Advertisement
Indonesia Positif

Indonesia Sehat Jiwa Hadir sebagai Ruang Aman untuk Berbagi dan Dukung Kesehatan Mental

Komunitas Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) hadir sebagai ruang aman bagi siapa saja yang membutuhkan teman bercerita dan dukungan emosional.

TIMES Indonesia,
Indonesia Sehat Jiwa Hadir sebagai Ruang Aman untuk Berbagi dan Dukung Kesehatan Mental
Komunitas Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) hadir sebagai ruang aman bagi siapa saja yang membutuhkan teman bercerita dan dukungan emosional.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat. Namun, tidak sedikit orang yang masih merasa kesulitan untuk menceritakan masalah yang dihadapi karena takut dihakimi atau dianggap lemah.

Berangkat dari kondisi tersebut, komunitas Indonesia Sehat Jiwa (ISJ) hadir sebagai ruang aman bagi siapa saja yang membutuhkan teman bercerita dan dukungan emosional.

Advertisement

Komunitas yang berdiri sejak 2023 ini berfokus pada pendampingan kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri melalui pendekatan peer support.

Berbasis di MCC (Malang Creative Center), Kota Malang, ISJ menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, untuk berbagi pengalaman serta memperoleh dukungan emosional dalam lingkungan yang aman dan suportif.

Pendiri Indonesia Sehat Jiwa, Sofia, menjelaskan bahwa ISJ bukanlah layanan psikologi profesional, melainkan komunitas yang menyediakan ruang bagi individu untuk saling mendengarkan dan menguatkan.

“Banyak yang mengira Indonesia Sehat Jiwa itu psikolog, padahal kami hanyalah ruang untuk bercerita dan peer support dalam konteks suicide prevention,” ujar Sofia.

Menurutnya, pencegahan bunuh diri tidak dapat dilakukan hanya ketika seseorang berada di titik terburuk dalam hidupnya.

Advertisement

Upaya tersebut perlu dimulai sejak dini melalui pengelolaan emosi yang sehat serta kehadiran lingkungan yang suportif. “Curhat sebenarnya juga bagian dari tahap preventif kesehatan mental,” tambah Sofia.

ISJ didirikan setelah Sofia melihat semakin banyak pelajar dan mahasiswa menghadapi persoalan kesehatan mental, terutama pasca pandemi Covid-19.

Sebelumnya, ia aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan bagi anak-anak di pedesaan. Namun, setelah menetap di Malang, ia menyadari bahwa pendidikan yang baik tidak selalu cukup ketika kondisi mental seseorang sedang tidak baik-baik saja.

Ia menilai banyak anak muda memiliki potensi besar, tetapi kerap terhambat ketika kondisi mental mereka terganggu. “Karena walaupun kita berprestasi, kalau mental kita jatuh, akhirnya kita tidak bisa berfungsi,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, ISJ menghadirkan berbagai program pendampingan. Untuk kalangan pelajar, komunitas ini memiliki program peer buddy yang bertujuan membantu siswa mengenali emosi, meningkatkan empati, serta mencegah perundungan sejak dini.

Sementara bagi mahasiswa, tersedia program peer support yang memberikan ruang aman untuk berbagi cerita tanpa rasa takut akan stigma atau penilaian negatif.

Sofia menegaskan bahwa generasi Z bukanlah generasi yang lemah, melainkan generasi yang lebih sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental. “Gen Z itu bukan paling lemah, tetapi mereka paling aware terhadap kesehatan mental,” tuturnya.

Selain menyediakan ruang berbagi cerita, ISJ juga aktif menggelar kampanye publik, one on one mentoring, mini group discussion, hingga pendampingan awal bagi individu yang membutuhkan dukungan emosional.

Pada tahap lebih luas, komunitas ini turut melakukan penyuluhan di posyandu, pendampingan tenaga yang menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi untuk membuka kesempatan magang bagi para penyintas. 

Bagi Sofia, salah satu pengalaman paling berkesan selama menjalankan ISJ adalah menyaksikan proses pemulihan seseorang yang berhasil bangkit dari masa sulit

. Ia menceritakan kisah seorang penyintas bipolar yang sebelumnya kerap melakukan tindakan menyakiti diri sendiri (self-harm). 

Setelah mendapatkan pendampingan, kondisi individu tersebut berangsur membaik hingga berhasil menjadi dosen dan kemudian bergabung sebagai relawan peer support di ISJ.

“Yang paling memorable itu bukan cerita sedihnya, tetapi bagaimana seseorang bisa bangkit dan menemukan makna dari penderitaannya,” katanya.

Melalui berbagai program yang dijalankan, ISJ berupaya menjadi wadah yang mendukung kesehatan mental masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli terhadap sesama.

Sofia berharap generasi mendatang dapat tumbuh dalam kondisi mental dan emosional yang lebih sehat. “I just wanna make a better generation,” ujarnya. 

Menurut Sofia, setiap orang berhak memiliki ruang untuk didengar. Sebab, dalam banyak situasi, seseorang tidak selalu membutuhkan solusi, melainkan kehadiran orang lain yang bersedia mendengarkan dan menemani perjalanan hidupnya.  (*)

(Pewarta : Jessyca Valentino Vigyx_Mahasiswa Ilkom FISIP UNMER Malang)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia