FH UKWK Isi Materi 'Etika Digital dan Anti Perundungan' di MPLS Hari ke-2 SMAK Yos Sudarso Kota Batu
Dipilihnya Fakultas Hukum UKWK Malang karena memiliki kesamaan dalam menjalankan pendidikan berlandaskan pada nilai-nilai Kristiani antara lain cinta kasih, kedisiplinan, peduli sesama.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan rutin di awal tahun ajaran baru bagi siswa/siswi sekolah.
SMAK Yos Sudarso Batu untuk kegiatan MPLS hari ke-2, Selasa 14 Juli 2026 menghadirkan mitra Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang yang memberikan materi 'Etika Digital dan Anti Perundungan' untuk kurang lebih 100 peserta dari kelas X-XII.
Sr. Petronela Ntimuk, C.P., S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sekolah menyampaikan bahwa topik ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Hal ini sesuai dengan program pendidikan tentang 'iklim sekolah' yang nyaman. Salah satunya adalah keadaan yang AMAN.
Dipilihnya Fakultas Hukum UKWK Malang karena memiliki kesamaan dalam menjalankan pendidikan berlandaskan pada nilai-nilai Kristiani antara lain cinta kasih, kedisiplinan, peduli sesama.
Selain itu banyak alumni dari SMAK Yos Sudarso Batu menjadi mahasiswa di UKWK.
Materi yang disampaikan tim dari para dosen Fakultas Hukum sangat menarik dan interaktif.
Denny Andreas Krismawan, S.H. M.H. selaku Ka.Prodi Hukum menjelaskan tentang definisi kekerasan digital, bentuk serta aturan hukum, salah satunya menggunakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.
Sementara Hermanto Silalahi, S.H.,M.Hum. selaku Ketua Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) menguraikan kekerasan non digital dan perundungan.
Perundungan terjadi karena adanya posisi dominan yang menyebabkan ada pihak terintimidasi, tersingkir, merasa inferior/rendah diri terpuruk karena ucapan yang tidak sengaja yang dianggap bercanda. Penjelasan disertai simulasi memudahkan siswa memahami materi.
Etika digital disampaikan Honggo Hartono, S.H., M.Hum., MKn. Ia memaparkan bahwa dalam penggunaan gawai harus hati-hati.
"Membiasakan diri jika ingin diperlakukan baik maka kita juga harus berlaku baik, tidak menyebarkan berita hoax, yang rentan mencemarkan nama baik pihak lain," tegasnya.
Setelah mendengarkan materi, siswa siswi SMAK Yos Sudarso Batu diajak refleksi oleh Dr. Celina Tri Siwi K., S.H., M.Hum. selaku Wakil Rektor III UKWK bidang kemahasiswaan dan alumni.
Siswa yang merasa pernah alami kekerasan diminta cerita sebagai contoh agar ke depan hal yang sama tidak terjadi, semua pihak di sekolah menjadi supporting system yang positif bagi tumbuh kembang siswa termasuk orang tua.
Sesi MPLS Etika digital dan anti perundungan diakhiri tanya jawab, games seru yang dipandu Alvin selaku mahasiswa UKWK. Sebelum foto bersama siswa/siswi bersama tim memekikkan yel-yel SMAK Yos Sudarso Batu Anti Kekerasan dan Anti Perundungan, Pasti Bisa!
"Kegiatan ini tentu akan berkelanjutan dengan materi-materi lain yang dibutuhkan sekolah. Nantinya dapat melibatkan program studi yang sesuai di UKWK Malang sehingga semua pihak bersinergi merasakan dampak terkhusus penguatan karakter dengan penanaman nilai," demikian harapan Oktavianus Eko Saputro, S.Sn. selaku humas SMAK Yos Sudarso Batu yang merupakan guru seni sekaligus seorang dalang Kota Batu. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

