Bunga Sepatu Dijadikan Teh Herbal yang Menyehatkan
Bunga sepatu memiliki banyak khasiat dan bisa dijadikan minuman herbal yang menyehatkan. Salah satu manfaatnya adalah untuk menurunkan berat badan dan menyembuhkan demam.

BOJONEGORO – Bunga sepatu memiliki banyak khasiat dan bisa dijadikan minuman herbal yang menyehatkan. Salah satu manfaatnya adalah untuk menurunkan berat badan dan menyembuhkan demam.
Tumbuhan yang memiliki nama latin Hibiscusrosa-sinensis ini merupakan jenis tanaman hias yang banyak ditanam disekitar lingkungan rumah.
Bunga yang berbentuk mirip terompet ini memiliki warna merah pada umumnya, namun ada juga yang bewarna pink dan putih. Memiliki lima helai mahkota serta putik dan benang sari yang terlihat menonjol keluar.
Keindahan bunga sepatu bisa dimanfaatkan sebagai pajangan di pekarangan rumah. Selain itu, bisa dibuat obat herbal untuk segala penyakit, diantaranya dipercaya menyembuhkan penyakit demam, menurunkan berat badan, dan bisa menghambat perkembangan virus yang berbahaya di dalam tubuh.

Seperti yang dilakukan warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Adib Nurdiyanto. Adib mencetuskan inovasi baru mengolah bunga sepatu menjadi teh berkhasiat.
"Sayang, melihat bunga sepatu tumbuh subur di pekarangan rumah, dari situ saya berpikir dan menggagas menjadikan sesuatu yang bermanfaat. Karena tanaman ini, mempunyai banyak kandungan flavonoid yang cukup tinggi," kata Adib, saat mengolah bunga sepatu menjadi minuman teh herbal.
Pengolahannya pun cukup sederhana, tahapannya mahkota bunga sepatu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering kemudian direbus di dalam air bersama kayu manis dan gula. "Setelah air mendidih dan semua bahan sudah tercampur, lalu di angkat. Kemudian airnya disaring dan siap dinikmati," ujar Adib, memaparkan.
Dijelaskanya, kandungan yang ada pada bunga sepatu dipercaya secara turun temurun untuk mengobati demam, menghambat berkembangnya virus berbahaya di dalam tubuh. "Juga dapat membantu menurunkan berat badan," jelasnya.
Inovasi Adib, diterima oleh masyarakat sekitar, ia juga diminta warga setepat untuk membimbing ibu-ibu membuat teh bunga sepatu. "Hasilnya, nikmat dan berkhasiat. Aroma tehnya harum dan rasanya segar," cetus Dewi, kader lingkungan warga Desa Mojodeso.

Sementara itu, produk olahnya pun telah terjual ke luar daerah. Untuk awal penjualan ia memanfaatkan media sosial WhatsApp. "Karena masih awal, saya jual lewat media sosial. Rata-rata per hari laku 10 sampai dengan 15 botol, namun ketika ada kunjungan studi dan pameran bisa laku sekitar 30 hingga 50 botol per hari," ujarnya.
Teh bunga sepatu ini, bisa dinikmati semua kalangan, baik anak-anak hingga dewasa. Dengan harga yang cukup terjangkau Rp 5 ribu. "Teh ini diharapkan bisa jadi salah satu produk kuliner Mojodeso dan dapat terjual luas hingga luar kota," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


