Embassy Goes to Campus 2026 Perkuat Langkah UNJ Menuju Universitas Bereputasi Global
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui penyelenggaraan "Embassy Goes to Campus: Education and Culture Festival 2026".

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui penyelenggaraan "Embassy Goes to Campus: Education and Culture Festival 2026". Kegiatan yang digelar oleh Kantor Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ, Selasa (30/6), menjadi salah satu agenda internasional terbesar yang pernah diselenggarakan UNJ bahkan kampus di Indonesia dengan menghadirkan para duta besar, pejabat diplomatik, serta perwakilan kedutaan besar dari berbagai negara.
Festival yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, menjadi wujud nyata strategi internasionalisasi universitas dalam memperkuat kerja sama pendidikan, memperluas peluang mobilitas akademik, sekaligus menghadirkan pengalaman global secara langsung bagi sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Andy Hadiyanto menyampaikan apresiasi kepada para duta besar, kepala misi diplomatik, atase pendidikan, atase kebudayaan, serta seluruh perwakilan kedutaan besar negara sahabat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran para diplomat merupakan kehormatan sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara UNJ dengan komunitas internasional.
Ia menegaskan bahwa dinamika dunia yang semakin terbuka menuntut perguruan tinggi untuk membangun kolaborasi lintas negara sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para diplomat, mengenal sistem pendidikan tinggi di berbagai negara, mempelajari peluang beasiswa, program pertukaran mahasiswa, hingga menjalin jejaring internasional yang akan bermanfaat bagi pengembangan karier mereka di masa depan," ujar Andy.
Ia berharap setiap booth kedutaan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai peluang baru, baik dalam bentuk kerja sama akademik, pertukaran budaya, maupun kemitraan internasional yang berkelanjutan. Kepada mahasiswa, Andy juga berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan aktif berdiskusi, menggali informasi, dan memperluas wawasan global tanpa meninggalkan identitas sebagai generasi Indonesia.
"Jadilah warga dunia yang memiliki perspektif global, namun tetap bangga terhadap identitas dan nilai-nilai ke-Indonesiaan," pesannya.
Sebanyak lebih dari 500 peserta yang terdiri atas mahasiswa, siswa, guru, dan masyarakat umum memadati Aula Latief Hendraningrat sejak pagi hingga sore hari. Mereka mengunjungi berbagai booth pameran internasional yang menghadirkan informasi mengenai sistem pendidikan tinggi, peluang beasiswa, pertukaran mahasiswa, bahasa, budaya, hingga potensi kerja sama akademik dari berbagai negara.
Sebanyak 12 negara turut berpartisipasi dalam festival ini, yaitu Australia, Mesir, Prancis, Yunani, Iran, Italia, Jepang, Maroko, Meksiko, Palestina, Rusia, dan Taiwan. Kehadiran para diplomat menjadikan UNJ seolah berubah menjadi miniatur dunia, tempat berbagai bangsa bertemu, berdialog, dan saling mengenal melalui pendidikan dan kebudayaan.
Selain pameran internasional, panggung utama juga menghadirkan berbagai sesi berbagi bersama perwakilan Australia, Rusia, Italia, Taiwan, dan Iran. Para peserta memperoleh informasi langsung mengenai sistem pendidikan tinggi, peluang studi lanjut, serta berbagai skema beasiswa internasional.
Italia memperkenalkan jalur pendidikan mulai dari jenjang sarjana hingga doktor beserta berbagai pilihan beasiswa. Rusia menjelaskan kekayaan budaya dan sejarah negaranya sekaligus peluang memperoleh beasiswa Pemerintah Rusia. Australia memperkenalkan Australia Awards Scholarship serta berbagai peluang kolaborasi bersama LPDP. Sementara itu, Taiwan dan Iran turut memperkenalkan perkembangan pendidikan tinggi di negaranya serta kesempatan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai persyaratan studi, peluang pertukaran mahasiswa, hingga prospek kerja sama penelitian internasional.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari para kepala perwakilan diplomatik yang hadir. Duta Besar Mesir untuk Indonesia, H.E. Yasir El Shemy, yang untuk kelima kalinya mengunjungi UNJ, menyampaikan apresiasi atas konsistensi UNJ dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan internasional. Menurutnya, langkah tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan reputasi universitas di tingkat global. Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk mendorong semakin banyak negara Arab berpartisipasi dalam penyelenggaraan Embassy Goes to Campus pada masa mendatang.
Salah satu booth yang paling ramai dikunjungi adalah booth Palestina. Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Abdul Fatah Al Sathry, tampak berbaur bersama mahasiswa, menyapa para pengunjung, serta membagikan kurma dan kopi khas Palestina. Menjelang penutupan acara, ia memberikan kejutan dengan menyajikan hidangan nasional Palestina, Maqlubah, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.
Menurutnya, Embassy Goes to Campus merupakan ruang yang sangat baik untuk membangun saling pengertian, mempererat persahabatan antarbangsa, dan menumbuhkan penghargaan terhadap keberagaman budaya melalui pendidikan.
Di penghujung acara, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, turut mengunjungi area pameran dan berdialog dengan mahasiswa serta sivitas akademika UNJ. Ia berharap semakin banyak mahasiswa dan dosen UNJ berkunjung ke Iran untuk mengembangkan kerja sama akademik, penelitian, serta pertukaran mahasiswa dan dosen. Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi di Iran memiliki reputasi internasional yang dapat menjadi mitra strategis bagi UNJ.
Selain para duta besar, kegiatan ini juga dihadiri para pejabat diplomatik setingkat atase, konsul, maupun First Secretary dari Yunani, Meksiko, Italia, dan Rusia yang aktif berdiskusi mengenai peluang kerja sama pendidikan tinggi bersama UNJ.
Antusiasme peserta terus terlihat hingga penutupan acara. Setiap booth dipenuhi pengunjung yang ingin memperoleh informasi langsung dari para diplomat maupun staf kedutaan. Pada kanvas yang disediakan panitia, banyak peserta menuliskan kesan positif setelah mengikuti kegiatan. Sebagian besar mengaku memperoleh wawasan baru mengenai peluang studi dan beasiswa internasional, bahkan tidak sedikit mahasiswa yang menyatakan tekad untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri setelah mengikuti festival tersebut.
Penyelenggaraan Embassy Goes to Campus 2026 semakin mempertegas konsistensi UNJ dalam mengembangkan internasionalisasi kampus. Dalam beberapa tahun terakhir, UNJ aktif menghadirkan berbagai agenda internasional, seperti Forum Negara-Negara Frankofoni, Forum Bahasa-Bahasa Eropa, Myanmar Day, UAE Day, Egypt Day, Festival Film Iran, Festival Sastra Filipina, hingga berbagai kompetisi internasional bersama mitra perguruan tinggi dunia.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyediaan beasiswa bagi mahasiswa internasional dari negara-negara konflik, perluasan penerimaan mahasiswa asing melalui program KNB Scholarship dan TIAS Scholarship, serta penguatan berbagai kemitraan strategis dengan perguruan tinggi di berbagai kawasan dunia.
Melalui Embassy Goes to Campus: Education and Culture Festival 2026, UNJ kembali menegaskan bahwa diplomasi pendidikan, kolaborasi internasional, dan pertukaran budaya telah menjadi bagian dari budaya akademik kampus. Dengan jejaring global yang terus berkembang, UNJ semakin optimistis memperkuat posisinya sebagai universitas bereputasi dunia yang menghadirkan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berdaya saing internasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

