Dosen FIKK UNJ Berdayakan Karang Taruna Desa Bulak Indramayu melalui Program Pelatihan Instruktur Senam Aerobik
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui program Pengabdian kepada M

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas, tim dosen FIKK UNJ menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Instruktur Senam Aerobik untuk Meningkatkan Taraf Perekonomian di Desa Bulak, Indramayu" pada 18–19 Juni 2026 di Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kompetensi di bidang olahraga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Pelatihan menyasar anggota Karang Taruna serta masyarakat yang selama ini aktif mengikuti kegiatan senam di Desa Bulak agar memiliki keterampilan sebagai instruktur senam aerobik yang profesional dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi dirinya maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Bulak, Resi Dwi Atmaja, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran UNJ dalam mendukung pengembangan kapasitas masyarakat desa. Menurutnya, pelatihan seperti ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang usaha berbasis keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Dr. Iwan Setiawan selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi teori maupun praktik yang disampaikan oleh Dwi Kurniawan sebagai narasumber serta didampingi instruktur senam profesional Nda Anny. Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan secara aktif selama dua hari dengan antusiasme yang tinggi.
Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai kompetensi dasar yang dibutuhkan seorang instruktur senam aerobik. Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep kebugaran jasmani, teknik dasar gerakan senam aerobik, penyusunan koreografi, teknik memimpin kelas senam, penggunaan musik, komunikasi efektif dengan peserta, hingga aspek keselamatan dalam pelaksanaan latihan. Melalui metode pembelajaran yang interaktif, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Iwan Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada Karang Taruna dan masyarakat agar mampu menjadi instruktur senam aerobik yang kompeten.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memiliki kemampuan memimpin kegiatan senam di lingkungan masyarakat, tetapi juga mampu menjadikan keterampilan tersebut sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Olahraga tidak hanya berfungsi menjaga kesehatan, tetapi juga dapat menjadi sumber pemberdayaan ekonomi apabila dikelola secara profesional," ujarnya.
Sementara itu, narasumber Dwi Kurniawan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi instruktur agar kegiatan olahraga masyarakat dapat berlangsung secara aman, efektif, dan menyenangkan. Menurutnya, keberadaan instruktur yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik akan mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik sekaligus membangun budaya hidup sehat.
Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti sesi praktik, berdiskusi dengan narasumber, serta mempraktikkan teknik memimpin kelas senam. Mereka berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga kemampuan yang dimiliki dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Desa Bulak.
Kegiatan pengabdian ditutup secara resmi oleh Kepala Desa Bulak, Meidin yang menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ atas kontribusinya dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan nonformal berbasis keterampilan. Ia berharap kerja sama antara pemerintah desa dan UNJ dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan lainnya.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas ini, UNJ kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan mandiri secara ekonomi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

