Jangan Asal Membagi Obat, Ini Panduan Keren Menjaga Hewan Kesayangan Tetap Sehat
Ternyata dalam ilmu farmakologi veteriner cara membagi obat secara praktis dan sembarangan justru berbahaya untuk hewan peliharaan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Malang – Hallo pawrents, pernahkah pawrents melihat hewan kesayangannya yang mungil sedang sakit?
Saat melihat obat tablet yang besar, mungkin pawrents sempat berpikir: 'Ah, potong jadi dua atau empat bagian saja ah, kan badannya kecil'.
Eits, tunggu dulu! Ternyata dalam ilmu farmakologi veteriner cara praktis ini berbahaya. Mengapa kita tidak boleh asal membagi obat untuk hewan? Yuk, kita cari tahu rahasianya.
Tubuh Hewan Itu Seperti 'Mesin Ajaib
Setiap hewan memiliki tubuh yang bekerja seperti mesin pengolah zat kimia yang unik.
Ketika obat masuk ke dalam tubuh, obat itu harus diserap, didistribusikan ke seluruh tubuh, lalu sisasisanya dibuang oleh organ hebat bernama hati dan ginjal.
Dokter hewan selalu menghitung jumlah obat berdasarkan berat badan si hewan.
Kenapa harus pas?
Ternyata jika obat terlalu banyak, tubuh hewan akan bekerja terlalu keras yang yang dapat memicu keracunan akut, bukannya sembuh, hewan bisa keracunan.
Sebaliknya, kalau obatnya terlalu sedikit, kadar obat darah tidak cukup untuk melawan penyakit atau mengubah fungsi biologis tubuh, sehingga pengobatan menjadi sia-sia.
Misteri di Balik Potongan Tablet
Mungkin kita mengira memotong tablet secara rapi di tengah akan membagi obat menjadi sama rata.
Faktanya, ada juga obat tablet yang memiliki 'jaket pelindung' khusus atau dalam istilah farmasi sebagai tablet salut selaput.
Pelindung ini gunanya agar perut hewan tidak perih, atau agar obatnya hancur pelan-pelan. Kalau kita potong atau hancurkan, pelindung rusak, perut hewan bisa sakit, dan obatnya hancur sebelum sempat menyembuhkan mereka.
Bahaya Munculnya 'Bakteri Super' yang Kebal
Ini dia bagian yang paling menyeramkan. Jika kita memberikan antibiotik dengan dosis yang terlalu rendah (mungkin karena kasihan atau asal tebak saja), bakteri jahat di dalam tubuh hewan tidak akan mati semuanya.
Bakteri yang tersisa dan masih hidup akan belajar, bermutasi, dan berubah menjadi 'Bakteri Super' yang kuat. Di masa depan, obat yang sama tidak akan mempan lagi untuk menyembuhkan hewan kesayangan kita. Seram sekali, kan?
Makanya, kita tidak boleh sembarangan memberikan antibiotik tanpa resep dari dokter hewan. Memilih jenis antibiotik itu tidak bisa cuma dikira-kira lewat gejala luar saja, melainkan harus lewat pemeriksaan medis yang tepat oleh dokter.
Ditambah lagi, setiap spesies hewan punya keunikan masing-masing; ada beberapa jenis hewan yang ternyata sangat sensitif atau bahkan alergi terhadap antibiotik tertentu. Salah pilih obat, bukannya sembuh, malah bisa berbahaya bagi nyawa mereka
Tips Menjadi Sahabat Hewan yang Hebat
Menjadi pawrents yang bertanggung jawab itu keren, lho! Ini beberapa hal yang bisa kita lakukan:
1. Timbang Badan Secara Rutin:
Selalu catat berat badan terbaru hewanmu sebelum meminta obat ke dokter, karena beda berat badan, beda juga jumlah obatnya.
2. Jangan Malu Cerita ke Dokter Hewan:
Kalau pawrents kesulitan mencekoki obat tablet ke hewan, bilang saja ke dokter hewan. Dokter bisa mengubah obatnya menjadi sirup manis atau puyer yang sudah diracik pas dan aman di apotik.
Ingat ya pawrents, ketelitian dan rasa sayang kita saat memberikan obat adalah pelindung terbaik bagi kesehatan jangka panjang mereka.
(Pewarta: drh. Ulayatul Kustiati, M.Sc.)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

