Prodi Pendidikan Tata Rias FT UNJ Edukasi Masyarakat Mengolah Minyak Bawang Menjadi Produk Kosmetika Rambut
Program Studi S1 Pendidikan Tata Rias Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
JAKARTA – Program Studi S1 Pendidikan Tata Rias Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Wilayah Binaan Unggulan Universitas. Mengusung tema “Edukasi Melalui E-Modul Interaktif Pemanfaatan Minyak Bawang Sebagai Produk Kosmetika Rambut untuk Pemberdayaan Masyarakat”, kegiatan ini dilaksanakan pada 6 Juli 2026 di RPTRA Jaka Berseri, Kelurahan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Kelurahan Jatinegara Kaum tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang berasal dari kelompok ibu-ibu PKK. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan-bahan alami menjadi produk kosmetika rambut yang aman, berkualitas, serta memiliki nilai ekonomi.
Tidak hanya memperkenalkan manfaat bawang merah dan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO) bagi kesehatan rambut, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai higiene dan sanitasi dalam produksi kosmetika, teknik pembuatan minyak bawang, hingga strategi pemasaran digital agar produk yang dihasilkan dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang produktif.
Acara dibuka oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Kelurahan Jatinegara Kaum, Adi Apriadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Teknik UNJ atas pelaksanaan program pengabdian yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah kelurahan dalam meningkatkan kesejahteraan warga melalui penguatan keterampilan dan kemandirian ekonomi keluarga. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Ketua pelaksana kegiatan, Tri Handayani, menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif melalui pemanfaatan e-modul interaktif. Melalui media tersebut, peserta tidak hanya menerima materi saat pelatihan berlangsung, tetapi juga dapat mempelajarinya kembali secara mandiri setelah kegiatan selesai.
“Penggunaan e-modul interaktif diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai manfaat bawang merah dan VCO untuk kesehatan rambut, edukasi tentang higiene dan sanitasi dalam produksi kosmetika, serta pengenalan peluang usaha berbasis produk kosmetika alami. Kegiatan juga dilengkapi dengan penayangan video tutorial pembuatan minyak bawang sebagai media pembelajaran yang mudah dipahami.
Antusiasme peserta semakin terlihat saat memasuki sesi praktik langsung pembuatan minyak bawang. Dalam sesi ini, peserta didampingi oleh tim dosen yang terdiri atas Aniesa Puspa Arum, Dwi Atmanto, dan Eti Herawati, serta didukung oleh mahasiswa Savira Nur Irfany, Siti Nur Aisyah, dan Alamanda Sekar Pradhita.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung mulai dari proses pengolahan bahan, teknik pembuatan yang higienis, hingga pengemasan produk sederhana. Hasil minyak bawang yang telah dibuat kemudian dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan sebagai produk perawatan rambut di rumah.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan terkait manfaat produk, proses produksi, hingga peluang pemasaran menjadi topik yang banyak dibahas oleh peserta. Sebagai bentuk evaluasi, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perawatan rambut berbahan alami, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menghasilkan produk kosmetika yang aman, berkualitas, dan bernilai jual. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen UNJ dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian yang berkelanjutan guna menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

