Advertisement
Kesehatan

Penyakit DBD Mewabah di Ponorogo, dr Sudarmanto SPA: Kenali Gejala-Gejalanya

dr Sudarmanto SPA, dokter spesialis anak RSUD Dr Harjono Ponorogo, mengatakan, virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti merupakan penyebab seseorang menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD).

TIMES Indonesia,
Penyakit DBD Mewabah di Ponorogo, dr Sudarmanto SPA: Kenali Gejala-Gejalanya
dr. Sudarmanto, Sp.A. (FOTO: Endra Dwiono/TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO dr Sudarmanto SPA, dokter spesialis anak RSUD Dr Harjono Ponorogo, mengatakan, virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti merupakan penyebab seseorang menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Saat ini DBD merupakan penyakit yang mematikan di Ponorogo. Tidak heran jika Pemkab Ponorogo menjadikan ini Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah.Karena sebulan ini penderitanya terus bertambah naik.

Advertisement

Sudarmanto, dokter spesialis anak RSUD Dr Harjono, mengungkapkan nyamuk Aedes Aegypti akan menyebarkan virus dengue ke orang lain setelah menggigit orang yang terinfeksi. Sehingga bisa jadi dalam satu rumah hampir seluruh anggota terinfeksi virus tersebut. Menurutnya kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan nyamuk. ‘’Nyamuk ini dapat berkembang biak dengan mudah,’’ katanya, Kamis (31/1/2019).

Dokter yang beralamat di No A4, Perumda, Jalan Bupati Soebarkah, Keniten, Ponorogo itu menjelaskan tanda-tanda orang terserang biasanya panas lebih dari 38,5 derajat celcius selama 2-4 hari. Dan kondisi tubuh merasa lemah, lemas, dan syok. Dia menyebut ada empat gradasi orang terinfeksi virus dengue.

Pertama, panas tubuh tinggi diikuti trombosit rendah tanpa adanya pendarahan yang diprovokasi. Kedua, ditambah dengan pendarahan spontan, bintik merah, dan mimisan. Ketiga, tensi trombosit turun dan kesadaran berkurang. 

Sudarmanto menyebut jika normal trombosit manusia biasanya berada di antara 150ribu-400 ribu/milimeter. Sementara jika trombosit sudah di bawah 100 ribu/mililiter hampir dipastikan mengarah ke DBD. Akan tetapi harus melalui uji laboratorium untuk memastikannya. Tolak ukurnya juga tidak hanya trombosit saja. Untuk mengukur HB, leukosit dan lain-lain juga perlu dilakukan uji laboratorium.

Karena itu, dr Sudarmanto SPA, dokter spesialis anak RSUD Dr Harjono Ponorogo, mengimbau kepada warga ketika mengalami demam disertai panas tinggi selama dua hari berturut-turut segera diperiksa ke dokter. Dan alangkah lebih baik  jika sebelum dua hari sudah mendapat kontak dengan dunia medis. Itu untuk mengantisipasi keterlambatan penanganan bila terserang penyakit DBD. Karena Pemkab Ponorogo saat ini sudah menetapkan KLB demam berdarah. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Endra Dwiono (MG-54)
PenulisEndra Dwiono (MG-54) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia