UNIPMA Madiun Launching Program S-3 Pendidikan, Mendiktisaintek Tekankan Peran Dosen
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. menegaskan pentingnya peran dosen sebagai penggerak utama kemajuan perguruan tinggi.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Madiun – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. menegaskan pentingnya peran dosen sebagai penggerak utama kemajuan perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Upgrading Skills Civitas Akademika dan Launching Program S-3 Pendidikan di Gedung Graha Cendekia Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun), Sabtu (11/7/2026) pukul 19.30 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh dosen dan civitas akademika UNIPMA Madiun serta mahasiswa Program Pascasarjana. Agenda ini menjadi momentum penguatan kapasitas akademik sekaligus menandai langkah pengembangan pendidikan tinggi UNIPMA Madiun melalui pembukaan Program Doktor (S-3) Pendidikan.
Dalam sesi dialog bersama civitas akademika, Prof. Brian menyampaikan bahwa kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dosen yang berada di dalamnya.
“Sesungguhnya tulang punggung kemajuan perguruan tinggi, pendidikan tinggi, setiap kampus itu adalah di tangan dosen,” ujar Prof. Brian.
Ia menekankan bahwa dosen memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga melalui penanaman nilai integritas, semangat juang, dan ketangguhan menghadapi tantangan.
Menurutnya, Indonesia saat ini tengah berupaya mengejar ketertinggalan untuk menjadi negara maju. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang memiliki karakter kuat dan tidak mudah menyerah.
“Kita perlu mengajari mahasiswa dengan semangat juang yang tinggi. Kita harus mengajarkan kepada mahasiswa untuk tidak pernah menyerah, tekun, dan terus mengejar cita-cita. Ini adalah mental yang harus diajarkan kepada mahasiswa,” ungkapnya.
Prof. Brian juga menitipkan pesan kepada para dosen agar tidak membiarkan mahasiswa memiliki mental mudah menyerah. Menurutnya, fighting spirit atau semangat pantang menyerah menjadi salah satu modal penting dalam membangun sumber daya manusia unggul.
Selain kerja keras dan ketekunan, ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan sikap rendah hati kepada mahasiswa. Nilai tersebut dinilai menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Ini tanggung jawab kita yang saya titipkan kepada bapak dan ibu dosen,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek juga mengapresiasi perkembangan UNIPMA Madiun yang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas sebagai perguruan tinggi. Ia berharap UNIPMA Madiun semakin berkembang serta mampu menghasilkan lulusan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.
“UNIPMA terus menerus mengembangkan diri. Gedungnya bagus, semoga terus berkembang dan bisa menghasilkan lulusan yang berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” kata Prof. Brian.
Prof. Brian turut mendorong penguatan kualitas sumber daya dosen melalui pengembangan pendidikan lanjutan. Ia menyampaikan harapan agar dosen-dosen yang memiliki dedikasi, rajin, dan menjadi teladan dapat memperoleh kesempatan beasiswa studi S-3.
“Saya mohon kepada Rektor UNIPMA, dosen yang rajin dan teladan diberikan beasiswa S-3,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM. turut memandu sesi diskusi bersama Mendiktisaintek. Dalam simpulannya, ia menyampaikan bahwa seorang dosen harus menjalankan perannya dengan penuh komitmen dan ketulusan.
“Seorang dosen itu harus hati-hati, penuh hati, dan tidak sesuka hati,” ujar Prof. Dyah.
Ia menegaskan bahwa dosen harus terus berjuang menghasilkan lulusan berintegritas serta berkomitmen menjaga mutu dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, nilai keteladanan, sikap, dan perilaku positif menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul. Semangat tersebut menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdampak.
Melalui kegiatan Upgrading Skills Civitas Akademika dan Launching Program S-3 Pendidikan, UNIPMA Madiun meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas akademik, memperkuat kapasitas dosen, serta menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan bangsa di masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

