Advertisement
Indonesia Positif

Cetak 148 SDM Maritim Andal, KSOP Kalianget Gandeng Poltekpel Surabaya

KSOP Kelas IV Kalianget bersama Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya kembali menggelar Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Angkatan IV Tahun 2026 sebagai bagian dari strategi mencetak tenaga kerja maritim yang profesional

TIMES Indonesia,
Cetak 148 SDM Maritim Andal, KSOP Kalianget Gandeng Poltekpel Surabaya
Pembukaan Diklat DPM KSOP Kelas IV Kalianget bersama Poltekpel Surabaya. (Foto: Ridwan)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SUMENEP Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) maritim di wilayah kepulauan terus diperkuat. Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget bersama Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya kembali menggelar Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Angkatan IV Tahun 2026 sebagai bagian dari strategi mencetak tenaga kerja maritim yang profesional, kompeten, dan berbudaya keselamatan.

Program yang diinisiasi Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tersebut resmi dibuka di Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, Senin (29/6/2026). Sebanyak 148 peserta dari kalangan siswa SMK maupun masyarakat umum mengikuti pelatihan yang akan berlangsung hingga 7 Juli 2026.

Advertisement

Pembukaan diklat dihadiri unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Kalianget dan dipimpin langsung Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, SH., M.Hum.

Menurut Azwar Anas, program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi masyarakat di sektor transportasi laut sekaligus memperkuat budaya keselamatan pelayaran, terutama di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Sumenep.

"Selamat datang kepada seluruh peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang berasal dari SMK maupun masyarakat umum, baik dari Kabupaten Sumenep maupun luar daerah. Semoga pelatihan ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di sektor transportasi laut," ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia. Selain itu, program juga berpedoman pada Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor PK.09/BPSDMP-2017 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Pelaut serta Peraturan Kepala BPSDMP Nomor PK.03/BPSDMP-2018 mengenai Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri transportasi laut nasional.

Advertisement

Selama mengikuti pelatihan, para peserta akan mendapatkan tiga materi utama yang menjadi kompetensi dasar di dunia pelayaran, yakni Basic Safety Training (BST), Security Awareness Training (SAT), dan Advance Fire Fighting (AFF).

Pelatihan BST bertujuan membangun kesadaran peserta mengenai pentingnya keselamatan kerja, pencegahan kecelakaan, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja maritim.

Sementara itu, Security Awareness Training memberikan pemahaman mengenai sistem keamanan kapal serta langkah-langkah menjaga stabilitas keamanan selama pelayaran.

Adapun Advance Fire Fighting membekali peserta kemampuan menggunakan peralatan pemadam kebakaran sekaligus prosedur penanganan kebakaran apabila terjadi insiden di atas kapal.

Azwar Anas menilai ketiga kompetensi tersebut menjadi bekal mendasar yang harus dimiliki tenaga kerja maritim agar mampu bekerja secara profesional sekaligus mendukung peningkatan standar keselamatan pelayaran nasional.

"Pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mencetak tenaga kerja maritim yang memiliki kompetensi, disiplin, serta kesadaran tinggi terhadap aspek keselamatan dan keamanan pelayaran," tegasnya.

Menurutnya, kebutuhan SDM transportasi laut yang kompeten akan terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas pelayaran nasional, terutama di kawasan kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut sebagai urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Kabupaten Sumenep sendiri memiliki karakteristik geografis yang terdiri atas puluhan pulau berpenghuni. Kondisi tersebut menjadikan keselamatan pelayaran sebagai salah satu faktor utama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik.

Karena itu, peningkatan kualitas SDM maritim dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut.

Azwar juga menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Pelayaran Surabaya yang kembali mempercayakan Kabupaten Sumenep sebagai lokasi penyelenggaraan Diklat Pemberdayaan Masyarakat tahun ini.

Menurutnya, kolaborasi antara KSOP Kalianget dan Poltekpel Surabaya diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan kompetensi di bidang pelayaran.

"Kami berharap kerja sama ini terus berkesinambungan sehingga masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah kepulauan, memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan pelatihan maritim yang berkualitas," katanya.

Program Diklat Pemberdayaan Masyarakat sepenuhnya didanai oleh Politeknik Pelayaran Surabaya sebagai bagian dari komitmen pemerintah memperluas pemerataan peningkatan kompetensi masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap lahir SDM transportasi laut yang profesional, terampil, berdaya saing, serta mampu mendukung terciptanya pelayaran yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Kehadiran tenaga kerja maritim yang berkualitas juga diharapkan mampu memperkuat sektor transportasi laut nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kepulauan, termasuk di Kabupaten Sumenep. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia