MPLS Ramah SMPN 1 Kasembon, Bangun Karakter dan Budaya Sekolah Aman bagi Murid Baru
Kegiatan pertama bagi peserta didik baru ini bertujuan membantu mereka mengenal lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – SMP Negeri 1 Kasembon, Kabupaten Malang, melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada 13–17 Juli 2026.
Kegiatan kali ini diikuti 256 murid baru SMPN 1 Kasembon dengan pendampingan 35 pembina dan pemateri serta 50 pengurus OSIS SPANSAKA.
Kepala SMPN 1 Kasembon, Dra. Titik Wahyuni, S.Pd., M.Pd., mengatakan, MPLS merupakan kegiatan pertama bagi peserta didik baru yang bertujuan membantu mereka mengenal lingkungan sekolah sekaligus menumbuhkan dan memperkuat karakter serta profil lulusan.
Menurutnya, konsep MPLS Ramah menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pendidikan melalui pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan menghormati hak-hak anak.
"MPLS Ramah merupakan kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan serta memperkuat karakter dan profil lulusan dengan memuliakan serta menghormati hak anak melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan," ujarnya.
Ia menjelaskan, MPLS Ramah juga menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, perundungan, intoleransi, dan segala bentuk penindasan terhadap peserta didik.
Dengan demikian, sekolah diharapkan menjadi rumah kedua yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, bahagia, dan menyenangkan bagi seluruh murid.
Lebih lanjut, Titik menjelaskan bahwa tujuan MPLS Ramah adalah membantu murid baru mengenali potensi diri, mengenal warga sekolah, memahami kurikulum, serta beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Rangkaian MPLS diawali dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) yang merupakan bagian dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Jawa Timur.
Para ayah mendampingi putra-putrinya mengikuti upacara pembukaan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan sejak hari pertama sekolah.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi utama, meliputi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Kegiatan Pagi Ceria, etika bermedia sosial, pembiasaan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S), Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), serta Gerakan Rukun Sama Teman.
Selain materi utama, sekolah juga memberikan materi pilihan berupa pengenalan nilai-nilai, tradisi, dan keunggulan SMPN 1 Kasembon, serta pendidikan antikorupsi, pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta penguatan pendidikan karakter.
Sebagai penutup rangkaian MPLS Ramah, para murid baru akan menampilkan hasil karya yang telah mereka buat selama kegiatan berlangsung.
Setelah itu, mereka akan mengikuti Perkemahan Jumat-Sabtu (Perkaju) yang sekaligus menjadi kegiatan penerimaan anggota Pramuka SMPN 1 Kasembon.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, SMPN 1 Kasembon berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara optimal, memiliki karakter yang kuat, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berprestasi, dan mampu menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, serta saling menghargai. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

