Advertisement
Kesehatan

Inilah Cara Mengenali Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Mengenali tanda bahaya pada bayi baru lahir sangat penting bagi orang tua muda yang baru memiliki anak. Karena bayi baru lahir memiliki tubuh yang masih rentan terhadap penyakit. Bagaimana cara mengenali tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir?

TIMES Indonesia,
Inilah Cara Mengenali Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir
ILUSTRASI. (FOTO: Gisela Niken/nakita.grid)
A-AA+

MALANG Mengenali tanda bahaya pada bayi baru lahir sangat penting bagi orang tua muda yang baru memiliki anak. Karena bayi baru lahir memiliki tubuh yang masih rentan terhadap penyakit. Bagaimana cara mengenali tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir?

Ibu harus waspada jika bayi Anda tidak mau menyusu diawal kelahiran, karena jika bayi tidak mau menyusu bisa dipastikan ia akan kekurangan nutrisi, karena ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi bagi bayi baru lahir dan menyebabkan kekebalan tubuhnya berkurang. Hal ini juga akan mengarah kepada kondisi bayi yang melemah.

Advertisement

Kemudian, jika bayi mengalami kejang karena demam atau panas tinggi, Ibu juga harus waspada dengan selalu menyediakan obat penurun panas yang disarankan dokter. Namun, jika bayi kejang tanpa adanya demam, anda harus segera konsultasikan kondisi bayi pada dokter.

Tanda-Bahaya-Bayi-Baru-Lahir.jpg

Sesak nafas juga menjadi hal yang harus di waspadai oleh Ibu, karna sesak nafas pada bayi dapat memicu kematian mendadak dikarenakan nafas yang tiba-tiba berhenti.

Apabila bayi mengalami sesak nafas selama 60 kali per menit atau lebih besar dan tarikan dinding dada bagian bawahnya kedalam. Ibu harus segera membawanya ke dokter.

Tali pusat yang kemerahan itu adalah tanda jika terjadinya infeksi. Apalagi jika sudah kemerahan sampai dinding perut dan berbau nanah. Oleh karena itu tali pusar bayi baru lahir harus dijaga agar tetap kering dan bersih.

Advertisement

Selain itu jika bayi merintih atau menangis terus-menerus, demam atau panas tinggi, mata bayi bernanah, diare atau buang air besar cair lebih dari tiga kali sehari, kulit dan mata bayi kuning, dan tinja bayi berwarna pucat saat buat air, itu juga termasuk tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir.

Menurut United States Agency International Development (USAID), apabila bayi baru lahir Anda mengalami satu atau lebih tanda bahaya yang sudah disebutkan tersebut. Anda harus segera membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Nadya Rahma Putri
PenulisNadya Rahma Putri Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia