Advertisement
Indonesia Positif

Dr Grall Taliwa Kembali ke UNMER Malang, Berbagi Kisah Perjuangan dari Anak Rantau hingga ke Kursi DPD RI

Di hadapan para peserta, Dr Grall mengenang perjalanan hidupnya sebagai seorang anak rantau yang harus meninggalkan kampung halaman sejak usia 13 tahun.

TIMES Indonesia,
Dr Grall Taliwa Kembali ke UNMER Malang, Berbagi Kisah Perjuangan dari Anak Rantau hingga ke Kursi DPD RI
Penjelasan materi oleh narasumber Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Grall Taliwa
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Aula Gedung PPI Universitas Merdeka Malang (UNMER Malang) dipenuhi semangat dan antusiasme mahasiswa rantau asal Papua, Maluku dan Sulawesi dalam penyelenggaraan Rantau Hub Series 2, Kamis (9/7/2026).

Momen tersebut terasa istimewa dengan hadirnya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Grall Taliwa, yang kembali ke almamaternya untuk berbagi pengalaman hidup dan perjalanan karier kepada para mahasiswa.

Advertisement

Bagi Dr. Grall, kembali ke kampus tempat ia menempuh pendidikan memiliki makna tersendiri.

Di hadapan para peserta, ia mengenang perjalanan hidupnya sebagai seorang anak rantau yang harus meninggalkan kampung halaman sejak usia 13 tahun. 

Saat konflik melanda Maluku, ia mendapat kesempatan merantau ke Pulau Jawa setelah dibawa oleh seorang anggota TNI yang saat itu bertugas di wilayah tersebut.

Kesempatan itu menjadi titik balik yang mengubah arah kehidupannya.

"Merantau mengajarkan saya untuk mandiri, menghargai setiap kesempatan, dan terus belajar. Jangan pernah takut berada jauh dari rumah, karena di situlah karakter kita ditempa," ungkapnya.

Advertisement

Kisah tersebut menjadi pengantar bagi Dr. Grall untuk mengajak mahasiswa memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan.

Menurutnya, mahasiswa rantau memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan mahasiswa pada umumnya karena harus mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, mengelola kehidupan secara mandiri, sekaligus menjaga prestasi akademik. 

unmer grall taliwa
Foto bersama pada kegiatan Rantau Hub Seri 2 di UNMER Malang

Dalam forum yang mengusung tema 'Fasilitasi Mahasiswa Rantau: Beradaptasi, Berkolaborasi, Berprestasi, dan Lulus Tepat Waktu', ia menekankan pentingnya memiliki skala prioritas selama menjalani kehidupan kampus.

Berbagai aktivitas organisasi dan sosial dinilai penting sebagai proses pembelajaran, namun tidak boleh menggeser tujuan utama sebagai mahasiswa, yakni menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

"Kalau ingin berhasil, tentukan prioritas. Waktu adalah aset paling berharga bagi mahasiswa. Gunakan untuk belajar, membangun relasi, dan mengembangkan kompetensi," pesannya.

Sebagai alumni UNMER Malang yang kini dipercaya menjadi Wakil Ketua DPD RI, Dr. Grall juga membagikan pengalamannya memasuki dunia politik.

Ia mengaku memilih menempuh jalan politik gagasan, yakni membangun kepercayaan masyarakat melalui ide, integritas, dan rekam jejak pengabdian, bukan dengan mengandalkan praktik politik uang.

Menurutnya, masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan ketika dihadapkan pada pemimpin yang mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerahnya.

Karena itu, generasi muda harus mulai membiasakan diri berpikir kritis, menawarkan gagasan, dan berani mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Diskusi semakin menarik ketika peserta mengangkat isu pembangunan di Papua.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Grall berpandangan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan perubahan kebijakan atau struktur pemerintahan.  

unmer grall taliwa
Para peserta tampak sangat antusias dan menikmati rangkaian acara

Ia menilai perubahan kultural melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah yang lebih strategis dan berkelanjutan.

Ia mendorong mahasiswa asal Papua untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan sebagai bekal membangun daerah asal.

Selain itu, pembukaan akses ekonomi yang lebih luas dinilai penting agar masyarakat Papua mampu meningkatkan daya saing dan tidak tertinggal dalam pembangunan nasional.

"Ketika nanti kembali ke daerah, jadilah orang yang membawa solusi. Bangun kapasitas diri sejak sekarang agar bisa menciptakan peluang, bukan hanya mencari peluang," ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Berbagai pertanyaan mengenai kepemimpinan, pengalaman merantau, hingga pembangunan kawasan timur Indonesia dijawab secara terbuka oleh Dr. Grall.

Bagi banyak mahasiswa, kisah perjalanan hidup seorang alumni yang pernah mengalami tantangan serupa menjadi motivasi bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan mengabdi kepada bangsa.

Kegiatan tersebut dipandu oleh Presiden Mahasiswa UNMER Malang, Vernando Dea Kuswanto serta menghadirkan Muhamad Lutfi, S. Sos., M.Si dosen UNMER Malang asal Makassar.

Sebagai narasumber pendamping, Muhammad Lutfi turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya adaptasi, kolaborasi, dan membangun jejaring selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa rantau.

Rantau Hub Series 2 secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNMER Malang, Dr. Ana Mariani, S.Sos., M.Si., serta dihadiri pimpinan fakultas di lingkungan UNMER Malang.

Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa rantau untuk berdiskusi, memperkuat kolaborasi, dan membangun solidaritas lintas daerah. 

Melalui Rantau Hub, UNMER Malang berharap mahasiswa asal rantau tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi lulusan yang unggul, berintegritas, berdampak serta siap berkontribusi bagi Indonesia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia