Advertisement
Indonesia Positif

FIA UB Gandeng Swinburne University, Fokus Inovasi Bisnis Berbasis AI

Departemen Administrasi Bisnis (Adbis) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) menerima kunjungan akademik tiga dosen dan 15 mahasiswa internasional dari Swinburne University of Technology, Australia.

TIMES Indonesia,
FIA UB Gandeng Swinburne University, Fokus Inovasi Bisnis Berbasis AI
dosen senior Swinburne University of Technology, Australia, Dr. Viet Le saat menjelaskan materi Bisnis Model Canvas. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Departemen Administrasi Bisnis (Adbis) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) menerima kunjungan akademik tiga dosen dan 15 mahasiswa internasional dari Swinburne University of Technology, Australia, Senin (13/7/2026). 

Ketua Program Studi Administrasi Bisnis FIA UB, Dr. Anni Rahimah, S.A.B., M.A.B., Ph.D., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi komitmen FIA UB dalam memperluas eksposur internasional di tengah berkembangnya teknologi digital hingga AI. 

Advertisement

“Kita pahami bahwa sekarang eranya digital dan AI, kita berupaya supaya tetap ada engagement dengan pihak internasional,” jelasnya. 

Ketua Program Studi Administrasi Bisnis FIA UB, Dr. Anni Rahimah, S.A.B., M.A.B., Ph.D., (FOTO: Miranda/TI)
Ketua Program Studi Administrasi Bisnis FIA UB, Dr. Anni Rahimah, S.A.B., M.A.B., Ph.D., (FOTO: Miranda/TI)

Lanjutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kuliah tamu (visiting lecture), tetapi mahasiswa juga akan dijadwalkan mengikuti kuliah lapang di Technopark Cangar pada rabu mendatang. 

“Kegiatan kita tidak hanya sharing knowledge dalam kelas, tetapi juga turun ke lapangan sehingga inovasi tersebut terus berkembang,” imbuhnya. 

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada penerapan AI dalam mitigasi bencana yang dinilai dapat mendukung keberlangsungan sektor bisnis.

“Teman-teman bisa melihat langsung implementasi AI untuk mitigasi bencana, sehingga bisnis bisa berjalan berkelanjutan,” ucapnya.

Advertisement

Anni juga menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari International Undergraduate Program (IUP) FIA UB. Dimana mahasiswa dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi luar negeri mitra melalui jalur double degree atau joint degree, serta mendapatkan dua gelar sekaligus. 

Para peserta kegiatan Swinburne University visit to Brawijaya University. (FOTO: Miranda/TI)
Para peserta kegiatan Swinburne University visit to Brawijaya University. (FOTO: Miranda/TI)

Selain itu, kegiatan ini turut berkolaborasi dengan Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi Universitas Brawijaya (DIKST UB) selaku pengembang utama inovasi dan teknologi di lingkungan Universitas Brawijaya.

Melalui kegiatan ini, Anni berharap mahasiswa dapat mendapatkan bekal kompetensi dalam menghadapi dunia kerja. Tidak hanya pandai dalam memahami bisnis, tetapi juga cara memecahkan masalah secara etis, kreatif, dan sustainable. 

“Harapan kami mahasiswa tidak hanya paham tentang bisnis saja, tetapi juga dapat memecahkan masalah dengan etis, kreatif, dan tetap sustainable. Sehingga mereka tidak hanya diterima di pasar, tetapi unggul sesuai dengan permintaan pasar tersebut,” imbuhnya. 

Sementara itu, pemateri sekaligus dosen senior Swinburne University of Technology, Australia, Dr. Viet Le menjelaskan bahwa dirinya menjelaskan terkait konsep dasar Bisnis Model Canvas (BMC), komponen-komponennya, serta penerapannya dalam pengembangan bisnis. 

Menurutnya, para peserta baik mahasiswa Swinburne University maupun FIA UB aktif dalam sesi diskusi yang berlangsung secara hangat tersebut. Ia terkesan dengan berbagai pertanyaan yang mendalam. 

“Saya terkesan dengan para mahasiswa yang mengajukan pertanyaan mendalam, tidak hanya konteks BMC tapi juga lainnya,” imbuhnya. 

Selain itu, ia berharap kolaborasi antara FIA UB dengan Swinburne University dapat berjalan lagi di kemudian hari. Menurutnya, kesempatan seperti ini tidak hanya memperluas jejaring akademik semata, tetapi juga tempat bertukar pikiran dan kebudayaan masing-masing. 

“Saya berharap kolaborasi seperti ini bisa diadakan lagi, ini cara kami terhubung, dan merasakan budaya serta lingkungan yang baru,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia