Advertisement
Indonesia Positif

Unipma Madiun Bina Komunitas Belajar Guru Gugus Kartoharjo melalui Workshop Kokurikuler Berbasis Literasi dan Numerasi

Peningkatan kompetensi melalui pelatihan semacam ini diharapkan dapat menciptakan perubahan nyata dalam praktik pembelajaran di kelas, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah Madiun

TIMES Indonesia,
Unipma Madiun Bina Komunitas Belajar Guru Gugus Kartoharjo melalui Workshop Kokurikuler Berbasis Literasi dan Numerasi
Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. saat memaparkan materi. (FOTO: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MADIUN Upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar kembali diperkuat melalui kegiatan pengembangan kompetensi guru yang diselenggarakan oleh Unipma Madiun di lingkungan Gugus Kartoharjo, Kota Madiun. Kegiatan yang dipusatkan di SDN 01 Kartoharjo ini diikuti oleh sekitar 50 guru dari berbagai sekolah. Kegiatan dimulai 8 Mei 2026, dan sampai saat ini masih terus ada pendampingan.

Kegiatan ini melibatkan 2 Narasumber dari UNIPMA Madiun yaitu Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si dan Dr. Ivayuni Listiani, M.Pd.

Advertisement

Program ini mengusung tema penguatan strategi kokurikuler dengan penekanan pada literasi dan numerasi sebagai kompetensi dasar yang harus diperkuat dalam pembelajaran modern. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pendidik untuk memahami kembali peran kokurikuler sebagai bagian integral dari proses pendidikan yang tidak hanya bersifat tambahan, tetapi menjadi penguat pembelajaran inti di kelas.

Komunitas-Belajar-Guru-Gugus-Kartoharjo-2
Peserta Bina Komunitas Belajar Guru Gugus Kartoharjo, Kota Madiun. (FOTO: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia) 

“Kokurikuler merupakan bagian dari sistem pembelajaran yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa melalui penguatan, pendalaman, dan pengayaan kompetensi intrakurikuler” ungkap Dr. Linda. 

Pendekatan ini diarahkan untuk membentuk siswa yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan problem solving yang kontekstual.

Kegiatan ini juga merujuk pada konsep pengembangan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Guru didorong untuk mampu merancang kegiatan berbasis tema, kolaborasi lintas disiplin, serta pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar. 

Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan yang menekankan pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan bagi peserta didik sesi diskusi, guru diberikan pemahaman mengenai bagaimana kokurikuler dapat dirancang secara sistematis melalui tahapan mulai dari penentuan dimensi profil lulusan, pemilihan tema, penyusunan perencanaan, hingga pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pembelajaran. 

Advertisement

Model ini diharapkan mampu membantu guru mengembangkan pembelajaran yang lebih terstruktur sekaligus fleksibel sesuai kebutuhan peserta didik di lapangan.

Selain itu, materi juga menyoroti pentingnya integrasi berbagai pendekatan pembelajaran seperti project-based learning, inquiry learning, dan problem-based learning yang dapat diadaptasi dalam kegiatan kokurikuler. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus memperkuat pemahaman konsep secara aplikatif.

Narasumber Dr. Ivayuni dalam kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya peran guru sebagai fasilitator pembelajaran yang mampu menciptakan ekosistem belajar yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan sebagai perancang pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk mengeksplorasi, bertanya, dan menemukan solusi secara mandiri.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang menilai bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan pembelajaran saat ini, khususnya dalam menghadapi rendahnya literasi dan numerasi di tingkat pendidikan dasar. Melalui penguatan kokurikuler, guru diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berdampak langsung pada peningkatan kompetensi siswa.

“Hasil diskusi dan penguatan hari ini, akan kami tindaklanjuti di sekolah untuk menyusun modul ajar dan pelaksanaan kokurikuler yang menarik” ungkap Siti Khotifah salah satu peserta. 

Peningkatan kompetensi melalui pelatihan semacam ini diharapkan dapat menciptakan perubahan nyata dalam praktik pembelajaran di kelas, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan di wilayah Kota Madiun. 

Harapannya para guru mampu mengimplementasikan konsep kokurikuler secara lebih efektif di sekolah masing-masing, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada capaian kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter, literasi, numerasi, dan keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan oleh peserta didik di masa depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia