Awas! Terlalu Sering Donor Darah Berbahaya untuk Kesehatan Tubuh
Donor darah sudah terbukti memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Donor darah dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, bahkan dapat menurunkan berat badan.

JAKARTA – Donor darah sudah terbukti memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Donor darah dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, bahkan dapat menurunkan berat badan. Namun sayangnya, terlalu sering donor darah justru memiliki efek samping tidak baik untuk tubuh.
Dilansir dari Hello Sehat, terlalu sering donor dapat berisiko mengalami kekurangan zat besi. Pasalnya, meski sel darah merah bisa cepat tergantikan dengan yang baru, tidak demikian dengan sediaan zat besi dalam tubuh.
Kekurangan zat besi dapat membuat seseorang merasa pusing, lemas, lesu, dan tidak bertenaga. Bahkan mengarah ke penurunan hemoglobin dan risiko anemia. Jika kondisi ini dibiarkan terus tanpa pengobatan, bisa berujung pada anemia defisiensi besi.
Efek samping donor darah ini terkadang jarang disadari. Kebanyakan orang menganggap bahwa anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh Anda kekurangan darah, kurang makan makanan yang mengandung zat besi, atau justru karena memiliki riwayat penyakit gangguan pencernaan. Padahal, donor darah terlalu sering juga bisa memicu terjadinya kondisi tersebut.
Selain memperhatikan kondisi kesehatan tubuh, penting juga memperhatikan frekuensi donor darah yang akan Anda lakukan. Anda dapat mendonorkan darah setiap 3-4 bulan sekali dan maksimal 5 kali dalam 2 tahun. Jangan sampai donor darah justru membuat kesehatan Anda memburuk. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

