MPLS SMA Dempo Malang Tanamkan Nilai Keteladanan kepada Peserta Didik di Tengah Perkembangan AI
Kegiatan ini dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter yang kuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MALANG – SMA Katolik St. Albertus (SMA Dempo) Malang menjadikan pembentukan karakter dan keteladanan sebagai fokus utama dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung di SMA Dempo, Jl Talang 1, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (14/7/2026) ini dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter yang kuat di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Kepala SMA Katolik St. Albertus Malang, Br. Antonius Sumardi, O.Carm., mengatakan bahwa pelaksanaan MPLS mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang MPLS Ramah yang menekankan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif dan bebas dari praktik perpeloncoan.
"MPLS bukan sekadar memperkenalkan fasilitas sekolah melainkan kurikulum, kegiatan akademik, organisasi kesiswaan, ekstrakurikuler, serta visi dan misi sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai regulasi yang berlaku," ujarnya.
Menurut Br. Antonius Sumardi, O.Carm., keberhasilan pendidikan karakter tidak cukup diwujudkan melalui slogan atau sosialisasi semata. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam perilaku sehari-hari seluruh warga sekolah sehingga dapat menjadi teladan bagi peserta didik.
"Keteladanan jauh lebih bermakna daripada retorika. Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar melainkan dari apa yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, seluruh warga sekolah harus mampu menjadi teladan," ujarnya.
Ia menilai berbagai kampanye mengenai integritas, antikorupsi, maupun pendidikan karakter akan kehilangan makna apabila tidak disertai dengan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
"Anak-anak membutuhkan contoh nyata bukan sekadar kata-kata. Pendidikan karakter akan berhasil apabila mereka melihat keteladanan guru, orang tua, dan para pemimpin," tuturnya.
Br. Antonius Sumardi, O.Carm. juga mengingatkan tentang pentingnya menyikapi perkembangan kecerdasan buatan ( _Artificial Intelligence_ /AI) secara bijaksana.
Menurutnya, AI merupakan hasil pengembangan pengetahuan manusia sehingga harus dimanfaatkan sebagai alat pendukung dan tidak menggantikan kemampuan berpikir manusia.
"AI menjadi cerdas karena dibangun dari pengetahuan manusia. Jangan sampai manusia justru merasa lebih bodoh daripada AI. Yang menentukan arah penggunaan teknologi, tetap manusianya," ujarnya.
Sementara Ketua Panitia MPLS SMA Dempo 2026, Christiano Olliver, menjelaskan bahwa rangkaian MPLS berlangsung selama enam hari yang terdiri atas satu hari praMPLS dan lima hari kegiatan utama yang diakhiri dengan inaugurasi peserta didik baru.
Menurut Olliver, tujuan MPLS tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu peserta didik mengenali potensi diri agar mampu berkembang secara optimal selama menempuh pendidikan di SMA Dempo.
"Kami ingin membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus mengenal diri sendiri. Dengan begitu, mereka akan lebih siap menjalani proses belajar di SMA Dempo," ujarnya.
Pada hari pertama, peserta mengikuti pengenalan tata tertib sekolah, Kurikulum,prosedur administrasi, Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta visi, misi, dan spiritualitas Karmel yang menjadi ciri khas SMA Dempo.
Selanjutnya, hari kedua diisi dengan materi kedisiplinan dan kesiswaan, pelestarian lingkungan melalui tema 'Laudato Si', ensiklik Paus Fransiskus yang mengajak seluruh umat menjaga kelestarian bumi. Selain itu, peserta memperoleh edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) .
Pada hari ketiga, peserta mengikuti pemilihan Ketua Angkatan, seminar wawasan lingkungan sekolah, pengenalan Konsul Persaudaraan sebagai kakak pendamping setiap kelas selama MPLS, materi kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sosialisasi IKESA.
Hari keempat diisi pengenalan organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler, mulai klub akademik seperti Kimia, Fisika dan Matematika hingga organisasi siswa, termasuk OSIS dan berbagai komunitas minat bakat seperti club DBC (basket) dan ekstrakurikuler seperti triple d (dance), choir, pedalangan.
Seluruh rangkaian MPLS ditutup pada hari kelima melalui kegiatan inaugurasi yang diawali dengan kunjungan rohani, penampilan kreativitas peserta didik baru dan panitia, pelantikan peserta, sesi foto bersama, serta makan bersama sebagai wujud kebersamaan keluarga besar SMA Dempo.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, SMA Dempo berharap peserta didik baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai keteladanan, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

