Advertisement
Indonesia Positif

21 Dosen Tembus Top 5 Persen Scientist Dunia, UM Malang Genjot Budaya Menulis Ilmiah

UM Malang memberikan penghargaan kepada 21 dosen yang masuk jajaran Top 5 persen Scientist berdasarkan pemeringkatan SciRank Global.

TIMES Indonesia,
21 Dosen Tembus Top 5 Persen Scientist Dunia, UM Malang Genjot Budaya Menulis Ilmiah
Beberapa dosen yang diberikan penghargaan oleh Rektor UM. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Universitas Negeri Malang (UM Malang) memberikan penghargaan kepada 21 dosen yang masuk jajaran Top 5 persen Scientist berdasarkan pemeringkatan SciRank Global, yaitu pemeringkatan independen internasional yang menilai produktivitas, kualitas, serta dampak ilmiah para peneliti dunia secara transparan dan berbasis data.

Rektor UM, Prof. Hariyono mengatakan bahwa ini adalah bentuk apresiasi kampus atas karya ilmiah para dosen. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap lingkungan atmosfer akademik UM. 

Advertisement

“Ini adalah apresiasi atas kolega-kolega kami yang memiliki prestasi di atas rata-rata,” jelasnya saat Konferensi Pers, Rabu (1/7/2026). 

Rektor UM, Prof. Hariyono saat memberikan penghargaan kepada salah satu dosen. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Rektor UM, Prof. Hariyono saat memberikan penghargaan kepada salah satu dosen. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Lebih lanjut, Prof. Hariyono mengatakan bahwa budaya tulis di UM masih belum optimal, sehingga para dosen peraih pemeringkatan ini sebagai penggerak utama penguatan budaya tulis jurnal ilmiah di lingkungan UM. 

Ia juga mendorong untuk para dosen untuk meningkatkan kolaborasi dengan melibatkan sivitas akademika lain, terutama mahasiswa.  Ia yakin bahwa mahasiswa dapat meneruskan ide, tradisi, dan budaya yang saat ini sedang dibangun tersebut. 

“Teman-teman lain bisa melibatkan mahasiswa supaya budaya menulis ini bisa menular ke kolega lainnya,” imbuhnya. 

Sementara itu, Wakil Rektor III UM, Prof. Markus Diantoro menambahkan bahwa salah satu indikator utama dalam pemeringkatan tersebut adalah jumlah sitasi terhadap karya ilmiah yang dihasilkan peneliti. Menurutnya, sekitar 50 persen bobot penilaian berasal dari seberapa banyak publikasi seorang peneliti dirujuk oleh karya ilmiah lainnya.

Advertisement

“Salah satu kriteria penilaian ini adalah 50 persen dari bobotnya adalah dijadikan rujukan oleh peneliti lain,” tambahnya. 

Ia mengatakan bahwa hasil kerja keras ini tidak berdiri sendiri, tetapi membutuhkan kontribusi banyak sivitas akademika UM bahkan luar negeri yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. 

Selain itu, keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam proses penelitian, baik melalui kegiatan laboratorium maupun penelitian lapangan sesuai bidang keilmuan masing-masing

“Saya akui ini prosesnya tidak mudah, prestasi ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari dosen junior, dosen senior, bahkan yang ada di luar negeri, kegiatan akademik mahasiswa juga menjadi hal penting,” katanya. 

Lanjutnya, para dosen tersebut tidak hanya produktif menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga aktif membimbing dosen-dosen muda serta mahasiswa dalam meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi.

Prof. Markus juga mengatakan bahwa prestasi tersebut membuka peluang jejaring internasional bagi UM. Ia berharap capaian ini semakin meningkatkan kepercayaan mitra internasional, calon kolaborator dari berbagai negara, maupun dunia industri untuk menjalin kerja sama dengan UM. 

“Nama-nama tersebut sudah dikenal banyak kolega dari luar UM, harapannya ini bisa meningkatkan kepercayaan mitra dan menjadi nilai promosi UM yang baik,” imbuhnya. 

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang, Prof. Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.MT., Ph.D., turut menambahkan bahwa pemeringkatan ini bukanlah akhir, lanjutnya, tantangan utama saat ini adalah mempertahankan dan menambah jumlah peneliti UM berkelas dunia. 

“Pengakuan dunia bukanlah garis akhir, ini adalah langkah awal 21 dosen membuka jalan dan membuktikan bahwa UM bisa tampil di panggung dunia,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia