Advertisement
Indonesia Positif

Program MBG Dongkrak Ekonomi Lokal, SPPG Situbondo Serap 20 Ton Telur Peternak Tiap Pekan

Pemerintah Kabupaten Situbondo resmi memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Asosiasi Peternak Layer Situbondo (APLS) dengan Asosiasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

TIMES Indonesia,
Program MBG Dongkrak Ekonomi Lokal, SPPG Situbondo Serap 20 Ton Telur Peternak Tiap Pekan
Foto bersama usai MoU antara APLS dengan SPPG Situbondo. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal di Situbondo, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Situbondo resmi memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Asosiasi Peternak Layer Situbondo (APLS) dengan Asosiasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memasok kebutuhan telur program MBG.

Kerjasama yang ditandatangani di Pendopo Rakyat Situbondo pada Kamis (9/7/2026), itu memastikan telur yang dibutuhkan dapur-dapur MBG dipasok langsung dari peternak lokal. Langkah ini sekaligus memberikan kepastian pasar dan harga bagi peternak ayam petelur di Situbondo.

Advertisement

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, mulai pekan depan SPPG akan menyerap telur peternak dengan harga Rp27.500 per kilogram, lebih tinggi dari Harga Acuan Pemerintah (HAP).

"MoU ini banyak sekali manfaatnya. SPPG mulai pekan depan akan menyerap telur dari peternak kita dengan harga di atas HAP, yaitu Rp27.500 per kilogram. Ada kepastian harga, produktivitas juga bertambah, SPPG juga aman, dan yang dijamin adalah tidak boleh jadi broker," kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati.

Menurut Mas Rio, skema tersebut dirancang agar anggaran Program MBG benar-benar berputar di daerah. Karena itu, seluruh kebutuhan bahan baku diupayakan berasal dari pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat Situbondo.

"Harus seperti itu. Niat MBG dari Presiden adalah memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar supaya berdampak secara ekonomi di kabupaten tersebut," ujarnya.

Mas Rio menambahkan, setelah kerja sama dengan peternak ayam petelur, pemerintah daerah juga akan mendorong SPPG menjalin kemitraan dengan nelayan, pembudidaya ikan, hingga pengelola limbah yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair. Dengan demikian, rantai ekonomi lokal dapat tumbuh lebih kuat melalui program MBG.

Advertisement

Sementara itu Ketua Asosiasi SPPG, Roni Sugiharto Susiawan, mengatakan kesepakatan kerja sama tahap awal berlaku selama tiga bulan dan akan dievaluasi sesuai perkembangan kebijakan pemerintah.

"Kami sangat mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah. Tentunya MoU ini juga bermanfaat untuk peternak-peternak lokal, dengan harga tetap Rp27.500," ujarnya.

Saat ini, sekitar 25 anggota yayasan SPPG mengelola kurang-lebih 30 dapur MBG di Situbondo atau hampir separuh dari total dapur yang beroperasi. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring perluasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Di lain sisi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Abdul Rahman, mengungkapkan kebutuhan telur untuk dapur MBG mencapai sekitar 20 ton setiap pekan.

Menurut Rahman, APLS telah menyatakan siap memenuhi kebutuhan tersebut. Ia juga memastikan pasokan telur untuk masyarakat umum tetap aman karena distribusi ke pasar masih ditopang oleh pasokan dari luar daerah.

"Untuk satu minggu itu 20 ton. APLS siap menyediakan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak akan terjadi gejolak pasokan maupun harga telur meskipun sebagian produksi peternak diserap SPPG," jelasnya. (*)

Pewarta: Hari Suharto

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia