Workshop Peningkatan Kompetensi Guru, Yayasan PP An-Nur 2 Al Murtadlo Malang Siapkan Pendidik Berkualitas dan Inspiratif
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang baik serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Guru SMA An-Nur Bululawang Malang mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren Wisata An-Nur 2 Bululawang pada Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema 'Membangun Guru Berkualitas, Berkarakter, dan Menginspirasi dalam Mewujudkan Pendidikan yang Unggul' ini menjadi salah satu upaya yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik di lingkungan lembaga pendidikan An-Nur 2.
Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang pendidikan. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Akhmad Muwafik Saleh, M.Si., dosen Universitas Brawijaya, dengan tema 'Peningkatan dan Pengembangan Kualitas Bekerja dengan Hati Nurani'.
Selanjutnya, Prof. Dr. Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd, dosen Universitas Negeri Malang, menyampaikan materi bertajuk 'Guru sebagai Magnet, Motivator, dan Inspirator dalam Mengembangkan Passion Murid'.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo, Dr. Fathul Bari, S.S., M.Ag., menegaskan bahwa workshop ini merupakan bentuk kepedulian Yayasan Pendidikan An-Nur 2 dalam menciptakan guru yang memiliki integritas, kompetensi serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada metode pembelajaran yang digunakan, tetapi juga ditentukan oleh kualitas pribadi seorang guru.
"Metode itu penting, tetapi kompetensi seorang guru jauh lebih penting," tegasnya di hadapan seluruh peserta workshop.
Dr. Fathul Bari berharap kegiatan ini dapat melahirkan guru-guru yang lebih kreatif, inovatif, dan progresif dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan meningkatnya kualitas guru, diharapkan peserta didik semakin tertarik untuk belajar sehingga mampu menciptakan proses pendidikan yang unggul dan berdaya saing.
Pada sesi pertama, Dr. Akhmad Muwafik Saleh menekankan pentingnya menempatkan adab di atas ilmu.
Menurutnya, guru harus menjadi contoh nyata dalam menerapkan nilai-nilai adab kepada peserta didik. Ia juga mengingatkan bahwa salah satu hal yang mulai hilang dalam dunia pendidikan modern adalah keberkahan ilmu yang lahir dari akhlak dan keteladanan.
Ia menjelaskan bahwa setiap persoalan memiliki cara penyelesaian yang berbeda.
Seorang guru yang berkualitas harus berani keluar dari kebiasaan lama untuk menemukan solusi terbaik terhadap setiap permasalahan, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dan prinsip yang diyakini.
Di akhir pemaparannya, Dr. Akhmad menyampaikan bahwa guru harus menjadi sosok yang kuat, berkarakter, dan inspiratif.
Ia menjelaskan bahwa tindakan seseorang dipengaruhi oleh perasaan, kemudian membentuk pikiran, tindakan, kebiasaan, karakter, hingga akhirnya menentukan nasib seseorang.
Sementara itu, Prof. Dr. Dra. Hj. Umi Dayati, M.Pd. membuka materinya dengan kutipan, 'Knowledge is Power, but Character is More'.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang baik serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Guru harus mendidik dengan hati, penuh empati, serta menjadi role model bagi peserta didik.
Selain itu, Prof. Umi menekankan pentingnya guru memahami potensi dirinya sebelum membantu peserta didik menemukan potensinya.
Ia juga mendorong sekolah untuk membangun komunikasi yang baik dengan orang tua sebagai mitra pendidikan.
Menurutnya, guru harus menjadi magnet yang memberikan teladan melalui kedisiplinan, tidak datang terlambat, serta tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.
Melalui workshop ini, diharapkan seluruh guru SMA An-Nur Bululawang semakin profesional dalam menjalankan amanah sebagai pendidik dan mampu mewujudkan pendidikan yang unggul. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

