Advertisement
Kesehatan

Awas Ini 5 Risiko Jika Ibu dan Bayi Berbeda Golongan Darah

Dalam banyak kasus, golongan darah ibu beda dengan anak memang tidak selamanya menimbulkan komplikasi. Pada beberapa orang, gejalanya akan sangat ringan sehingga tidak perlu perawatan.

TIMES Indonesia,
Awas Ini 5 Risiko Jika Ibu dan Bayi Berbeda Golongan Darah
Ibu hamil. (FOTO: Tribunnews)
A-AA+

JAKARTA Dalam banyak kasus, golongan darah ibu beda dengan anak memang tidak selamanya menimbulkan komplikasi. Pada beberapa orang, gejalanya akan sangat ringan sehingga tidak perlu perawatan.

Namun, bukan berarti perbedaan golongan darah antara ibu dan anak bisa dianggap sepele. Ini karena ada beberapa kasus yang pada akhirnya mengharuskan sang ibu dan anak harus lebih lama mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Advertisement

Seperti dilansir dari The Asian Parent, berikut beberapa risiko golongan darah ibu yang beda dengan anak

1. Bayi Kuning
Kondisi bayi kuning atau dalam bahasa medisnya dikenal dengan sebutan ikterus atau jaundice adalah hal normal yang bisa dialami bayi baru lahir. Namun, jika kondisi golongan darah ibu dengan anak berbeda bisa meningkatkan risiko sehingga harus diatasi dengan cepat. Jika tidak bisa berakibat fatal.

2. Kernicterus
Salah satu risiko penumpukan bilirubin yang terlalu banyak adalah komplikasi yang disebut encephalopathy kernikterus atau bilirubin.

Kernicterus merupakan suatu bentuk kerusakan otak yang disebabkan penyakit kuning pada bayi baru lahir. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi cerebral palsy dan pendengaran, serta bisa mengakibatkan kesulitan belajar.

3. Anemia pada Anak
Jika terlalu banyak sel darah merah yang pecah, seorang bayi bisa berisiko mengalami anemia. Pada dasarnya ini bisa terjadi ketika tingkat sel darah merah bayi rendah.

Advertisement

Sel darah merah sangat penting untuk fungsi tubuh normal. Oleh karena itu, sel darah merah berfungsi dengan mengambil oksigen yang sangat dibutuhkan saat mereka melewati kantung udara paru-paru, dan kemudian membawanya ke sel-sel di sekujur tubuh.

4. Gangguan Hati
Bila terdeteksi dan diobati sejak dini, penyakit hemolitik akan sembuh dengan cepat dan tidak ada komplikasi serius akan timbul dikemudian hari. Kecuali, jika bayi memiliki kasus sangat serius, di mana memerlukan penanganan agresif.

Bayi yang telah mengalami anemia berat akibat penyakit hemolitik akan berisiko mengalami masalah dengan limpa dan hatinya. Bahkan, ketika sudah tumbuh besar akan berisiko mengalami masalah kardiovaskular atau gangguan saraf.

5. Keguguran
Golongan darah ibu beda dengan anak juga bisa berisiko mengalami keguguran. Ini biasanya dimulai saat si kecil mulai mengembangkan sistem peredaran darah dan menghasilkan sel darah merah. Begitu sel darah merah ‘asing’ ini terdeteksi oleh antibodi maternal, mereka mungkin menyerangnya.

Hal ini bisa mengakibatkan keguguran atau, jika kehamilan berlanjut cukup jauh akan menyebabkan stillbirth atau bayi lahir mati. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia