Advertisement
Indonesia Positif

Di Tengah Tantangan PTS Nasional, Rektor UWG Malang Kobarkan Semangat Karyawan: Bekerja adalah Ibadah

Di tengah tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta (PTS) dalam perekrutan mahasiswa baru secara nasional, Universitas Widya Gama (UWG) Malang memilih menjawabnya dengan memperkuat soliditas int

TIMES Indonesia,
Di Tengah Tantangan PTS Nasional, Rektor UWG Malang Kobarkan Semangat Karyawan: Bekerja adalah Ibadah
(FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Di tengah tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta (PTS) dalam perekrutan mahasiswa baru secara nasional, Universitas Widya Gama (UWG) Malang memilih menjawabnya dengan memperkuat soliditas internal.

Bertempat di Hall Widya Graha Kampus II UWG Malang, seluruh tenaga kependidikan (tendik) dan karyawan mengikuti kegiatan koordinasi bersama pimpinan universitas yang dipimpin langsung oleh Rektor UWG Malang, Dr. Anwar, SH., M.Hum.

Advertisement

Dalam kegiatan ini Rektor didampingi Wakil Rektor I Ir. Gigih Priyandoko, MT.,PhD., Wakil Rektor II Dr. Ir. Riman, MT., Wakil Rektor III Prof. Dr. Ana Sopanah Supriyadi, SE., M.Si., Ak., CMA., serta para Kepala Biro.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi momentum memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus menyatukan langkah seluruh keluarga besar UWG dalam menyongsong Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026.

Dalam arahannya, Rektor UWG Malang menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi juga oleh dedikasi seluruh karyawan yang bekerja dengan hati.

"Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan berikan pelayanan terbaik kepada siapa pun. Setiap pekerjaan yang kita lakukan hendaknya diniatkan sebagai ibadah. Dengan niat yang baik, semangat bekerja akan menjadi keberkahan," tegas Dr. Anwar.

 

Advertisement
uwg
-

Rektor juga mengungkapkan bahwa selama ini UWG lebih mengedepankan pembinaan daripada pemberian sanksi kepada karyawan yang belum maksimal.

"Kami tidak pernah mengedepankan sanksi. Yang kami harapkan adalah kesadaran untuk terus memperbaiki diri dan bekerja lebih baik demi kemajuan kampus," ujarnya.

Menurutnya, capaian berbagai program studi yang kini berhasil meraih Akreditasi UNGGUL merupakan bukti nyata hasil kerja keras seluruh elemen kampus.

"Program studi kita sudah menunjukkan prestasi dengan meraih Akreditasi Unggul. Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja di semua lini," katanya.

Dengan gaya yang sederhana namun mengena, Rektor juga menyampaikan filosofi yang diambil dari slogan rumah makan Padang.

"Kalau kurang enak, sampaikan kepada kami. Kalau enak, sebarkan kepada orang lain. Begitu pula dengan UWG. Jika ada kekurangan mari diperbaiki bersama, tetapi jika ada hal-hal baik dari kampus ini, mari kita ceritakan kepada masyarakat agar semakin banyak yang mengenal UWG," ungkapnya disambut senyum para peserta.

Rektor juga mengingatkan bahwa kondisi PTS saat ini sedang menghadapi tantangan besar akibat menurunnya jumlah mahasiswa baru di berbagai daerah. Namun demikian, UWG Malang masih mampu mempertahankan jumlah mahasiswa baru yang relatif stabil.

"Kita patut bersyukur karena di tengah kondisi yang tidak mudah, UWG masih tetap eksis. Mari terus bergerak, bekerja, berusaha dan berdoa agar Allah SWT memberikan keberkahan rezeki berupa mahasiswa baru yang terus meningkat," pesannya.

 

uwg
-

Ikhlas dan Kebersamaan Menjadi Kunci

Wakil Rektor II, Dr. Ir. Riman, MT., mengajak seluruh karyawan membangun budaya kerja yang dilandasi keikhlasan dan kebersamaan.

