Tanda Gangguan Tiroid yang Harus Diwaspadai
Gangguan pada tiroid menyebabkan kelenjar tiroid tidak bekerja dengan maksimal bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius.

JAKARTA – Gangguan pada tiroid menyebabkan kelenjar tiroid tidak bekerja dengan maksimal bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius. Gangguan tiroid bisa terlihat dari tes laboratorium, tapi beberapa tanda pada tubuh bisa mengisyaratkan ada tidaknya kesalahan pada fungsi kelenjar.
Gejala gangguan tiroid mirip dengan gangguan tubuh biasa. Akibatnya kita sering tidak acuh dan menganggapnya tidak menjadi masalah. Berikut beberapa tanda gangguan tiroid yang harus diperhatikan baik-baik.
1. Terjadi perubahan pada tekanan darah
Salah satu gangguan paling umum dari kelenjar tiroid adalah hipotiroidisme dan hipertiroidisme. Dua kondisi ini menyebabkan gangguan pada tekanan darah. Seseorang bisa mengalami perubahan pada tekanan darahnya seperti sering tinggi dan sering rendah.
Perubahan ini biasanya tidak diikuti oleh gangguan lain pada tubuh. Misal tubuh jadi semakin lemas atau sedang sakit. Kalau Anda mendadak mengalami perubahan tekanan darah yang tidak normal, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

2. Perubahan suhu tubuh
Kelenjar tiroid mempengaruhi metabolisme pada tubuh. Kalau tubuh mengalaminya kenaikan suhu yang cukup signifikan dan membuat seseorang seperti mengalami hot flushes, kemungkinan besar sedang mengalami hipertiroidisme.
Sebaliknya kalau Anda mengalami hipotiroidisme, suhu tubuh akan lebih anjlok dari kondisi normal. Lakukan pengecekan rutin harian saat sebat untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan suhu.
3. Perubahan berat badan yang terlalu besar
Seseorang yang mengalami hipertiroidisme akan mengalami perubahan berat badan yang signifikan. Perubahan ini menyebabkan orang yang mengalami gangguan ini tidak bisa gemuk karena metabolisme yang terjadi cukup besar.
Kalau penambahan berat badan terjadi lebih cepat, ada kemungkinan terjadi hipotiroidisme. Metabolisme yang turun menyebabkan kadar lemak di tubuh terus menumpuk.
4. Perubahan gairah seksual
Kondisi hipertiroidisme menyebabkan gairah seksual dari seseorang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami peningkatan libido berlebihan dan kadang susah mengontrolnya dengan baik.
Kondisi hiperseks yang dialami akan mengganggu hubungan pasangan kalau tidak bisa sama-sama memenuhi kebutuhan. Oh ya, kondisi hipotiroidisme juga menyebabkan masalah pada pasangan dalam bentuk penurunan gairah seksual.
5. Depresi dan kecemasan yang berlebihan
Hipotiroidisme yang tidak terdeteksi dan semakin parah bisa menyebabkan masalah pada mental seseorang. Kondisi seperti depresi yang cukup parah hingga kecemasan yang berlebihan bisa terjadi.
Oh ya, kondisi depresi ini bisa terjadi hampir setiap saat. Jadi, ada baiknya kalau Anda segera memeriksakan diri ke dokter kalau terjadi masalah pada tubuh.
6. Pengeroposan tulang dan gigi
Pengeroposan tulang dan gigi bisa terjadi karena ada gangguan pada kelenjar tiroid. Kondisi ini membuat kalsium di dalam tulang dan gigi menjadi keropos sehingga gigi berlubang dan kondisi seperti osteoporosis terjadi.
Imbangi kondisi ini dengan mengonsumsi susu dan makanan yang mengandung kalsium. Jangan lupa untuk berjemur setiap pagi agar vitamin D juga bekerja dengan maksimal untuk mencegah pengeroposan.
7. Gangguan pada rambut
Gangguan tiroid juga menyebabkan gangguan kesehatan pada rambut. Gangguan pada rambut ini bisa terjadi dalam bentuk rusaknya helai hingga rontok. Kerontokan ini tidak hanya terjadi pada kepala saja, alis dan kumis pun juga bisa mengalaminya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

