Advertisement
Indonesia Positif

Wali Kota Probolinggo Pastikan Jalan Suroyo, Sunan Ampel, dan Wonoasih Dieksekusi 2026

Nasib Jalan Suroyo, Sunan Ampel, dan Wonoasih di Kota Probolinggo, Jawa Timur, menemui titik terang.

TIMES Indonesia,
Wali Kota Probolinggo Pastikan Jalan Suroyo, Sunan Ampel, dan Wonoasih Dieksekusi 2026
Foto: Humas Pemkot Probolinggo For TIMES Indonesia
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

PROBOLINGGO Setelah bertahun-tahun menjadi momok keluhan warga, nasib Jalan Suroyo, Sunan Ampel, dan Wonoasih akhirnya menemui titik terang. Wali Kota Probolinggo dokter Aminuddin menggunakan momen survei batas kota, Rabu (8/7/2026) lalu, sebagai pemeriksaan akhir sebelum meneken eksekusi perbaikan tiga ruas jalan ikonik tersebut pada tahun anggaran 2026 dan memastikan tidak ada lagi ruang penundaan.

Ketiga ruas jalan itu selama ini masuk dalam daftar catatan pengaduan publik tertinggi karena kerusakan struktural yang mengganggu aktivitas distribusi logistik dan mobilitas harian warga.

Advertisement

Dalam peninjauan menyusuri batas terluar kota sejauh 14 kilometer, Aminuddin secara khusus mencocokkan data kondisi terkini ketiga titik tersebut dengan dokumen perencanaan yang telah disusun dinas terkait, guna memastikan tidak ada celah teknis yang dapat menghambat proses lelang dan pengerjaan fisik pada tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP), Gofur Effendy, mengungkapkan bahwa survei keliling batas kota yang dipimpin langsung wali kota memang dirancang sebagai tahap verifikasi pamungkas.

"Ini arahan Bapak Wali Kota agar seluruh jajaran mengetahui secara langsung batas luar Kota Probolinggo, mulai dari sisi timur, selatan hingga barat. Dengan pengecekan langsung, data yang kami pegang untuk eksekusi anggaran 2026 sudah tidak bisa diganggu gugat lagi," ujar Gofur.

Rombongan memulai peninjauan dari perbatasan timur dengan Kabupaten Probolinggo, melintasi Jalan KH. Rizal, kemudian bergerak ke selatan melewati Jalan Sunan Kudus, Jalan Sunan Giri, hingga bertemu Jalan KH. Genggong yang merupakan jalur utama menuju Lumajang.

Perjalanan dilanjutkan ke Jalan Sunan Gunung Jati, jalan makadam menuju Jalan Sunan Prawoto, kemudian menembus Jalan Sunan Drajat, melintasi Jembatan Gantung Kedungasem, hingga berakhir di Jalur Lingkar Selatan (JLS) dan kawasan Kedung Galeng. Selama perjalanan, rombongan melintasi delapan kelurahan, yakni Wiroborang, Sukoharjo, Sumber Taman, Kedungasem, Pakistaji, Kedung Galeng, Jrebeng Kidul, dan Sumber Wetan.

Advertisement

Meskipun agenda utama adalah memetakan seluruh batas teritorial, fokus pengawasan publik tetap tertuju pada komitmen perbaikan Jalan Suroyo, Sunan Ampel, dan Wonoasih yang sudah berulang kali dijanjikan namun kerap tertunda karena alasan keterbatasan data dan skala prioritas.

Aminuddin menyatakan bahwa hasil survei ini akan menjadi lampiran kuat dalam mengajukan dukungan anggaran ke Kementerian PUPR untuk pelebaran jalan di jalur perbatasan, namun ia menegaskan bahwa perbaikan tiga ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat adalah agenda wajib yang tidak bisa digeser.

"Kalau ada jalan yang berlubang akan kita perbaiki. Tapi yang utama, eksekusi untuk Suroyo, Sunan Ampel, dan Wonoasih sudah fix di 2026. Tidak ada kata tunda lagi," tegasnya.

Berdasarkan temuan di lapangan, kondisi rata-rata ruas jalan di sepanjang batas luar kota dinilai sudah cukup baik, kecuali beberapa titik yang membutuhkan penyempurnaan.

Fakta tersebut justru mempertegas urgensi untuk segera menguras anggaran perbaikan pada tiga ruas jalan yang secara spesifik menjadi sorotan warga. Dengan telah rampungnya tahap survei dan verifikasi final ini, publik kini tinggal menanti realisasi teknis di lapangan sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah kota terhadap janji kampanye dan aspirasi yang telah mengendap bertahun-tahun. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sri Hartini
PenulisSri HartiniBergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, seni, budaya dan isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia