Advertisement
Indonesia Positif

UM Luncurkan PJJ Bagi Magister, Jawab Permintaan Tinggi Masyarakat di Daerah

Universitas Negeri Malang (UM Malang) resmi membuka Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa Magister UM mulai semester genap tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I UM,  Prof Ibrahim Bafadal dalam Konferensi Pers, Rabu (1/7/2026).

TIMES Indonesia,
UM Luncurkan PJJ Bagi Magister, Jawab Permintaan Tinggi Masyarakat di Daerah
ILUSTRASI: UM luncurkan kelas PJJ bagi jenjang megister. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Universitas Negeri Malang (UM Malang) resmi membuka Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa Magister UM mulai semester genap tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor I UM,  Prof Ibrahim Bafadal dalam Konferensi Pers, Rabu (1/7/2026). 

Jelasnya, pembukaan PJJ dilatarbelakangi oleh banyaknya permintaan masyarakat untuk kampus membuka kelas di beberapa daerah karena alasan pekerjaan dan lainnya sehingga tidak memungkinkan untuk datang ke UM secara langsung.

Advertisement

“Banyak masyarakat minta UM membuka kelas di Probolinggo, Blitar, Kutai Timur, dan lainnya, sedangkan sama pemerintah gak boleh, maka kami menginisiasi PJJ ini,” jelasnya. 

Wakil Rektor I UM,  Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
Wakil Rektor I UM,  Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)

Prof. Ibrahim mengatakan bahwa terdapat empat program studi (prodi) yang telah mendapatkan izin terbit dari pemerintah, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Dasar, dan Teknologi Pendidikan. Lanjutnya, dua prodi lainnya yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan Non Formal masih dalam proses persetujuan. 

Ia juga menjelaskan alasan PJJ dikhususkan bagi jenjang magister saja. Menurutnya, untuk jenjang sarjana sudah tersedia Universitas Terbuka, dan untuk jenjang doktoral tidak diperkenankan demi menjaga kualitas pendidikan. 

“Kenapa kok jenjang S2 saja, karena kalau S1 kan sudah ada UT, sedangkan S3 tidak diperkenankan oleh pemerintah karena untuk menjaga kualitasnya,” imbuhnya. 

Terkait pelaksanaan teknis PJJ, Prof. Ibrahim mengatakan bahwa akan ada platform khusus berbasis online. Selain itu, terdapat juga kelas Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) setiap bulan di yang pusatnya berada di kabupaten Kutai Timur (Kalimantan Timur) dan kabupaten Tana Tidung (Kalimantan Utara) bersama mentor khusus. 

Advertisement

“Selain itu kami juga mengatur pertemuan tiap semester supaya mahasiswa saling mengenal satu sama lain,” katanya. 

Terkait biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) PJJ, Prof. Ibrahim menjelaskan bahwa besarannya sama dengan kelas reguler, yaitu mulai Rp8.500.000. 

Lebih lanjut, pemerintah berharap program PJJ dapat menyerap peserta sebanyak-banyaknya. Namun, UM akan tetap menyediakan kuota terbatas sekitar 50 hingga 100 mahasiswa setiap angkatan. 

“Pemerintah berharap PJJ bisa menyerap sebanyak-banyaknya ya, tapi kami tetap akan menyediakan kuota terbatas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, perbedaan PJJ dengan kuliah daring biasa terletak pada adanya persetujuan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), dengan tata kelola, standar layanan, dan penjaminan mutu yang diatur Peraturan Rektor. Sementara itu, kelas daring biasa dapat dilakukan tanpa izin dan tidak dibenarkan secara regulasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia