Advertisement
Indonesia Positif

Optimalkan Peran Perempuan dalam Pengawasan Desa, Sayap Organisasi ABPEDNAS Srikandi Jaga Desa Resmi Dikukuhkan secara Legal

Langkah strategis penguatan pertahanan sosial dan ekonomi di pedesaan resmi dikukuhkan. Setelah merampungkan Musyawarah Nasional perdana,

TIMES Indonesia,
Optimalkan Peran Perempuan dalam Pengawasan Desa, Sayap Organisasi ABPEDNAS Srikandi Jaga Desa Resmi Dikukuhkan secara Legal
Optimalkan Peran Perempuan dalam Pengawasan Desa, Sayap Organisasi ABPEDNAS Srikandi Jaga Desa Resmi Dikukuhkan secara Legal. (FOTO: ist)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Jakarta Langkah strategis penguatan pertahanan sosial dan ekonomi di pedesaan resmi dikukuhkan. Setelah merampungkan Musyawarah Nasional perdana, seluruh jajaran pengurus nasional hingga daerah gerakan Srikandi Jaga Desa resmi dilantik secara legal di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Gerakan yang menjadi sayap organisasi resmi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) ini dibentuk sejak 20 Juni 2026. Kehadiran wadah ini bertujuan untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam menjaga ruang hidup desa, membentengi generasi muda dari pengaruh destruktif, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor UMKM.

Advertisement

Prosesi pelantikan akbar ini dihadiri langsung oleh jajaran tokoh strategis nasional dan menteri kabinet. Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, hadir memberikan pengarahan taktis. Selain itu, hadir pula Ketua DPD RI DR. (HC) Sultan Bachtiar Najamudin, serta Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, juga tampak hadir di tengah para pengurus untuk menyapa dan memberikan dukungan moral secara langsung.

Menjaga Fondasi Keluarga dan Mengawal UMKM Desa

Dalam keynote speech atau pidato kuncinya, Hashim Djojohadikusumo menekankan pentingnya peran pengawasan dan kepemimpinan perempuan demi menyongsong masa depan Nusantara yang kokoh. Menurut beliau, ketahanan nasional yang sejati bermula dari ketahanan di tingkat desa, di mana kaum perempuan memegang peran sentral sebagai penjaga moral serta penggerak ekonomi.

Srikandi Jaga Desa diarahkan untuk menjadi tameng pelindung bagi anak-anak di pedesaan, sekaligus pendorong utama kemandirian ekonomi. Peningkatan kemandirian ekonomi dan keterlibatan perempuan dalam ruang kepemimpinan publik berkontribusi langsung pada menguatnya ketahanan desa dari berbagai gesekan sosial.

Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda, turut menyampaikan pesan kuat mengenai esensi gerakan ini yang berpusat pada kekuatan keluarga.

Advertisement

"Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi otomatis akan memiliki suara yang lebih lantang dalam menentukan masa depan desanya," ungkap Sherly.

Kesiapan finansial dan manajemen yang solid dalam pergerakan ini juga ditegaskan oleh Maya Miranda Ambarsari selaku Dewan Pembina ABPEDNAS dan Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa. Menurutnya, akuntabilitas organisasi menjadi fondasi utama. 

"Penguatan ekonomi perempuan desa harus ditopang oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di dalam organisasi. Dengan manajemen yang kuat, kita memastikan setiap program pemberdayaan dan bantuan UMKM tepat sasaran untuk kesejahteraan masyarakat desa," ujar Maya Miranda Ambarsari.

Acara pelantikan berlangsung dengan khidmat dan semarak. Keabsahan struktur kepengurusan secara resmi dimulai melalui pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan oleh Sekjen ABPEDNAS, yang membacakan nama-nama jajaran pengurus pusat hingga daerah yang diamanahkan untuk memimpin pergerakan roda organisasi.

Setelah pembacaan SK, momen sakral peresmian ditandai dengan penyerahan bendera pataka Srikandi Jaga Desa oleh pimpinan ABPEDNAS kepada jajaran pengurus pusat. 

Langkah ini disambut dengan kibaran penuh semangat sebagai simbol kesiapan mengemban amanah di seluruh pelosok Nusantara.

Selain itu, dilakukan pula peluncuran logo resmi Srikandi Jaga Desa sebagai simbol identitas gerakan perempuan yang mandiri dan berdaya tahan tinggi.

Suasana Ballroom The Djakarta Theater kian bergelora saat kelompok Paduan Suara Mahasiswa IPB University Agriaswara mengumandangkan Mars Srikandi Jaga Desa secara perdana. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemberian Kartu Tanda Anggota (KTA) secara simbolis kepada jajaran pengurus yang baru saja disumpah, menandai legalitas penuh pergerakan mereka di lapangan.

Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, Ella Nurlaela Tubagoes, menyampaikan bahwa Srikandi Jaga Desa akan bergerak aktif sebagai mitra strategis pemerintah desa, BPD, dan masyarakat. Wadah terorganisasi ini siap mengawal pembangunan yang transparan, mendorong ketahanan pangan, meningkatkan kualitas SDM, serta memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.

Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani dan Ketua Umum ABPEDNAS Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, secara terpisah menegaskan bahwa integrasi kaum perempuan ke dalam sistem pengawasan akan menekan potensi penyimpangan kebijakan. Sinergi ini diyakini mampu melahirkan ekosistem desa yang berdaya untuk mewujudkan visi besar "Membangun Desa, Menata Kota untuk Indonesia Maju."

Keseluruhan rangkaian acara Musyawarah Nasional hingga pelantikan akbar Srikandi Jaga Desa ini diselenggarakan secara profesional oleh PT Navaswara Bhuwana Kencana selaku event organizer beserta jajaran panitia pendukung. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia