Advertisement
Indonesia Positif

UNJ Kukuhkan Guru Besar Bidang Evaluasi Pendidikan, Pemodelan Statistika dan Morfologi Bahasa Inggris

Di tengah perubahan yang semakin dipengaruhi ledakan data, kecerdasan artifisial, dan transformasi digital, perguruan tinggi dituntut tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga menghadirkan pengetahu

TIMES Indonesia,
UNJ Kukuhkan Guru Besar Bidang Evaluasi Pendidikan, Pemodelan Statistika dan Morfologi Bahasa Inggris
UNJ Kukuhkan Guru Besar Bidang Evaluasi Pendidikan, Pemodelan Statistika dan Morfologi Bahasa Inggris. (FOTO: dok. UNJ)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Di tengah perubahan yang semakin dipengaruhi ledakan data, kecerdasan artifisial, dan transformasi digital, perguruan tinggi dituntut tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga menghadirkan pengetahuan yang mampu menjawab persoalan nyata. Semangat itulah yang mengemuka dalam Sidang Terbuka Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (7/7/2026), di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A Rawamangun.

Pengukuhan tersebut menjadi tonggak penting bagi UNJ dalam memperkuat kapasitas akademik sekaligus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang terus membangun ekosistem riset, inovasi, dan kebijakan berbasis bukti. Tiga guru besar yang dikukuhkan berasal dari dua rumpun keilmuan berbeda, namun membawa satu pesan yang sama: masa depan pendidikan harus dibangun di atas data, riset, dan evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Advertisement

Mereka adalah Prof. Achmad Ridwan, Guru Besar Bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan, dan Prof. Dian Handayani, Guru Besar Bidang Ilmu Pemodelan Statistika, keduanya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sementara dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), dikukuhkan Prof. Ratna Dewanti sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Morfologi Bahasa Inggris.

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk "Literasi Ilmiah pada Afiksasi Bahasa Inggris melalui Pembelajaran Transformatif Berbasis Data", Prof. Ratna Dewanti mengajak dunia pendidikan memandang pembelajaran bahasa dari perspektif yang lebih luas. Afiksasi, menurutnya, bukan sekadar proses membentuk kata, melainkan ruang untuk melatih cara berpikir kritis, membangun argumentasi, serta mengembangkan literasi ilmiah mahasiswa.

Di tengah derasnya perkembangan bahasa pada era digital, ia menilai pembelajaran perlu memanfaatkan data autentik melalui korpus linguistik. Dengan mengintegrasikan Data-Driven Learning, Inquiry-Based Learning, dan Critical Digital Literacy, mahasiswa didorong bertransformasi dari penerima informasi menjadi peneliti yang mampu membaca, menganalisis, dan menghasilkan pengetahuan berbasis data.

Perspektif yang sama mengenai pentingnya data juga disampaikan Prof. Dian Handayani melalui orasi ilmiah berjudul "Pemodelan Statistika Prediktif dan Inferensi untuk Peningkatan Ketepatan Keputusan Berbasis Data". Menurutnya, kualitas kebijakan publik sangat ditentukan oleh kualitas data dan metode analisis yang digunakan.

unj
-

Ia menjelaskan bahwa statistika modern tidak lagi hanya berfungsi mengolah angka, melainkan menjadi fondasi dalam menghasilkan prediksi dan inferensi yang mendukung pengambilan keputusan secara presisi. Integrasi machine learning, Small Area Estimation (SAE), Explainable Artificial Intelligence (Explainable AI), dan berbagai sumber data nonkonvensional, menurutnya, membuka peluang lahirnya kebijakan yang lebih transparan, efisien, serta mampu menjangkau hingga wilayah dengan keterbatasan data.

Advertisement

Sementara itu, Prof. Achmad Ridwan menawarkan pembaruan paradigma dalam evaluasi program melalui orasi ilmiahnya bertajuk "Menyelaraskan Model Evaluasi Program dengan Psikometrika Modern dan People Analytics melalui Kerangka Hibrida Formatif-Reflektif". Ia menilai masih banyak model evaluasi yang belum mampu membedakan secara tepat antara konstruk reflektif dan formatif sehingga berdampak pada kualitas hasil pengukuran maupun rekomendasi kebijakan.

Sebagai solusi, Prof. Ridwan memperkenalkan kerangka hibrida berbasis Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC) yang mengintegrasikan psikometrika modern melalui Item Response Theory (IRT), Rasch, dan Partial Credit Model (PCM), serta diperkuat pendekatan People Analytics. Pendekatan tersebut memungkinkan evaluasi tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga menjelaskan hubungan antara proses dan capaian sehingga menghasilkan kebijakan yang lebih akurat, adil, dan akuntabel.

Rektor UNJ, Prof. Komarudin, mengatakan ketiga orasi ilmiah tersebut memiliki benang merah yang kuat, yakni pentingnya membangun pendidikan melalui pembelajaran berbasis data, pengambilan keputusan berbasis bukti, dan evaluasi yang akurat.

"Ketiga orasi ini memperlihatkan bahwa ilmu pengetahuan berkembang ketika data, riset, dan evaluasi bertemu untuk menghasilkan solusi. Dari sanalah lahir pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat," ujar Prof. Komarudin.

Ia menambahkan, bertambahnya dua guru besar dari FMIPA dan satu dari FBS semakin memperkuat modal intelektual UNJ dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang unggul, kolaboratif, dan berdaya saing global.

Lebih dari sekadar penambahan jumlah profesor, pengukuhan ini menjadi investasi akademik jangka panjang bagi UNJ. Kehadiran para guru besar diharapkan memperkuat budaya riset, memperluas kolaborasi lintas disiplin, serta melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan bangsa.

Dengan terus bertambahnya guru besar, UNJ menegaskan langkahnya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan gagasan, teknologi, dan kebijakan yang memberi manfaat nyata bagi pembangunan nasional serta meningkatkan reputasi Indonesia di kancah akademik global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia