Sowan ke PCNU, PKB Banyuwangi Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Nahdliyin
Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi silaturahmi ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Komitmen Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi dalam menyerap dan mengawal aspirasi warga Nahdliyin kembali ditegaskan melalui kunjungan silaturahmi ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Kamis (2/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPC PKB Banyuwangi dipimpin Ketua DPC PKB Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, M.Si., bersama Ketua Fraksi PKB DPRD Banyuwangi yang juga Bendahara DPC PKB Banyuwangi, Arvy Rizaldy, S.E.
Kedatangan mereka disambut hangat Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi; Wakil Ketua, Drs. H. Guntur; Sekretaris, H. Moh. Bisri Mustofa, M.Pd; Bendahara, H. Junaedi, S.H., M.M; beserta sejumlah pengurus lainnya.
Ketua DPC PKB Banyuwangi, Dr. Zaki Al Mubarok, M.Si., mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen PKB untuk menjaga hubungan yang erat dengan NU. Menurutnya, PKB memiliki ikatan historis yang tidak bisa dipisahkan dari organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
“Pada bulan Juli ini PKB memperingati Harlah ke-28. Kami mengawali rangkaian peringatannya dengan sowan ke PCNU sebagai bentuk khidmat,” kata Gus Dewan, sapaan akrab Zaki Al Mubarok, Kamis (2/7/2026).
Momentum sowan itu turut dimanfaatkan DPC PKB Banyuwangi untuk menyerahkan bantuan operasional Kantor PCNU Banyuwangi, sekaligus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari anggota Fraksi PKB.
Gus Dewan menegaskan, silaturahmi tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejalah lahirnya PKB. Sebab, secara historis partai berlambang bola dunia itu lahir dari rahim NU.
“Secara faktual dan historis, PKB adalah partai yang dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama. Karena itu sudah sewajarnya kami terus menjalin silaturahmi dan memperkuat sinergi dengan PCNU,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi itu.
Menurut alumni SMA NU Genteng itu, hubungan yang harmonis antara PKB dan PCNU diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat. Kedua lembaga memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan di Banyuwangi.
Karena itu, PKB berkomitmen terus menjalin kolaborasi dengan PCNU dalam berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan pelayanan kepada umat.
“Kami berharap bisa terus bersinergi untuk bersama-sama melayani umat dan masyarakat, menciptakan situasi yang membawa kemaslahatan. Semangatnya adalah fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan,” ungkapnya.
Sebagai partai politik yang lahir dari lingkungan Nahdliyin, lanjut Gus Dewan, PKB juga memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkkan aspirasi warga Nahdliyin melalui jalur politik. Meski demikian, perjuangan tersebut tetap diarahkan untuk kepentingan masyarakat Banyuwangi secara keseluruhan.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, H. Achmad Turmudzi, menyambut baik kunjungan jajaran DPC PKB Banyuwangi. Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi dalam memperjuangkan kepentingan umat.
Turmudzi menyebut, PCNU tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program keumatan. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk partai politik melalui fraksi di DPRD, menjadi hal yang penting.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPC PKB dan Fraksi PKB yang telah bersilaturahmi ke PCNU Banyuwangi. Kami berharap ke depan sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk kepentingan umat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Turmudzi juga menyinggung hubungan historis antara PKB dan NU yang menurutnya tidak dapat dipisahkan.
Kehadiran jajaran DPC PKB Banyuwangi untuk bersilaturahmi, dinilai menjadi penegasan bahwa PKB menyadari akar sejarahnya sebagai partai yang lahir dari lingkungan NU.
“Kalau Gus Zaki menyebut PCNU sebagai orang tua, saya kira itu karena secara historis memang PKB lahir dari NU. Silaturahmi ini menjadi penegasan bahwa bagaimanapun PCNU adalah rumah besarnya,” ucapnya.
Turmudzi berharap, kepengursan DPC PKB Banyuwangi di bawah tongkat komando Gus Dewan, mampu memaksimalkan peran politiknya melalui Fraksi PKB di DPRD Banyuwangi. Dengan begitu, keberadaan PKB dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami, DPC PKB di bawah kepemimpinan Gus Zaki bisa semakin memaksimalkan fungsi partainya, termasuk melalui Fraksi PKB, sehingga benar-benar membawa kemaslahatan dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


