Parade Surya Senja 2026 di AAL Bumimoro Warnai Serah Terima Jabatan Korps Taruna
Gelaran Parade Surya Senja (PSS) 2026 di Akademi Angkatan Laut (AAL) Bumimoro Surabaya sukses digelar, menjadi simbol serah terima jabatan dan ruang ekspresi para taruna.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Lapangan Arafuru, Bumimoro, Surabaya menjadi lokasi pelaksanaan Parade Surya Senja (PSS) 2026 di Akademi Angkatan Laut (AAL), Rabu (8/7/2026) sore hingga malam. Gelaran upacara penurunan bendera dan pertunjukan kesenian tahunan ini memadukan disiplin militer dan seni di hadapan ratusan pengunjung yang memadati area kesatrian.
Tradisi ikonik ini telah berjalan sejak awal tahun 1980-an atas prakarsa Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus menjadi ruang unjuk kebolehan bagi generasi muda.
Saat ini, PSS dikemas dengan sentuhan modern yang memikat publik umum. Kegiatan ini berkembang menjadi bagian dari tren kesenian kota yang memadukan wisata senja dan pertunjukan musik perkusi militer. Di balik kemegahan jajaran Genderang Suling (GS) Gita Jala Taruna yang tersaji di lapangan, PSS 2026 juga menampilkan kisah perjuangan para Taruna dalam memegang tanggung jawab.
Bagi Basit, seorang Taruna Junior dari Angkatan (Letting) 73 yang memegang instrumen terompet, malam tersebut menjadi pembuktian atas komitmen latihan yang dijalani.
"Kami melakukan latihan dan persiapan untuk event gladi ini selama dua minggu mulai dari nol. Tantangan terbesarnya ada di bagian formasi karena jadwal latihan kami cukup terbatas, hanya di hari Selasa dan Kamis selama satu jam setengah," ungkap Basit mengenai proses persiapan di balik layar.
Pada performa PSS 2026, Angkatan 73 menampilkan pembaruan visual melalui formasi huruf "T" dan lambang "Jangkar". Formasi huruf "T" tersebut membawa pesan filosofis dari nilai Tanggap, Tanggon, dan Trengginas yang menjadi tiga karakter utama jati diri seorang Taruna. Bagi Basit, momen tampil di hadapan publik ini menjadi ruang ekspresi yang ditunggu, di mana mereka dapat tampil lepas di luar hierarki militer yang kaku.
"Penilaian yang paling ditunggu itu jika sudah tingkat main alat seperti ini. Tekanan dari senior sudah tidak ada lagi, jadi kami bisa lebih bebas main di lapangan," tambah Basit.
Sisi kepemimpinan juga ditunjukkan oleh Nedya, Taruni senior Korps Elektronika Marinir AAL. Berdiri di antara rekan-rekan taruna, Nedya menunjukkan bahwa peran kepemimpinan berjalan setara. Baginya, tantangan terbesar seorang taruna senior adalah dinamika emosional saat harus memimpin rekan satu angkatan yang memiliki pangkat sama.
"Jika sudah bercampur memimpin batalyon, memposisikan diri sebagai komandan memang mereka akan loyal. Tetapi kalau untuk cara letting (mengatur rekan seangkatan) itu sedikit lebih sulit karena sama pangkat, lebih sulit daripada mengatur adik-adik tingkat," tutur Nedya mengenai dinamika relasi di internal taruna senior.
Menghadapi beban tanggung jawab tersebut, Nedya memilih fokus pada keikhlasan dan pesan dari orang tuanya untuk terus maju menghadapi masa depan.
"Saya berprinsip sebagai perempuan, tantangan taruna wanita itu sebenarnya tidak ada lagi. Jadi taruna itu sama, laki-laki maupun wanita. Jika dikerjakan dengan ikhlas pasti semua berjalan dengan baik. Kalau pesan orang tua, jadilah yang baik untuk yang terbaik, karena apa yang telah jadi milikmu tidak akan tertukar," tegas Nedya, yang juga memohon doa restu agar kelak saat Prasetya Perwira (Praspa) dapat mengemban jabatan sebagai Letnan Dua dengan amanah.
Puncak PSS 2026 terjadi saat melodi musik berhenti di tengah lapangan. Dalam formasi tersebut, para Taruna Junior mengambil posisi berlutut dengan instrumen mereka sebagai simbol kesiapan menerima estafet mandat baru. Di saat yang sama, sang Tambur Mayor menaiki tumpukan bass drum vertikal di sisi lapangan untuk memimpin barisan.
Bersamaan dengan momen tersebut, acara Serah Terima Jabatan ditandai dengan 9 kali dentuman meriam protokoler yang menggelegar di langit Surabaya. Dentuman itu menjadi tanda sahnya peralihan kepemimpinan Korps Taruna yang baru dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan dedikasi di Akademi Angkatan Laut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


