Gandeng UPI Bandung, UM Kenalkan Model CANA Kepada Guru di Malang
Universitas Negeri Malang (UM Malang) menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Academic Series sebagai forum kolaborasi akademik yang mempertemukan pakar nasional dan internasional.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Universitas Negeri Malang (UM Malang) menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Academic Series sebagai forum kolaborasi akademik yang mempertemukan pakar nasional dan internasional untuk membahas inovasi pembelajaran berbasis kesadaran. Kegiatan yang menyasar para guru di Malang ini dilaksanakan di GKB A20 UM, Senin (6/7/2026).
Penasehat Akademik kegiatan tersebut, Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd., menjelaskan bahwa Academic Series merupakan wadah untuk memperkenalkan konsep Collaborative Activation for Nurturing Awareness (CANA), sebuah model pembelajaran yang menempatkan kesadaran guru sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Academic series ini adalah kolaborasi UM dan UPI, kami ingin memperkenalkan gagasan CANA untuk membangun kesadaran dalam proses pembelajaran,” jelasnya saat diwawancarai di sela kegiatan.
Lanjutnya, kegiatan tersebut hadir untuk menjawab stigma masyarakat terkait isu-isu pendidikan. Ia mencontohkan seperti masyarakat yang memandang nilai pelajaran seseorang rendah berarti ia tidak kompeten. Padahal, tidak menutup kemungkinan orang tersebut memiliki kompetensi di bidang lainnya.
“Fokusnya kita memang meningkatkan kesadaran itu,” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa nantinya peserta akan dibekali modul pembelajaran sekaligus teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran.
Prof. Syihabuddin menegaskan, pengembangan CANA didukung kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan pakar psikologi, kedokteran, neuroscience, pendidikan khusus, dan berbagai bidang lainnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Kemenko PMK, Prof. Dr. Asep Sunandar, S.Pd., M.AP yang juga hadir sebagai pemateri turut memaparkan arah kebijakan pendidikan nasional, khususnya terkait peningkatan kualitas guru sekolah dasar, efisiensi penyelenggaraan pendidikan, hingga proyeksi kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia.
Selain itu, pakar internasional dari Gazi University, Turki, Prof. Dr. Pinar Safak yang menjelaskan mengenai metodologi pembelajaran bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus multipel, sekaligus memberikan apresiasi terhadap konsep CANA yang menempatkan kesadaran guru sebagai fondasi utama proses pembelajaran.
Prof. Syihabuddin menilai kehadiran pakar internasional sekaligus memvalidasi pengembangan CANA. Lanjutnya, ia mencanangkan CANA tidak hanya diperuntukkan untuk tingkat nasional saja, tetapi juga dunia global.
“Beliau sangat mengapresiasi CANA karena titik utamanya adalah bagaimana guru menyadari bahwa peserta didik yang dihadapi adalah manusia yang memiliki relasi, emosi, dan makna,” ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa CANA dikembangkan dengan tiga pendekatan utama, yakni neurosains, humanisme, dan psikologi. Menurutnya, ketiga pendekatan tersebut membantu guru memahami peserta didik secara utuh, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga kondisi emosional dan psikologisnya.
“Selain itu, kami mengharapkan pemikiran dan kontribusi supaya gagasan ini bisa berkembang lebih jauh lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Guru SDN Bareng 1 yang menjadi peserta kegiatan, Ine, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru dalam menghadapi peserta didiknya, terutama dalam hal komunikasi.
“Saya jadi tau bagaimana cara komunikasi antara guru dengan orang tua atau dengan siswa. Termasuk dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus itu metode komunikasinya saya jadi tau juga,” ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


