Oleh: Tim 6 PKM Mobile Academy, Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Negeri Jakart

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia