Advertisement
Indonesia Positif

Mahasiswa PGSD UMG Kupas Isu Kebangsaan dengan Metode Anti Mainstream

Suasana Lapangan Utama Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) tampak berbeda dari biasanya pada Selasa (30/6/2026).

TIMES Indonesia,
Mahasiswa PGSD UMG Kupas Isu Kebangsaan dengan Metode Anti Mainstream
Proses pembelajaran pendidikan kewarganegaraan PGSD UMG. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Gresik Suasana Lapangan Utama Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) tampak berbeda dari biasanya pada Selasa (30/6/2026). 

Bukan untuk apel atau kegiatan seremonial, lapangan tersebut justru menjadi lokasi pelaksanaan Ujian Akhir Semester mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester 4.

Advertisement

Berbeda dari ujian pada umumnya yang identik dengan lembar soal dan ruang kelas tertutup, evaluasi kali ini dikemas dengan pendekatan yang lebih terbuka dan partisipatif. 

Mahasiswa diajak turun langsung ke lapangan untuk mendiskusikan sejumlah persoalan aktual yang
berkembang di tengah masyarakat.

Empat Isu Krusial Jadi Sorotan

Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, Fajar Agus Hari Firmansyah mengangkat empat tema utama sebagai bahan kajian mahasiswa, yakni nilai-nilai Pancasila, anti korupsi, anti narkoba, dan gerakan stop perundungan (bullying).

“Setiap kelompok mahasiswa diminta menguraikan isu-isu tersebut dan menuangkannya dalam bentuk mind mapping atau peta pikiran,” katanya.

Tidak berhenti di situ, perwakilan tiap kelompok juga ditugaskan menyusun berita acara terkait jalannya kegiatan pada hari itu sebagai bagian dari penilaian.

Advertisement

Fajar Agus menjelaskan, penerapan metode mindmapping dalam ujian ini bukan tanpa alasan.

Menurutnya, cara ini sengaja dipilih untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, sistematis, sekaligus kreatif dalam membedah persoalan yang kompleks.

Deklarasi Simbolis Lewat Cap Tangan

Salah satu momen yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan UAS ini adalah aksi simbolis pembubuhan cap tangan berwarna-warni pada banner bertuliskan 'Anti Korupsi, Anti Narkoba dan Stop Bullying'. 

“Satu per satu mahasiswa membubuhkan telapak tangan mereka yang telah dilumuri cat warna-warni di atas banner tersebut sebagai bentuk komitmen bersama untuk menolak korupsi, penyalahgunaan narkoba, serta tindakan perundungan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Tidak hanya itu, setiap kelompok juga memamerkan hasil karya mind mapping yang telahmereka susun. 

Mind mapping tersebut memuat rangkuman materi, ilustrasi, sekaligus pesan ajakan yang disusun secara kreatif oleh masing-masing kelompok sesuai isu yang mereka bahas.

“Momen kebersamaan ini kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama di depan banner penuh cap tangan tersebut, sebagai penanda bahwa aksi simbolis dan hasil karya mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai tugas akademik, melainkan juga menjadi wujud nyata kepedulian mereka terhadap isu-isu kebangsaan,” terangnya.

Harapan untuk Penerapan Nyata

Melalui metode evaluasi yang tidak konvensional ini, Fajar Agus berharap mahasiswa PGSD tidak sekadar mampu berpikir kritis di atas kertas.

Dia menginginkan agar mahasiswa juga dapat mengasah kreativitas serta kepekaan dalam membedah persoalan-persoalan yang ada di lingkungan sekitar mereka.

“Melalui metode ini kami juga menaruh harapan besar agar nilai-nilai yang telah dipelajari dan didiskusikan tidak hanya berhenti sebagai teori, melainkan benar-benar dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus, keluarga, maupun masyarakat luas,” ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia