Gandeng BPOM Perkuat Keamanan Pangan, 1.250 Mahasiswa UMBY Siap Terjun ke Desa
Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
yogyakarta – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Sebanyak 1.250 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan ke-49 resmi mendapatkan pembekalan intensif sebelum diterjunkan ke berbagai desa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah.
Pembekalan yang digelar oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMBY berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juni 2026, dengan metode hybrid yang mengombinasikan pertemuan daring dan luring.
Program ini menjadi tahapan wajib sebelum para mahasiswa melaksanakan pengabdian masyarakat selama satu bulan, yakni mulai 23 Juli hingga 21 Agustus 2026.
Program ini digelar di berbagai wilayah seperti Moyudan, Tempel, Depok, Pakem, Cangkringan, Gondomanan, Wirobrajan, Pakualaman, Kasihan, Sedayu, Piyungan, Pajangan, Bantul, Imogiri hingga Pakis, Kabupaten Magelang.
Tidak sekadar membekali kemampuan akademik, UMBY juga memastikan kesiapan fisik para mahasiswa. Sebelum mengikuti pembekalan, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Sedayu, Kabupaten Bantul.
Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui kondisi kesehatan fisik maupun psikologis mahasiswa agar siap menghadapi tantangan selama menjalankan program pengabdian di masyarakat.
KKN Jadi Wadah Mahasiswa Mengimplementasikan Ilmu
Kepala LPPM UMBY, Nanang Khuzaini, S.Pd.Si., M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, KKN menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah sekaligus belajar memahami berbagai persoalan riil di tengah masyarakat.
"KKN memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah sekaligus berkontribusi langsung dalam pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bagian Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UMBY, Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum., menjelaskan bahwa pembekalan dirancang secara komprehensif agar mahasiswa memiliki kesiapan yang matang dari berbagai aspek.
Tidak hanya materi akademik, mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai administrasi pelaksanaan KKN, etika bermasyarakat, keselamatan kerja, mitigasi risiko di lapangan, hingga kesiapan mental saat menghadapi dinamika sosial di lokasi penugasan.
Dibekali Manajemen Konflik hingga Psychological First Aid
Selama tiga hari pelaksanaan pembekalan, mahasiswa memperoleh materi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan gambaran kondisi wilayah secara langsung dari para camat dan lurah lokasi KKN.
Informasi tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami karakteristik sosial, budaya, hingga potensi desa sebelum mulai menyusun program kerja.
Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai manajemen konflik, penguatan kerja sama tim, serta pengenalan Psychological First Aid (PFA) sebagai bekal menghadapi berbagai kondisi sosial maupun psikologis yang mungkin ditemui selama menjalankan KKN.
Sementara pada hari kedua dan ketiga, materi difokuskan pada penyusunan program berbasis teknologi, pemahaman mengenai hak dan klaim BPJS Kesehatan, hingga analisis kondisi demografi masyarakat yang disampaikan langsung oleh narasumber dari Bappeda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.
Sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan pengabdian yang aman dan nyaman, UMBY turut melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Melalui sesi khusus tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun lingkungan KKN yang inklusif, saling menghormati, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk keseriusan UMBY dalam memastikan seluruh mahasiswa menjalankan pengabdian dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan profesionalisme.
Dipilih BPOM Ikuti Program Nasional Keamanan Pangan
Menariknya, pada pelaksanaan KKN tahun ini UMBY memperoleh kepercayaan mengikuti Program KKN Tematik Keamanan Pangan Batch 1 Tahun 2026 yang digagas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Program berskala nasional tersebut menargetkan pembinaan di 45 desa dengan melibatkan lebih dari 600 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra di Indonesia.
Sebagai bagian dari program tersebut, sebanyak 50 mahasiswa UMBY mendapatkan pembekalan khusus dari BPOM dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta.
Materi disampaikan oleh Etty Rusmawati, STP., Wulandari, STP., M.I.Kom., dan Rizqi Amalia Rohmah, STP., MPH, yang mengulas berbagai topik strategis mulai dari konsep KKN Tematik Keamanan Pangan, lima kunci keamanan pangan, Cara Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), proses perizinan pangan olahan, hingga strategi komunikasi edukatif kepada masyarakat.
Mahasiswa Jadi Pendamping UMKM Pangan Desa
Dalam implementasinya nanti, mahasiswa akan menjalankan dua peran penting sekaligus, yakni sebagai Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dan Kader Keamanan Pangan (KKP).
Sebagai FKP, mahasiswa akan mendampingi pelaku usaha pangan, mulai dari industri rumah tangga, produsen makanan siap saji hingga pelaku usaha ritel dalam mengurus legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), hingga penyusunan dokumen penerapan CPPB-IRT.
Sementara melalui peran sebagai KKP, mahasiswa akan membantu membentuk Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD), memberikan pelatihan kepada masyarakat, sekaligus menyusun rencana aksi pengembangan sistem keamanan pangan secara mandiri di tingkat desa.
Dengan peran tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi juga menjadi pendamping masyarakat dalam meningkatkan kualitas produk pangan lokal sehingga memiliki daya saing lebih tinggi.
Seluruh pembekalan dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, studi kasus, simulasi hingga praktik edukasi kepada masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong memiliki kemampuan menganalisis berbagai persoalan keamanan pangan yang muncul di desa sekaligus menyusun solusi yang aplikatif dan berkelanjutan.
Mereka juga dipersiapkan menjadi agen edukasi yang mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih, mengolah, menyimpan, dan mengonsumsi pangan yang aman, bergizi, serta memenuhi standar kesehatan.
Dorong Desa Lebih Mandiri dan UMKM Makin Kompetitif
Melalui pembekalan yang komprehensif dan kolaborasi bersama berbagai instansi, termasuk BPOM, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan hingga perangkat desa, UMBY berharap seluruh mahasiswa mampu menjalankan program KKN secara profesional, inovatif, dan berdampak nyata.
Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik, para mahasiswa diharapkan mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan, memperkuat ekosistem keamanan pangan desa, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM pangan lokal.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan desa yang lebih sehat, mandiri, produktif, serta siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

