Dosen FEB UNJ Perkuat Daya Saing UMKM Cipinang melalui Pelatihan TikTok Bisnis dan Tata Kelola Keuangan
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tim dosen Sekolah Pascasarjana UNJ menggelar pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur, dengan fokus pada penguatan pemasaran digital dan pengelolaan keuangan usaha sebagai bekal untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (6/6/26) di Gang Asoka V, RW 04, Kelurahan Cipinang, mengusung tema "Optimalisasi TikTok dan Penguatan Akuntabilitas Keuangan UMKM dalam Mewujudkan SDGs 8 dan SDGs 1". Program ini diketuai oleh Prof. Dedi Purwana ES. bersama tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJ sebagai anggota, yakni Setyo Ferry Wibowo, Wahyu Wastuti, dan Monica Dewi, serta dua mahasiswa pendamping. Sebanyak 16 pelaku UMKM dari berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, dan perdagangan kebutuhan harian, mengikuti pelatihan tersebut.
Program dirancang untuk menjawab dua tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM, yakni rendahnya pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran dan belum optimalnya pencatatan keuangan usaha.
Pada sesi pemasaran digital, peserta memperoleh pendampingan praktik membuat akun TikTok Bisnis, mengoptimalkan profil usaha, menyusun strategi konten promosi yang menarik, hingga menghubungkan promosi dengan saluran pemesanan melalui WhatsApp. Sementara itu, pada sesi pengelolaan keuangan, peserta dibimbing memisahkan keuangan pribadi dan usaha, menyusun buku kas harian, menghitung laba-rugi sederhana, serta memanfaatkan data keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Ketua tim pengabdian, Prof. Dedi Purwana ES. menjelaskan bahwa literasi digital dan pengelolaan keuangan merupakan dua aspek penting yang harus berjalan beriringan agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
"Banyak pelaku UMKM sebenarnya sudah memiliki smartphone dan akses internet, tetapi belum tahu cara memanfaatkannya secara strategis untuk usaha. Melalui program ini, kami ingin memastikan mereka tidak hanya paham, tetapi benar-benar siap dan percaya diri menerapkannya secara mandiri," ujar Prof. Dedi.
Evaluasi kegiatan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 4,69 menjadi 5,79 pada skala tujuh, atau mengalami kenaikan sebesar 23,5 persen. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pemasaran digital yang mencapai 30 persen, disusul peningkatan kemampuan akuntabilitas keuangan sebesar 17,9 persen. Hasil uji statistik juga menunjukkan bahwa peningkatan tersebut signifikan dengan tingkat efektivitas pada kategori sedang.
Antusiasme peserta tampak sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah seorang pelaku UMKM mengaku memperoleh pengalaman baru dalam mengelola usahanya.
"Sekarang saya jadi tahu bedanya akun biasa dengan akun bisnis, dan mulai mencatat pemasukan setiap hari. Usaha jadi terasa lebih rapi," ungkap salah satu peserta.
Menurut Prof. Dedi, perluasan pasar melalui media digital akan memberikan dampak yang lebih optimal apabila didukung oleh pencatatan keuangan yang baik. Sebaliknya, laporan keuangan yang tertib juga menjadi modal penting bagi UMKM untuk meningkatkan kredibilitas usaha dan membuka akses terhadap pembiayaan formal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi UNJ dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDGs 1 tentang pengentasan kemiskinan. Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian akan melakukan pendampingan berkelanjutan melalui pemantauan konsistensi produksi konten digital, pembinaan pencatatan keuangan, serta pembentukan komunitas UMKM binaan agar manfaat program terus berlanjut.
Melalui program ini, seluruh target luaran berhasil dicapai, mulai dari terbentuknya akun TikTok Bisnis yang aktif, tersusunnya kalender konten promosi dan buku kas usaha, hingga meningkatnya kesiapan pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan demikian, UNJ kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan inovasi dan pendampingan nyata bagi pemberdayaan masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

