Beasiswa APERTI BUMN Dikucurkan di Enam Kampus, UISI Gresik Turut Ambil Bagian
Pada tahun kedelapan pelaksanaannya, total pendaftar mencapai 10.244 orang. Setelah diseleksi ketat, ditetapkan 312 penerima beasiswa dengan ribcian 47 beasiswa penuh dan 265 lainya parsial.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Gresik – Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN) kembali memberikan beasiswa kepada putra-putri terbaik bangsa. Salah satunya Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Kabupaten Gresik Jawa Timur.
Beasiswa ini pertama kali diberikan pada 2019 silam, hingga saat ini sudah ada ribuan siswa yang mendapatkan akses pendidikan gratis di enam kampus milik BUMN ini.
Pada tahun kedelapan pelaksanaannya, total pendaftar mencapai 10.244 orang. Setelah diseleksi ketat, ditetapkan 312 penerima beasiswa dengan ribcian 47 beasiswa penuh dan 265 lainya parsial.
Sebagai informasi enam perguruan tinggi BUMN itu di antaranya Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), InstitutTeknologi PLN (ITPLN), Universitas Pertamina (UPER), Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), Telkom University (Tel-U), serta Politeknik Semen Indonesia (Poltek-Si).
Ketua APERTI BUMN, Iwa Garniwa mengatakan beasiswa ini merupakan bentuk komitmen kepedulian perguruan tinggi di bawah naungan perusahaan BUMN.
“Beasiswa ini hadir untuk membuka pintu bagi para pemimpin masa depan, memadukan potensi terbaik anak bangsa guna mewujudkan kemandirian bangsa di era transisi global,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kampus UISI Gresik. Kamis (2/7/2026).
Sementara itu, Rektor UISI Gresik Eka Ananta Sidharta menyampaikan kebanggaannya dan harapan positifnya bagi masa depan pendidikan yang terintegrasi dengan industri
"Kami di UISI, bersama seluruh perguruan tinggi anggota Apert BUMN, merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan transformatif para mahasiswa ini,” ujarnya.
Dikatakan lebih jauh oleh Eka Ananta, kehadiran para siswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa ini diharapkan melahirkan inovasi inovasi baru mendukung ketahanan nasional.
“Kehadiran mereka di kampus-kampus berbasis industri akan mempercepat lahirnya inovasi-inovasi baru yang siap mendukung ketahanan nasional dan keberlanjutan industri di Indonesia,” terangnya.
Komitmen Perluas Akses Internasional
Selain memberikan beasiswa siswa berprestasi, dalam kesempatan tersebut Aperti BUMN juga akan memperkuat kolaborasi dengan dunia Internasional.
“Kami kolaborasi dan komitmen untuk memperkuas akses penguatan akademik di kancah Internasional,” tambah Iwa.
Sementara dalam rapat tersebut menghasilkan kesepakatan empat topik utama yang berorientasi pada perluasan dampak sosial dan penguatan akademik di kancah internasional:
1. Pendidikan Anak Pekerja Migran di Malaysia
Asosiasi ini mewacanakanrencana strategis pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Universitas-universitas anggota aliansi akan berkolaborasi erat dengan Kedutaan Besar (KBRI) di Malaysia guna memfasilitasi akses dan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang layak bagianak-anak pekerja migran Indonesia.
2. Perkuliahan Bersama Lintas Kampus
Guna memperkaya perspektif akademik, aliansi sepakatmenyelenggarakan program kuliah bersama (joint-class) antarmahasiswa di universitas anggota APERTI BUMN.
Program ini akan difokuskan secara khusus pada mata kuliah yang berkaitanlangsung dengan nilai inovasi, kewirausahaan, sertakeberlanjutan (sustainability).
3. Kolaborasi Kemahasiswaan dengan GLU Malaysia
Dalam upaya memperluas jejaring global mahasiswa, APERTI BUMN menjajaki kerja sama bilateral dengan Government-Linked University (GLU) Malaysia untuk penyelenggaraanberbagai program kemahasiswaan bersama secara berkala.
4. Kolaborasi Riset Internasional
Sinergi dengan GLU Malaysia juga diperluas ke ranah akademikformal melalui kesepakatan kolaborasi riset gabungan (joint research) antara dosen dan peneliti dari kedua aliansi, denganfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi tantangan industri regional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

