Advertisement
Indonesia Positif

Grace Simon Hangatkan Malang, Golden Singing Contest Jadi Panggung Nostalgia Lansia

Golden Singing Contest di Malang diikuti 40 peserta senior dari berbagai daerah. Grace Simon tampil menghibur sekaligus mengajak melestarikan lagu-lagu Indonesia era 70-80-an.

TIMES Indonesia,
Grace Simon Hangatkan Malang, Golden Singing Contest Jadi Panggung Nostalgia Lansia
Grace Simon membuka penampilannya dengan lagu Bing, karya almarhum Titiek Puspa. (Foto: Grace Simon)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Semangat berkarya dan menikmati musik tidak mengenal usia. Hal itu terlihat dalam Golden Singing Contest yang digelar di Hi-5 Lounge, Jalan Gatot Subroto Nomor 94, Kota Malang, Sabtu (4/7/2026).

Ajang pencarian bakat bagi penyanyi senior ini berlangsung meriah dan ditutup dengan penampilan penyanyi legendaris Grace Simon.

Advertisement

Setelah sebelumnya sukses digelar di Bali, Golden Singing Contest kini menyambangi Kota Malang dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sebanyak 40 peserta dari kalangan senior tampil menunjukkan kemampuan terbaik mereka membawakan lagu-lagu kenangan.

Tak hanya berasal dari Malang, peserta juga datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Kediri, Madiun, Lamongan, dan Jember. Bahkan, seorang peserta rela datang dari Jakarta untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Salah satu peserta, Slamet Rijanto yang telah berusia 80 tahun, mengaku ajang seperti ini menjadi penyemangat bagi para lansia. Dengan membawakan lagu Salahkah Aku milik Panbers, ia tampil penuh percaya diri di hadapan dewan juri dan penonton.

"Acara seperti ini seperti vitamin bagi usia-usia seperti saya. Bertemu kerabat, bersenang-senang, dan bernostalgia membuat kami merasa tetap awet muda," ujarnya.

Penyelenggara Golden Singing Contest, Tri Lusiana Dewi dari Track Enterprise, mengaku antusiasme peserta melebihi ekspektasi panitia.

Advertisement

"Antusiasme peserta di luar ekspektasi kami. Para peserta senior benar-benar tampil all out dan menunjukkan semangat yang luar biasa," katanya.

Grace Simon Ajak Penonton Bernostalgia

Memasuki malam hari, suasana semakin semarak melalui Intimate Dinner bersama Grace Simon and Friends. Selain Grace Simon, panggung juga dimeriahkan musisi dan penyanyi legendaris Johan Untung, Yuyun George, Edi Pramono, serta penampilan tari tradisional dari Sanggar Tari Setyo Tomo.
Grace Simon membuka penampilannya dengan lagu Bing, karya almarhum Titiek Puspa.

Selanjutnya, ia membawakan sejumlah lagu populer era 1970-an hingga 1980-an yang mengajak ratusan pengunjung bernyanyi dan berdansa bersama.

Suasana nostalgia semakin terasa dengan alunan saksofon dari Yuyun George yang mengiringi sejumlah lagu legendaris sepanjang malam.

 

Juara Grace Simon Singing Contes
Grace Simon Singing Contest. (Foto: Grace Simon)

Peserta dari Jakarta Raih Juara

Pada akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang Golden Singing Contest. Wemmy Amanupunyo, peserta asal Jakarta, berhasil meraih Juara I pada edisi Malang.

Grace Simon berharap Golden Singing Contest dapat terus digelar di berbagai daerah sebagai wadah bagi para penyanyi senior untuk tetap berkarya.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Saya berharap Golden Singing Contest bisa terus hadir di berbagai kota di Indonesia agar mampu memberikan semangat dan rasa percaya diri bagi para lansia, khususnya yang memiliki hobi menyanyi," ujar Grace Simon saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Golden Singing Contest dan Intimate Dinner bersama Grace Simon mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. 

Selain menjadi ruang hiburan bagi kalangan senior, kegiatan ini juga membawa misi melestarikan lagu-lagu karya anak bangsa, khususnya tembang-tembang populer era 1970-an dan 1980-an, sekaligus menjaga agar karya para musisi legendaris Indonesia tetap dikenang lintas generasi.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia