Advertisement
Indonesia Positif

Tangan Kreatif Mahasiswa Kota Batu Mampu Menyulap Kawat Bulu Jadi Karangan Bunga nan Manis

Dimulai dari sebuah sudut kamar sederhananya, ruang sempit itu kini bertransformasi menjadi ruang usaha kreatif yang sukses menghasilkan pundi-pundi rupiah.

TIMES Indonesia,
Tangan Kreatif Mahasiswa Kota Batu Mampu Menyulap Kawat Bulu Jadi Karangan Bunga nan Manis
Aneka kerajinan bunga produksi Zahra
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Bunga selalu menjadi simbol keindahan dan ungkapan perasaan yang tak pernah lekang oleh waktu. Namun di tangan kreatif Zahra, seorang mahasiswi muda asal Kota Batu, untaian bunga tidak lagi layu termakan waktu.

Menggunakan bahan dasar kawat bulu (pipe cleaner) yang fleksibel dan penuh warna yang mencuri perhatian panggung, mahakarya ini bukan lahir dari hamparan kebun subur, melainkan justru lahir dari tangan kreativitas Zahra yang menyulap kawat bulu menjadi karangan bunga yang estetik.

Advertisement

Dimulai dari sebuah sudut kamar sederhananya, ruang sempit itu kini bertransformasi menjadi ruang usaha kreatif yang sukses menghasilkan pundi-pundi rupiah sekaligus memikat hati para remaja.

Tren buket bunga unik berbahan kawat bulu ini sejatinya mulai mencuri perhatian Zahra sejak tahun 2023.

Saat itu, ketika dirinya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), matanya tak sengaja menangkap konten media sosial yang tengah viral di berandanya.

Rasa penasaran yang membuncah berpadu dengan keinginan kuat untuk mengasah kreativitas.

Mengingat di Kota Batu saat itu masih sangat jarang yang melirik ide bisnis buket kawat bulu, peluang menjanjikan itu memicu Zahra untuk langsung terjun mencoba merangkai bunga dari materi alternatif tersebut.

Advertisement

"Awalnya saya cuma penasaran dan ingin menambah kreativitas di waktu luang saat masih SMK. Ditambah lagi, bunga dari kawat bulu ini punya keunggulan lebih awet dibanding bunga asli karena tidak akan pernah layu," ujar Zahra.

"Dari sekadar coba-coba mengubah hobi, Alhamdulillah sekarang bisa menjadi penghasilan mandiri sekaligus sedikit meringankan beban orang tua," imbuhnya.

Perjalanan Zahra membangun bisnis ini tentu tidak didapatkan secara instan.

Tanpa modal keahlian khusus sebelumnya, ia memilih belajar secara otodidak dengan bermodal ketekunan melihat video tutorial yang berseliweran di media sosial. 

Ketekunan jemarinya dalam meliukkan kawat bulu akhirnya membuahkan hasil berupa karangan buket bunga kawat bulu yang memikat perhatian banyak orang.

Dari sekian banyak jenis produk yang ia tawarkan, variasi buket bunga 'Tulip' dan 'Tumbelina' menjadi produk yang paling digandrungi dan menjadi primadona di kalangan pelanggan setianya yang didominasi oleh kaum remaja.

Biasanya, para pelanggan memesan buket manis ini untuk keperluan acara wisuda, perayaan ulang tahun, hingga hadiah spesial bagi pasangan.

Dalam menjalankan roda usahanya, Zahra memanfaatkan ekosistem digital secara maksimal.

Media sosial seperti Instagram dan WhatsApp Story digunakan secara intensif untuk menjaga hubungan baik serta melayani pelanggan lokal. 

Namun, TikTok menjadi senjata utamanya yang paling ampuh. Melalui konten-konten kreatif yang ia unggah di TikTok, produknya berhasil menembus pasar yang jauh lebih luas hingga laku keras ke luar kota.

Ketika pesanan sedang melonjak tajam—terutama pada musim wisuda atau perayaan hari-hari tertentu - sudut kamar Zahra seketika berubah menjadi lini produksi yang sibuk. 

Saat orderan terlalu menumpuk hingga ia merasa kewalahan dalam proses produksi, ibu dan adiknya pun turun tangan ikut membantu merangkai helai demi helai kawat bulu tersebut menjadi buket siap kirim.

Kini, kisah sukses Zahra menjadi inspirasi nyata, terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Melalui inovasinya, ia membuktikan bahwa modal minimalis tidak menghalangi hadirnya peluang bisnis yang begitu besar. 

Para pelajar juga tidak perlu berkecil hati karena belum memiliki tempat usaha yang mewah; melalui sudut kamar sederhana pun sudah cukup untuk memulai bisnis bagi anak muda yang menginginkan uang jajan tambahan dan mengisi waktu luang secara produktif. 

Melalui jemari kreatif, seutas kawat bulu menjelma menjadi karangan bunga cantik yang siap menyinari hari-hari bahagia pelanggan. (*)

(Pewarta: Nesya Sabtahela Dwita_Mahasiswa Ilkom FISIP UNMER Malang)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia