Dukung Budaya dan Pariwisata Lokal, Universitas Ma Chung Hadiri Grebeg Sesucen Desa Sanankerto
Melalui sinergi ini, khususnya dengan kolaborasi bersama Universitas Ma Chung dan berbagai pihak lainnya, tradisi Grebeg Sesucen 1001 Tumpeng diharapkan tidak hanya menjadi ritual budaya lokal

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Universitas Ma Chung menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi lokal dengan menghadiri tradisi tahunan Grebeg Sesucen 1001 Tumpeng di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Kehadiran ini sekaligus menjadi bukti eratnya hubungan kerja sama yang telah terjalin antara pihak kampus dan desa wisata tersebut.
Grebeg Sesucen merupakan agenda kebudayaan masyarakat Desa Sanankerto yang digelar setiap tahunnya di bulan Suro dalam kalender Jawa.
Tradisi ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus doa bersama agar Desa Sanankerto senantiasa menjadi desa yang gemah ripah loh jinawi (makmur, tenteram, dan subur).
Tahun ini, kemeriahan acara terlihat dari partisipasi aktif 23 RT di Desa Sanankerto yang mengarak tumpeng-tumpeng mereka.
Suasana budaya semakin kental dengan ditampilkannya kesenian khas seperti Tarian Turian Tapada serta Atraksi Bambu yang memukau para penonton
Kolaborasi Berkelanjutan Sejak 2021
Hubungan antara Universitas Ma Chung dan Desa Sanankerto bukanlah hal baru.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Ma Chung, Wawan Eko Yulianto, PhD. mengungkapkan bahwa kedua belah pihak telah aktif berkolaborasi sejak 2021 melalui berbagai program strategis.
"Kolaborasi erat ini dilakukan melalui banyak sekali program, mulai dari PKKM (Program Kompetisi Kampus Merdeka) mahasiswa, hingga kuliah tamu untuk mahasiswa program English for Global and Creative Communication dengan peminatan Tourism untuk belajar langsung mengenai pengembangan Desa Sanankerto," jelas Wawan.
Lebih lanjut, Universitas Ma Chung juga terlibat langsung dalam membantu program penyusunan sertifikasi desa wisata berkelanjutan (sustainable tourism village) Desa Sanankerto.
Pihak universitas berharap rencana kerja sama ke depan dapat berjalan semakin erat dan berkelanjutan.
Kepala Desa Sanankerto, H Subur, SE, menyampaikan rasa terima kasih dan syukurnya atas kelancaran acara bersih desa ini.
"Saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara bersih desa ini kepada para sesepuh, pinisepuh, dan seluruh warga desa. Semoga acara ini membawa manfaat baik bagi Bapak dan Ibu semuanya," pungkasnya.
Melalui sinergi ini, khususnya dengan kolaborasi bersama Universitas Ma Chung dan berbagai pihak lainnya, tradisi Grebeg Sesucen 1001 Tumpeng diharapkan tidak hanya menjadi ritual budaya lokal, tetapi juga mampu mendongkrak daya tarik sektor pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Malang di masa yang akan datang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

