Kisah Firman, Dari Suka Menggambar Kini Menghasilkan Cuan dari Manga
Menggambar merupakan salah satu cara menuangkan sebuah ide ataupun imajinasi melalui kertas. Hal itulah yang melandasi Firman Abdul Aziz dalam menjalani produktivitasnya.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Menggambar merupakan salah satu cara menuangkan sebuah ide ataupun imajinasi melalui kertas. Hal itulah yang melandasi Firman Abdul Aziz dalam menjalani produktivitasnya.
Ia menjadikan aktivitas ini sebagai hobi untuk melatih teknik penggambarannya sejak di bangku sekolah hingga mengambil kesempatan magang di dunia ilustrasi.
Kini, lewat ketekunan yang konsisten, ia bisa bekerja secara remote (jarak jauh) dari rumah melalui media gambar digital.
Bagi Firman, hobi menggambar bukanlah sekadar mencoret-coret kertas kosong untuk mengisi waktu luang.
Aktivitas yang ia rintis sejak masa sekolah di jurusan Animasi SMKN 4 Malang ini sekarang justru bertransformasi menjadi pekerjaan utamanya.
Menariknya, ia tidak perlu terbang ke luar negeri untuk melakoni profesi mentereng ini, melainkan cukup dari rumah untuk melayani pasar kreatif internasional.
Ketertarikan pemuda lulusan SMKN 4 Malang ini pada dunia ilustrasi sebenarnya berawal dari hal yang sederhana, yaitu kegemarannya menonton anime.
Karena ingin membuat sesuatu dari modal gambar tersebut, Firman mulai serius belajar menggambar dan memantapkan langkahnya dengan mengambil jurusan Animasi semasa sekolah.
Namun, jalan menuju kesuksesan tidak langsung terbentang mulus setelah ia lulus sekolah.
Firman sempat merasakan pahitnya dunia kerja ketika lamaran miliknya ditolak hingga 20 kali di berbagai tempat. Bukannya putus asa atau ganti haluan, tolakan tersebut justru membuatnya penasaran.
Firman akhirnya memutar otak dan mencoba lebih rajin mengikuti berbagai kompetisi ilustrasi internasional melalui internet. Dari kegigihan itulah kesempatan besar terbuka luas.
Salah satu karya gambar miliknya berhasil menarik perhatian Mangaka (komikus Jepang), hingga akhirnya ia mendapatkan editor dan dipercaya sebagai asisten mangaka resmi.
Bekerja jarak jauh lintas negara ternyata memiliki tantangan nyata yang tidak mudah. Firman blak-blakan mengaku sempat berada di titik paling bawah akibat kendala komunikasi dalam bahasa Jepang.
Tantangan lainnya adalah kesulitan saat ia harus memproduksi naskah cerita secara mandiri , belum lagi tekanan mental karena harus bolak-balik menyesuaikan gaya gambarnya dengan standar dan keinginan editor di Negeri Sakura.
Meski berat, semua proses melelahkan itu rasanya sangat sebanding dengan hasil yang didapatkan.
Bagi Firman, pekerjaan ini bukan cuma masalah mencari uang untuk bertahan hidup, melainkan menjadi batu loncatan demi mengejar target jangka panjangnya.
"Momen paling membanggakan buat saya itu pas pertama kali dapet kerja sama dengan editor dan keterima jadi asisten manga," kata Firman saat mengenang awal karir profesionalnya.
Target besarnya di masa depan adalah merilis serial manga orisinil buatannya sendiri.
Tips Sukses Industri Manga Global
Bagi masyarakat atau generasi muda yang ingin menyusul jejaknya di industri manga global, Firman membagikan empat tips krusial:
- Mental yang Kuat: Siapkan mental yang kokoh sebagai pondasi dasar karena industri ini sangat kompetitif.
- Jangan Abaikan Peluang: Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan kecil apa pun yang datang menghampiri.
- Asah Keseimbangan Skill: Melatih keseimbangan antara kemampuan visual (menggambar) dan kemampuan bercerita (storytelling).
- Optimalkan Internet: Manfaatkan internet secara maksimal untuk aktif mencari informasi tentang perkembangan industri manga global.
(Pewarta: Ardiansyah Pandu Arliyadi_Mahasiswa Ilkom FISIP UNMER Malang)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

