Aries Agung Paewai Kukuhkan Murid Baru SMK PGRI 3 Malang dalam KCS Angkatan ke-39 Garda Swarna
Pengukuhan ini menandai berakhirnya rangkaian Kegiatan Cinta Sekolah sekaligus mengesahkan para peserta sebagai murid baru SMK PGRI 3 Malang Tahun Ajaran 2026/2027.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., mengukuhkan murid baru SMK PGRI 3 Malang (Skariga) yang mengikuti Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) Angkatan ke-39.
Upacara pengukuhan digelar di Aula Oentoro Kusmardjo TNI AL, Markas Komando (Mako) Lanal Malang, Jalan Yos Sudarso Nomor 14, Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (9/7/2026).
Pengukuhan tersebut menandai berakhirnya rangkaian Kegiatan Cinta Sekolah sekaligus mengesahkan para peserta sebagai murid baru SMK PGRI 3 Malang Tahun Ajaran 2026/2027.
Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai memberikan apresiasi kepada SMK PGRI 3 Malang yang secara konsisten menyelenggarakan Kegiatan Cinta Sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik sebelum memasuki kegiatan pembelajaran.
Menurutnya, KCS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi wahana untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan kepada para siswa.
"Saya mengapresiasi SMK PGRI 3 Malang yang setiap tahun terus melaksanakan Kegiatan Cinta Sekolah. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik agar siap menghadapi proses pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat," ujar Aries.
Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, lulusan SMK saat ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan industri, dunia usaha, dan pembangunan ekonomi nasional.
"Kalau dulu masih ada anggapan bahwa SMK tidak memiliki masa depan, kini justru sebaliknya. SMK adalah masa depan bangsa karena menghasilkan lulusan yang kompeten, siap bekerja, siap berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya.
Aries juga mengingatkan para murid baru agar memanfaatkan masa belajar selama tiga tahun dengan sungguh-sungguh.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), para siswa dituntut terus meningkatkan kompetensi tanpa mengesampingkan pembentukan karakter.
"Keberhasilan tidak diraih secara instan. Disiplin, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar merupakan kunci utama meraih masa depan yang sukses. Jangan pernah menyerah terhadap keadaan dan teruslah membangun kebiasaan-kebiasaan baik sejak hari ini," pesannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang selama ini telah mendedikasikan diri dalam mendampingi serta membimbing peserta didik.
"Pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, dunia usaha dan dunia industri, masyarakat, serta orang tua," tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr. Moch. Lukman Hakim, S.T., M.M., mengatakan KCS Angkatan ke-39 mengusung tema 'Garda Swarna Skariga Muda nan Gemilang, Menganyam Budaya Menembus Cakrawala'.
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan tekad sekolah dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, berbudaya, serta memiliki daya saing di era global.
"Kegiatan ini menjadi momentum resmi bergabungnya para peserta KCS sebagai keluarga besar SMK PGRI 3 Malang. Kami berharap mereka tumbuh menjadi lulusan yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja maupun dunia usaha," ujar Lukman Hakim.
Upacara pengukuhan turut dihadiri Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, unsur Forkopimda, jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang, pengurus PGRI, mitra dunia usaha dan dunia industri, serta para orang tua murid.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Perwakilan peserta KCS secara simbolis melepas kartu identitas peserta orientasi, kemudian mengenakan seragam resmi SMK PGRI 3 Malang yang dipakaikan oleh para pejabat yang hadir.
Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya masa orientasi sekaligus dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar Skariga.
Pada kesempatan yang sama, SMK PGRI 3 Malang juga mendeklarasikan dukungan terhadap program Jawa Timur Bebas Sampah Plastik sebagai bentuk komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 987 tumbler kepada perwakilan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Malang.
Program ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada tiga kompi terbaik yang dinilai memiliki performa, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kerja sama terbaik selama mengikuti KCS di Lanal Malang.
Kompi A berhasil meraih Juara I, disusul Kompi C sebagai Juara II, sedangkan Kompi B meraih Juara III.
Melalui penyelenggaraan KCS Angkatan ke-39, SMK PGRI 3 Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten sesuai bidang keahlian, tetapi juga membentuk generasi Garda Swarna yang berkarakter, berbudaya, peduli terhadap lingkungan, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

