Advertisement
Indonesia Positif

Wakil Rektor I UB Lepas KKN Tematik FIKES-FKH-FKG, Dorong Mahasiswa Beri Dampak Nyata bagi Warga Lingkar Kampus

Melalui program KKN Tematik ini, mahasiswa UB tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.

TIMES Indonesia,
Wakil Rektor I UB Lepas KKN Tematik FIKES-FKH-FKG, Dorong Mahasiswa Beri Dampak Nyata bagi Warga Lingkar Kampus
Wakil Rektor I UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P.,dalam acara pelepasan KKN Tematik FIKES-FKH-FKG UB
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Malang Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UB.

Proses kali ini dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026), di Lapangan FIKES UB, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Advertisement

KKN Tematik tersebut merupakan bagian dari komitmen Universitas Brawijaya dalam mewujudkan pendidikan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan sekitar kampus.

Dalam sambutannya, Prof. Imam Santoso mengatakan bahwa KKN merupakan kegiatan akademik yang terintegrasi dalam kurikulum untuk mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"KKN merupakan proses pembelajaran yang sangat penting. Mahasiswa belajar mengaplikasikan keilmuan sesuai bidangnya sekaligus memahami karakteristik masyarakat yang beragam. Pengalaman seperti ini tidak akan diperoleh hanya melalui perkuliahan di kelas," ujarnya. 

kkn tematik ub
Rektor I Bidang Akademik Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P.,didampingi Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UB, Prof. Dian Handayani, S.K.M., M.Kes., Ph.D., saat foto bersama pelepasan KKN Tematik, Selasa (7/7/2026) .

Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjaga nama baik almamater selama melaksanakan pengabdian. Menurutnya, sebagai insan intelektual, mahasiswa dituntut bersikap profesional, adaptif, dan mampu memahami kondisi masyarakat.

Advertisement

"Jangan menuntut masyarakat memahami kita. Justru sebagai kaum intelektual, kita harus memahami keberagaman masyarakat dan memberikan solusi sesuai kebutuhan mereka," katanya.

Prof. Imam berharap seluruh peserta KKN dapat memanfaatkan masa pengabdian selama sekitar satu bulan dengan sebaik-baiknya melalui berbagai kegiatan, seperti penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, penerapan teknologi tepat guna, hingga penyusunan laporan dan publikasi yang bermanfaat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UB, Prof. Dian Handayani, S.K.M., M.Kes., Ph.D., mengatakan KKN Tematik tahun ini menjadi media kolaborasi tiga fakultas dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, FIKES, FKH, dan FKG bersinergi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat di kawasan sekitar kampus.

"Fakultas Kedokteran Hewan berperan dalam edukasi kesehatan hewan ternak maupun hewan peliharaan yang juga berdampak terhadap kesehatan keluarga. Seluruh fakultas berkolaborasi sesuai bidang keilmuan masing-masing," ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan KKN di wilayah sekitar kampus merupakan bagian dari komitmen Universitas Brawijaya agar keberadaan perguruan tinggi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Harapannya, kolaborasi ini terus dipertahankan, program terus disempurnakan, dan mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tuturnya. 

kkn tematik ub
Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari FIKES, FKH dan FKG UB.

Ketua KKN Tematik Universitas Brawijaya, Intan Yusuf Habibi, menjelaskan bahwa KKN Tematik 2026 mengusung tema 'Kampung Lingkar Kampus' dan dilaksanakan di tiga kelurahan Kecamatan Sukun, yaitu Kelurahan Mulyorejo, Kelurahan Bakalan Krajan dan Kelurahan Karangbesuki. 

Sebanyak 379 mahasiswa yang terbagi dalam 31 kelompok diterjunkan untuk menjalankan berbagai program pengabdian hasil kolaborasi FIKES, FKH, dan FKG.

"Seluruh kegiatan telah dikoordinasikan dengan Pemerintah Kecamatan Sukun dan pemerintah kelurahan. Kami berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan program kerja dengan baik sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kelompok sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kekompakan selama mengikuti pembekalan KKN.

Kelompok 19 meraih penghargaan Video Terbaik, Kelompok 6 menjadi Kelompok Paling Disiplin, Kelompok 20 dinobatkan sebagai Kelompok Terkompak, Kelompok 11 memperoleh predikat Kelompok Paling Family, sedangkan penghargaan Kelompok Paling Estetik diraih oleh Kelompok 30.

Melalui KKN Tematik ini, Universitas Brawijaya berharap kolaborasi lintas disiplin ilmu mampu menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Salah satu dosen pembimbing kelompok mahasiswa dalam KKN tematik ini, Dewi Purnama Sari, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB, turut menambahkan bahwa ketahanan kesehatan komunitas (community health resilience) menjadi isu strategis dalam pembangunan kesehatan saat ini.

Dengan sinergi berbagai keilmuan kesehatan dari FIKES, FKH, maupun FKG, mahasiswa KKN yang terjun langsung ke komunitas masyarakat lingkar kampus UB diharapkan dapat berkontribusi nyata pada upaya pencapaian target SDGs 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.

Melalui program skrining fenomena kesehatan dan promosi gaya hidup sehat, identifikasi fenomena masalah kesehatan di tingkat individu maupun keluarga diharapkan dapat menekan beban kesehatan komunitas secara kolektif, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih berkualitas.

Dengan demikian, kegiatan KKN ini dapat menjadi titik awal yang berkelanjutan bagi pembangunan lingkungan yang lebih aman, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di tingkat komunitas lingkar kampus, sejalan dengan semangat SDGs 11. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia