Polisi di Banyuwangi Manfaatkan Momen MPLS untuk Bentengi Siswa dari Kenakalan Remaja
Polresta Banyuwangi memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026 untuk membentengi para siswa baru dari bahaya kenakalan remaja.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BANYUWANGI – Polresta Banyuwangi memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026 untuk membentengi para siswa baru dari bahaya kenakalan remaja.
Salah satu langkah proaktif ditunjukkan oleh jajaran Polsek Purwoharjo. Personel kepolisian hadir di MTs NU 1 Purwoharjo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, pada Selasa (14/07/2026) untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan (binluh) kamtibmas, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini bertempat di salah satu ruang kelas dan dipimpin langsung oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Purwoharjo, Aiptu S. Sasmito, S.H.
Di hadapan 20 siswa baru, Aiptu S. Sasmito memberikan edukasi secara humanis dan interaktif mengenai bahaya kenakalan remaja dan pentingnya tertib berlalu lintas sejak dini. Selain itu, personel juga menekankan larangan keras terhadap aksi perkelahian, maupun perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Ikhtiar yang dilakukan jajaran Polsek Purwoharjo ini mendapat apresiasi dari Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. Dirinya menegaskan bahwa kehadiran Polri di sekolah adalah bagian dari komitmen Polresta Banyuwangi untuk mendukung Program perlindungan anak dan bentuk penguatan karakter generasi penerus bangsa.
"Pendidikan karakter dan kesadaran hukum harus ditanamkan sejak dini, salah satunya memanfaatkan momentum MPLS ini. Kami ingin memastikan anak-anak kita, khususnya yang baru menginjak usia remaja, memahami batasan hukum dan bahaya laten kenakalan remaja seperti tawuran, balap liar, hingga bahaya narkoba,” jelasnya.
Kombes Pol. Dr. Rofiq menegaskan, kehadiran Polri bukan untuk menakuti, melainkan menjadi mitra pelindung dan ruang edukasi bagi remaja agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan taat hukum.
“Kami hadir sebagai mitra pelindung, pengayom, sekaligus wadah edukasi bagi remaja untuk mencetak siswa anti kenakalan remaja," tegasnya.
Melalui pendekatan dialogis khas Polri Presisi, personel Polsek Purwoharjo mengajak para siswa untuk lebih fokus pada prestasi akademis dan kegiatan positif. Pihak sekolah menyambut baik asistensi dari kepolisian ini karena dinilai sangat membantu guru dalam membentuk mental kedisiplinan siswa di awal tahun ajaran baru. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