"Kalau kita ikhlas, pekerjaan yang berat akan terasa ringan," ujarnya.

Ia mengibaratkan kerja tim seperti permainan tarik tambang.

"Kalau satu orang menarik ke kiri dan yang lain ke kanan, tentu tujuan tidak akan tercapai. Tetapi jika seluruh kekuatan bergerak ke arah yang sama, insyaallah semua target akan lebih mudah diraih."

Menurutnya, doa merupakan kekuatan besar yang tidak boleh ditinggalkan dalam setiap ikhtiar.

"Mari kita senantiasa berdoa agar kampus kita diberi keberkahan dan mahasiswa baru terus meningkat. Dalam banyak kisah pada zaman Rasulullah SAW, doa menjadi kekuatan luar biasa yang mampu membuka jalan keluar dari berbagai kesulitan. Inna Ma'al Usri Yusro, sesudah kesulitan pasti ada kemudahan."

Ia juga mengingatkan bahwa senyum adalah bagian dari ibadah dan sedekah yang menghadirkan keberkahan dalam bekerja.

Wakil Rektor III Siap Mengabdi dan Majukan UWG

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor III Prof. Dr. Ana Sopanah Supriyadi, SE., M.Si., Ak., CMA. menyampaikan komitmennya untuk mengabdikan diri sepenuhnya bagi kemajuan UWG Malang.

Ia mengaku keberhasilannya meraih gelar profesor tidak terlepas dari dukungan lingkungan akademik UWG.

"InsyaAllah saya akan mengabdikan diri untuk UWG Malang. Saya bisa mencapai jabatan profesor karena dukungan teman-teman dan kolega di UWG. Kini saatnya saya memberikan yang terbaik untuk kampus tercinta ini."

Ia mengajak seluruh karyawan membangun budaya kerja yang berlandaskan integritas, kerja sama, keikhlasan, dan kesantunan.

"Kalau kita bekerja bersama-sama, semua akan terasa ringan. Dengan integritas, kerja sama, dan keikhlasan, insyaallah setiap usaha akan dimudahkan. Kami juga memohon dukungan seluruh karyawan agar bersama-sama memajukan UWG Malang."

Setiap Karyawan Adalah Berlian bagi UWG

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum menegaskan bahwa keberhasilan UWG merupakan hasil kontribusi seluruh dosen dan tenaga kependidikan.

Ia mengingatkan bahwa hampir seluruh PTS saat ini menghadapi penurunan jumlah mahasiswa baru, sehingga seluruh sivitas akademika harus ikut mengambil peran dalam mendukung promosi kampus.

"Target kita minimal 1.500 mahasiswa baru agar kondisi keuangan kampus tetap stabil. Dukungan seluruh karyawan menjadi faktor penting agar UWG tetap eksis dan terus berkembang."

Ia menggambarkan setiap tenaga kependidikan sebagai "berlian kecil" yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan universitas.

"Jangan pernah memiliki mental kerdil. Orang yang berpikiran sempit selalu melihat masalah sebagai hambatan. Sebaliknya, orang yang bermental besar melihat masalah sebagai peluang untuk bangkit dan sukses."

Menurutnya, dengan pola pikir positif, setiap tantangan akan menjadi peluang menuju kemajuan.

Soliditas Menjadi Modal Menuju Kampus Unggul

Kegiatan koordinasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh pimpinan dan karyawan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya kerja yang profesional, serta mendukung penuh keberhasilan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026.

Semangat kebersamaan yang terbangun dalam forum tersebut menjadi bukti bahwa UWG Malang tidak hanya membangun keunggulan melalui akreditasi, tetapi juga melalui kekuatan sumber daya manusia yang bekerja dengan hati, penuh integritas, dan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.

Dengan optimisme dan sinergi seluruh keluarga besar kampus, UWG Malang terus melangkah menjadi perguruan tinggi unggul, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSantoso (CR-058) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia