Advertisement
Kesehatan

5 Penyebab Sering Sesak Napas di Malam Hari

Sesak napas di malam hari merupakan tanda bahwa tubuh Anda tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gangguan kesehatan ini.

TIMES Indonesia,
5 Penyebab Sering Sesak Napas di Malam Hari
Ilustrasi Sesak Nafas, (FOTO: Dokter Sehat)
A-AA+

JAKARTA Sesak napas di malam hari merupakan tanda bahwa tubuh Anda tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gangguan kesehatan ini.

Mengutip American Family Pysician, sebanyak 85 persen kasus sesak napas di malam hari disebabkan oleh gangguan pada paru-paru, jantung, serta faktor psikologis. Di antara banyaknya kondisi yang memicu dispnea, berikut adalah beberapa yang paling sering terjadi.

Advertisement

1. Asma

Asma terjadi akibat penyempitan pada saluran pernapasan. Pemicu asma amat beragam, tapi sebagian besar kasus asma terjadi karena penyakit pada saluran pernapasan, alergi, cuaca ekstrem, perubahan emosi secara drastis, dan aktivitas fisik berlebihan.

Sesak napas akibat asma dapat terjadi kapan saja, tapi Anda mungkin akan lebih sering mengalaminya pada malam hari.

2. Penyakit jantung

Penyakit jantung akan menghambat kemampuan jantung dalam memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini bisa memicu gejala seperti sesak napas. Jika diabaikan, tak hanya sesak napas, penyakit jantung juga bisa berujung pada gagal jantung.

Advertisement

Gagal jantung juga dapat disebabkan oleh serangan jantung yang membahayakan jiwa. Gejala serangan jantung yang harus diwaspadai antara lain detak jantung tidak teratur, nyeri dada, mual, lesu, serta sesak napas dan berkeringat yang bertambah parah pada malam hari.

3. Sleep apnea

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan terhentinya napas selama beberapa saat. Sleep apnea tidak hanya menyebabkan sesak napas, tapi juga membuat penderitanya sering mendengkur dan terbangun pada malam hari. Gangguan ini biasanya menimbulkan dampak jangka panjang berupa menurunnya kualitas tidur penderita.

4. Gangguan kecemasan dan serangan panik

Sesak napas pada malam hari juga banyak terjadi pada penderita gangguan psikologis, termasuk gangguan kecemasan. Tak hanya sesak napas, Anda pun dapat mengalami gejala lain seperti berkeringat, gemetar, jantung berdebar, pusing, hingga tubuh nyeri.

Rasa cemas membuat tubuh Anda berada pada kondisi fight-or-flight dan akhirnya memicu serangan panik. Serangan panik akhirnya membuat Anda kesulitan bernapas, mual, hingga merasa ingin pingsan.

5. Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit infeksi paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Infeksi memicu peradangan pada kantung udara dalam paru-paru yang disebut alveoli. Alveoli pun membengkak, terisi nanah, dan akhirnya memicu sesak napas.

Sesak napas akibat pneumonia dapat terjadi kapan saja, termasuk pada malam hari dan saat beristirahat.

Sesak napas merupakan kondisi umum yang dialami banyak orang. Namun, jangan mengabaikan gangguan kesehatan ini. Cobalah berkonsultasi dengan dokter jika kondisi ini terus berulang dan mengganggu tidur Anda. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia