Kabid Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Tutup MPLS Ramah di SMP PGRI 1 Bululawang
Selama pelaksanaan MPLS, para peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, budaya belajar, serta berbagai program pembentukan karakter yang menjadi ciri khas sekolah.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP PGRI 1 Bululawang resmi ditutup oleh Kepala Bidang Sekolah Menengah (Sekmen) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Nurul Sri Utami, S.Pd., M.M., Sabtu (18/7/2026).
Penutupan MPLS Ramah kali ini digelar di SMP PGRI 1 Bululawang, Jalan Sidomulyo I Nomor 47, Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Acara ini menjadi akhir dari rangkaian MPLS yang telah berlangsung selama lima hari.
Selama pelaksanaan MPLS, para peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, budaya belajar, serta berbagai program pembentukan karakter yang menjadi ciri khas sekolah.
Dalam sambutannya, Nurul Sri Utami menegaskan bahwa MPLS merupakan kegiatan awal yang sangat penting bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter positif.
"Tujuan MPLS adalah memperkenalkan lingkungan sekolah, warga sekolah, fasilitas, serta tata tertib sekolah," ujar Nurul Sri Utami.
"Selain itu, MPLS juga bertujuan menumbuhkan karakter positif, menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan menghargai keberagaman, membangun semangat belajar, mencegah perundungan, serta membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah," imbuhnya.
Sementara Kepala SMP PGRI 1 Bululawang, Ismariati, SPd, MM, mengatakan, seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekaligus mengimplementasikan Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Menurutnya, MPLS bertujuan membantu peserta didik baru mengenal budaya sekolah yang berbeda dengan jenjang sekolah dasar sehingga mereka mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan pendidikan yang baru.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membentuk karakter, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Pada hari pertama, siswa mengikuti pengenalan diri, pretest, wawasan kebangsaan, pendidikan cinta tanah air, serta materi Aku Anak Indonesia Hebat dan Kuat. Hari kedua diisi dengan kegiatan Safari Shalawat sebagai bagian dari penguatan karakter religius.
Hari ketiga menghadirkan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan NAPZA, edukasi tertib berlalu lintas, serta literasi digital agar peserta didik bijak dalam menggunakan media sosial.
Hari keempat diisi dengan kegiatan Sahabat Sehat dan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Sementara itu, hari kelima dilaksanakan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) yang dilanjutkan dengan penutupan MPLS.
Ismariati menambahkan, sejumlah siswa juga memperkenalkan berbagai kegiatan pembelajaran di SMP PGRI 1 Bululawang kepada peserta didik baru agar mereka lebih mengenal lingkungan sekolah dan proses belajar yang akan dijalani.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Oleh karena itu, seluruh warga sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan turut mengawasi perilaku peserta didik, termasuk dalam penggunaan media sosial.
"Tidak boleh ada praktik bullying di lingkungan sekolah. Pengawasan terhadap aktivitas peserta didik di media sosial juga membutuhkan kerja sama semua pihak demi terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman," tegasnya.
Tahun ini, SMP PGRI 1 Bululawang mengusung tema MPLS Ramah, yang merupakan akronim dari Religius, Aktif, Mandiri, Adaptif, dan Humanis.
Tema tersebut menjadi landasan dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Guru juga diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya sekolah yang positif.
Acara penutupan MPLS turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Malang Drs. H. Dwi Sucipto, S.H., M.Pd., Wakil Ketua Perwakilan Yayasan PGRI Kabupaten Malang Drs. H. R. Didik Indratno, M.W., M.M., Wakil Ketua PGRI Kabupaten Malang Suntoro, S.Pd., M.Si., M.M.Pd., Ketua PGRI Kecamatan Bululawang Lilik Suryati, S.Pd., beserta jajaran tamu undangan lainnya.
Dengan berakhirnya MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, diharapkan seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menerapkan nilai-nilai karakter yang telah diperkenalkan selama MPLS, serta mengikuti proses pembelajaran dengan semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

